jika sepi hampiri hati
bukalah diri
tetes air yang mengalir dengarkan di telinga
hingga suara bising menguap sampai kau menerima
berat
yang diinginkan belum tentu yang terbaik
lantang suara itu cerminkan semangatmu
kasar konten terlempar di bibirmu
tunjukan isi di dalam tekonya
sampai sekarang saya percaya
durian lah isi durian
aku ingin dipeluk
merasakan kehangatan kasih lewat napasku terus berdosa
tuhan menjaga dengan baiknya
sekian lama kau tutupi rasa bersalah
dengan tawa hingga pusing pun tiada guna
hanya perlu berserah
kenapa harus menahan tangis
kenapa ada alasan untuk tertawa
aku
teratai sukma merunduk lara
sitik ku bicara
bangkaiku kemana mana
Thursday, April 2, 2015
du(L)ka
Subscribe to:
Posts (Atom)