Saturday, October 9, 2021

pause

Tidurku adalah tombol pause
Pada drama yang kau jeda
Tak ada mimpi yang melanjutkan cerita
Murni berhenti
      dan ketika nyawa itu kembali
      merasuki badan, 

Membentur sela sela rongga kedua paru
Gelisah sepersekian detik menyebar ke semua urat
Menyesal rasanya

ironi

Kita mendiami bumi yang cepat berotasi
Cepat mengitari matahari
Tapi bersamaku semua terasa lama
dan membosankan
Bersamaku duniamu diam
Berhenti pada sisi luar arah matahari
Gelap dan dingin sepanjang perjalanan 
Tidurlah satu satunya caramu
Menghindari aku bersuara

menyesali

Kau mengingatkanku pada rasa sakit
Tanpa kau sadari
Aku ditarik mesin waktu
Kembali meratapi kepergian tiba tiba

Meratapku pada detik detik
Tiap hela napas terisak menyisakan ketidakrelaan
Ketidakmampuan menahan tubuhmu agar tetap tinggal
Bersamaku seorang diri
Tanpa ada langkah menjauh
Atau pelukan yang mengendur

Padamu aku tumpahkan dendam
Mencintai seseorang yang tak ada cela di depan mata
Aku larut terlalu memaksa
Melukaimu, membuat kau takut

Rasa kehilangan menyiksa
Menyisakan ketakutan akan salah
Cara melangkah berhati hati enggan untuk melukai
Walau pada akhirnya kau pun terluka
Menghilangkan rasa yang pernah sedikit sopan
Masuk dan berbagi secuil bahagia

Aku lah yang menyesal 
Membiarkanmu menjadi tujuan balas dendamku
Memaksamu menerima apa yang ku beri
Dan aku sakit sendiri karena ilusi ini membuat kita 
Tidak lagi memijaki bumi
Dan berjarak
Seperti bulan

Maafkan aku dinda
Aku memikirkan egoku sendiri
Aku mengabaikan luka yang baru saja mengering

kesalahan besar

Bila tuhan datang
Menawarkan satu permohonan yang pasti dikabulkan
Aku hanya meminta 
Kita ditakdirkan menjadi sahabat selamanya 
Tanpa ada perasaan yang melewati batas
Atau rasa ingin memilikimu melebihi kapasitasku
Sehingga usia napas kita akan jauh lebih panjang
Sehingga kau bisa merepotkanku kapanpun kau mau
Sehingga aku akan selalu jadi tempatmu menumpahkan air mata air matamu
    dan aku tak perlu melukai perasaanmu seperti ini
Kau tak harus tau bengisnya aku memperpanjang rasa dendam 
Kau sungguh tak layak untuk mengerti 
Kita sungguh tak pantas untuk saling menyakiti