Friday, April 14, 2017

PERMULAAN

Seolah tiba tiba jatuh dari langit
Atau hujan yang seketika membuatku lari tuk berteduh
Atau pula kilat yang berlari lebih cepat dari suara petir
Aku menemukanmu dalam gelap malam
Hanya aku yang menemukan
Dimana untuk kau sadari semua ini... Perjalanan itu baru saja dimulai
Kau sungguh mengenaliku
Sebatas pohon yang nampak batang, ranting, dan daun saja..
Sedangkan akar..tak pernah mau kau raba
Ku melangkah terlalu percaya diri, hingga lupa untuk berhenti..
Ku ingin Kau lebih
Tanpa ku suarakan.. tanpa hati memaksakan..
Beribu maaf ku bisikkan ke langit..
Menyebut namamu
Menyebut namamu..
Hingga dengan sendiri engkau menyadari..
Dengan sendiri kau tak lagi menyendiri..
Perjalanan ini ku mulai tanpa bekal
Dengan waktu lah sebagian ku serahkan
Tapi jangan risau..
Ku punya hal yang tak ingin ku tampakkan
Nikmatilah ketidaktahuanmu akan aku
Nikmatilah waktu hingga akhirnya kita bertemu

Kecil

Masih ku terpaku di luasnya halamanmu
Jingganya senja mengurungku hingga tak mampu berdiri
Kemuning bunga turut mengiyakan
Dan aku kian terpaku
Wangi pagi dan senja tak sewangi tubuhmu
Yang melekatkanku padamu
Seutuhnya hatiku milikmu
Nada gembira maupun minornya
Menangislah biar lepas
Kembali berdua menikam malam
Beribu malam

Senja yang mengurungku melihat malu
Karena lepas darimu ku memuai, sirna dunia
Mengecilku olehnya
Pejam mata tak berani membuka
Tajamnya tatapmu serasa smua ucap
Dan ku terpuruk dalam kesalahan
Hilang pegangan
Terjatuhku dalam kebimbangan
Dan menangis tipis tertahan tangis
Kau berdusta..
Aku tak ada di sana