Friday, August 22, 2014

Berbagi pemikiran yang salah

Sekarang jam 1325, jam berapa? Yap itu pokoknya, kamu bisa mengartikannya sendiri apa yang terlihat,bebaskanlah pikiranmu.
Ada beberapa hal yang bisa disampaikan lewat tulisan dan beberapa yang lain secara lisan atau media lain. Bila kita bicara soal menulis,kamu pasti sering menulis apapun di media sosial tentang perasaan, lagi ngapain, bercerita, berbagi pengalaman, sampai yang hanya iseng mengusir waktu luang, koyok aku ngene. :D
Menulis dan berbagi hal yang kurang penting udah jadi pengalihan kebosanan saya dalam menulis skripsi, derita mahasiswa tua dengan wajah sedikit belum tua, iya. Biasanya saya menulis tentang perasaan, makian dan berbagi, hehe yang kedua jangan ditiru.
Banyak hal yang bisa di sampaikan, saya lebih suka menulis kalimat romantis yang spontan keluar dari kepala,   : kamu adalah kamu, aku adalah aku, bila malamku sudah kembali, izinkan ku datang sekali lagi , ya seperti itu gak dimaksudkan untuk siapa dan karena sedang bagaimana, spontan saja keluar dan saya abadikan dalam twiter misalnya,atau blog seperti ini.
Saya adalah penulis lirik lagu amatir, jadi menurut saya ini bagus kok :D karena inspirasi untuk menulis lirik atau puisi,atau mengarang sekalipun datangnya tiba tiba, sulit untuk di rencanakan.
Makanya kalo ada yang berkomentar saya di twiter spaming masalah cinta cintaan mulu, curhat mulu, atau apaaa mulu, ya saya cuma bisa bales dengan tawa, teman teman saya belum tahu kalo itu cuma iseng, kalo setiap orang yang melankolis dan suka menulis disebut lebayis,maksudnya lebay semua siapa yang akan pandai bersyair, kalo kamu pecinta sastra mungkin kamu paham, saya yang gak paham :D , apa rendra dan chairil itu yang terakhir?
Bebaskanlah pikiranmu, tiap manusia unik dengan sayap kecil di punggungnya, mereka bisa terbang kemana saja. Hehe
Salam suparmen

Implementasi regulasi

Masih seperti biasa panasnya di atas buat aku bahagia
Semboyan kicauan pagi semarakkan dua puluh tiga lagi
Tiba hari ku lakukan atas sebuah mimpi
Sepatu hitam celana lurus dan tanganku melenggang seakan ke senayan
Di jok belakang tak menyilaukan, ku pandang wajah berseriku pikat tiap manusia
Siapa yang butuh perlindungan,aku lah sang mahakarya serunya
Tak sedetikpun luput senyuman dari wajahku
Bertemu dan menyapa, memangku, memberi warna
Sampai sampai lupa apa aku pernah berduka
Aku bahagia
Dua puluh tiga esok hari akan seperti ini
Tiga ratus enam puluh lima lagi sama ini seperti
Awan memberiku warna
Matahari tak silaukan mata,
Oh
Aku berdusta.

