Wahai nona..
Yang mana mentari menerpa wajahmu dengan sinarnya.
Lembut permukaan itu menegaskan kata kata
Dengan mata tajam yang terbaring di sana.
Bagiku kau selalu menggoda meski telah kutanggalkan segalanya.
Kau lah dikara yang tak terhingga.
Dan memilikimu adalah lengkara.
Meski ku naiki fusta berlayar ke singgasana.
Ku tak pernah bisa menjangkau dermaga tempat nona berada.
Jangan melanggungkan muram di permukaan, tetaplah berbahagia.