Tiap hari dia lihat gugur daun dalam senja
Semua terjadi begitu saja
Kepulan asal merekah indah bibir pujaan dinda
Tiap detik hela napas terengah engah
Kata kata berbisik lembut tapakkan jejak suaramu
Genggaman lepas saat kau terbang ke luar angkasa
Tubuh ini ditinggal di bumi sendirian
Memulai perjalanan sejak semula
Kembali dalam renungan yang sama, menyita jiwa dalam keteduhan warna jingga kala senja
Palsu
Kala semua ucapanku menggetarkan jiwa tak semestinya kita bersama
Selagi mereka berbisik lembut dalam telinga
Ku sempatkan berdiam diri menuju sepi
Sepi yang larut dan gelap
Memang sengaja
Daun terjun tinggalkan batang pohon basah seperti tatap matamu tersenyum pergi terbebas lari dari janji
Kakiku menetap di bumi dan memandang lemas kau yang ke luar angkasa
Aku percaya hidupku tak lama
Dan setelah lelah ini akan hadir sejenak ketenangan yang membawa jiwa berangkat menuju ke ketenangan yang lain
Hingga suatu hari nanti daun yang gugur tadi benar benar gugur tepat di kedua kelopak matamu
Saturday, December 5, 2015
Semesta
Sunday, November 29, 2015
Jiwa dalam kerinduan
Merusak malam hadirmu menyejukan
Ku berdiam di antara udara dan terengahnya napas sore hari
Gelap, ku pejamkan mata pula tertidur
Bergetar dalam hati beruntungku hidup detik ini
Dengung kecil nyanyian mereka tak memekakan telingaku,
Menghamba pada yang maha kasih
Hanyalah tulang belulang diselimuti daging
Pula manusia malang
Ku bersandar pada nyali yang menciut hari demi hari
Desahanmu bagai suara ombak yang menyentuh telapakku di tenggara pantai
Menyentuh dengan kerinduan, seperti saat memanggil namaku
Aku masih tergeletak
Setidaknya masih ada kemarin untuk ku pelajari
Atau mungkin bila untung, ada hari esok untuk ku perbaiki
Tanah terpijak, tapak kaki pun tak tampak,
Namaku bukan untuk kau pelihara atau kau pajang besar tanpa muara
Dinding kokoh tiada arti karena semua pasti kembali
Kemarin hingga kini ku dititipkan rasa
Sekiranya bisa bersama bersanding di surga hamba pun tak mengapa
Selagi bersandar pada dinding, dan kerinduan,
Pada bait yang tak kunjung ku suarakan,
Aku merindukanmu