Bla bla lu

Blu blu blo blu

ble bla bli bla blu

Bla ble ble blo bli

Bli blu bla bla la lu

Lu bla bla bli la lu

Bla bla bla lu blo li blu

Lu la bla bla aja

Iya bla bla bla aja

Dibalik lagu a fairy tale

Mau cerita sedikit tentang lagu a fairy tale yang saya dan randy buat, kenapa sampai membuat saya ingin memposting ini di blog karena saya rasa hal ini harus ditulis biar gak lupa hehe, begini..
Lagu a fairy tale adalah lagu band saya dan randy yang bernama daydream, lagu ini kami buat kayaknya pas malam sampai dini hari, waktu itu kami terutama saya dan randy lagi sering seringnya ngumpul untuk membahas materi lagu atau membuat materi baru, kebetulan beberapa minggu sebelumnya saya dan randy terkena penyakit DB secara bersamaan dan sama sama opname di rumah sakit tapi bedanya saat itu saya baru aja dapet pacar baru, jadi rasa sakitnya gak begitu membuat sakit hehe. Setelah kami masing masing sembuh saya dateng ke kosnya randy langsung ambil gitar dan nyoba memvisualkan apa yang saya bayangin pas lagi tiduran di rumah sakit, ketemulah kunci A dan D. Terus saya genjreng itu gitar tapi gak berkembang juga akhirnya saya minta tolong randy buat ngembangin materi awal itu, dan dia bersedia, karena lirik awalnya waktu itu udah jadi, jadinya saya diem aja sambil bbman sama pacar baru saya itu, sebut saja namanya coren, gak kerasa sampe saya tinggal ngapel juga akhirnya materinya lengkap dan kami coba mainin dan rekam pake ponsel, tapi kok rasanya ada yang kurang dan kurang sreg padahal tadinya saya pengen tempo lagunya itu middle gak slow, hmmm jadi saya sesuaikan aja, rela deh bikin lirik lagi padahal lirik awalnya dibikin semaleman, nyoba dengerin gitar sambil merem merem dan jadilah lirik yang sekarang dipake ini, bikinnya gak sampe lima menit, saya tuang aja yang pengen saya tulis, tentunya tentang hubungan saya dengan coren, yang isinya saya pengen meyakinkan ke dia bahwa semuanya gak main main walau posisinya kami sama sama habis terluka dan dengan perkenalan yang singkat, saya bisa saja menjadikan hubungan itu sebuah pelarian dan membuat dia sakit, tapi saya ingin yakinkan bahwa tangan yang aku punya sekarang ini adalah tangan yang ingin dia genggam, begitu. Hehe
Setelah materi jadi saya dan randy mulai nyari aransemen yang pas, porsinya disini bisa 60 40 lah, tugas randy yang lebih banyak karena harus nyari melody gitar yang pas. Singkat cerita, aku dan randy pengen ngerekam ini lagu tapi kalo rekaman di studio pasti mahal,padahal yg aktif dalam band sekarang tinggal kami berdua setelah kehilangan lead gitar, mas irwan. Jadi kami putuskan untuk rekaman pake handycam dengan kualitas HD dan nanti rekaman per part baru disatuin pake adobe audition, ya hasilnya cukup memuaskan, kerjanya randy yang banyak cukup terbayarkan, kami harus nyuruh anak kos diam gak nyetel tv dan ketawa keras keras,kurang lebih 2 hari 2 malem lagu yang seadaanya itu siap buat di denger dan dipublish.
Yang membuat wah yaitu tanggepan teman teman dan orang orang yang denger, banyak yang memuji,bagus pas didengerin ujan ujan dan bla bla bla, ada juga kritikan dan kami senang bisa dikritik, artinya karya kami diperhatikan. Hingga detik ini saya nulis ada aja yang ngirim testimoni tentang lagu a fairy tale itu, terutama cewek cewek yang ngomong lagunya bagus, liriknya romantis dan lain lain. Kalo kamu penasaran lagunya seperti apa, coba cek aja soundcloud saya yang berisi lagu lagunya dan tingkahnya anak daydream, inget ya ini bukan band yg pro jadi maaf kalo seadanya,hehe nih linknya : soundcloud.com/daydreamoffofficial

Lirik lagu daydream, a fairy tale

Membayangkan kamu disetiap henti langkahku
Bercerita keindahan berselimut air yang basah
Dan hanya dengan kamu ku tulis kata yang patah
Di sekujur hati yang layu dan aku terhenti lagi

Coba kamu untuk mengerti bila tak menggenggam tanganku langkah mana yang kau cari hingga kosong merindukanmu

Aku bisa membirukanmu dan sinarimu ku bisa
Hanya kamu ada disini walau berselimut luka

Dan aku coba merasakan apa gerangan rasakan
Tangan ini hanya milikku dan tentu untuk kau genggam

Seruan batu untuk si aspal

Kepada kamu seisi malam

Dimana dunia berisik oleh keheningan

Ku duduk diseberang beralas kerikil

Mengisinya aku hampir muntah

Hisap demi hisap

Menenangkanku walau sejenak

Sayup sayup kecil terngiang di telinga

Ucap si batu kepada kawannya

Di tak melihat namun merasa

Ketika diinjak dipermalukan walau bagaimana

Persilahkan siapa pun berjalan artinya apa

Kaku membeku tak bisa bergerak menunggu rusak

Sayup kecil itu hilang

Mungkin pergi menatap bintang

Temaniku layu menghadap langit hitam yang terkadang biru