Monday, December 29, 2014

Jangkrik

Jemari lucu jangkrik kecil terharu
Sayup pandangnya mendekat
Melompat sedang, sedang sendunya
Jiwa terusik misteri, tak ada yang menatap
Disentuhnya, dia melompat
Kaki tersikap lari menghindar

Payungnya pudar robek sebelah
Tangkai besi menguning rapuh tergenggam
Hijau kemuning ku lihat pekat malam dini hari
Luasnya kelabu ku bayangkan wajahmu
Kemelut hati ditutup rindu

Kemuning hijau fatamorgana
Jiwa lemah yang hilang arah
Bicara ramah kau jengah
Intonasi kasar lakumu gusar,
Bagaimana?

Jangkriknya hilang!
Ada pun, tak berbunyi memecah sepi

Kawan tak bersuara
Aku temani kesepian sendiri
Bingung menulis lagi

Akalku sedang sakit untuk beranalogi,
Tolol

Jangkriknya mana?
Datang dicaci hilang dicari..
Dulu begitu,
Bawa aku pulang!
Kemana?

Ke hari dimana belum mengenal kamu!

Jangkriknya mati.

Abu abu

Gelap
Buta
Meraba
Kasar dan tersandung
Jatuh
Lara
Meradang
Terjungkal
Tapi bangun lagi
Jalan
Berlari
Terhenti
Menangis
Tertawa
Senyum
Luput
Berdiam
Dusta
Jujur
Tutup
Terbuka
Nyaman
Agak risih
Kasihan
Diberi ampun
Jenaka
Antagonis
Berjalan
Beruntung
Rugi
Kembali
Damai
Mati

Jika setelah dipersinggahan ini kita lupa semua
Hanya tuhan yang tahu berapa besar getaran hati ini dalam siklus kehidupan yang pernah ada,
Untuk dipertemukan dengan kalian yang istimewa.

Wednesday, December 24, 2014

keluar kotak

saya selesai
kayuh sepeda melambat lalu berhenti di tepi
kalian merubah warnanya
aku senang bisa begitu

tak setetespun saya lihat air mata
dari mata kalian saat pindah
apa hanya aku yang merasa
mimpi kita terlalu dalam

sebagian saya habiskan
karena separuhnya milik kalian
saya cuma tak mau terluka
lagi

hingga saya sendiri
mematok tepian tali berharap tongga berdiri
namun jatuh lagi,  haaaaahhh napasku berbunyi

mungkin ini sudah selesai
merindukan kalian yang tak merindukanku
begitu menyakitkan
atau hanya tak tahu?

saya berhenti
ketika mimpi milikku sendiri

cawan

jari ini mati rasa
menyentuh kulitmu yang terluka
aku adukan semua rasa
pada mereka namun terlena

seketika tubuhku bergetar
amarah memelukku erat
ingin tertumpah tapi gelas yang mana

luka luka tak ada kata selain itu
setetes madu pun ku tenggak hebat
dalam diri yang tidak mengerti

ku luapkan dan tertumpah deras
menyeka wajahmu hingga berbentuk demikian
apa yang keluar isi dalam cawan
tak berbentuk melukai jiwamu

iya inilah isi diriku
apa yang tertumpah bisa kau tahu wujudnya
hingga detik aku napas masih mencoba
berubah hingga kau tak terluka.

Tuesday, December 16, 2014

jangan lagi

biola mendayu menjerit ketika kamu petik
kau pilih tak menggesek seperti waktu itu
saat malam dimana marah selimuti kamu dan aku

kamu mainkan lagu ditengah kebisingan gundah di dalam kesunyian
menatap roda roda sepeda yang semarak kesana kemari
hanya bisu

bola matamu meredup sembari melempar wajah ke kiri
aku di sini menatapmu mencuri waktu
tak perlu sapa saat bertemu
hanya drama, yang tidak kamu suka

lagumu terhenti, menoleh ke pintu lalu berpaling ke atasnya
waktu sudah larut
hari ini esok dan nanti sudah tidak ada kita

walau sesekali aku sangsi kau tetap berhenti
mungkin nanti ku dengar overtune suara lagumu yang dulu
hanya sangsi.

Thursday, November 27, 2014

Pick me up

Hari itu baru saja aku terlelap tiba tiba langsung kedua mata terbuka, seakan firasat yang datang jadi hantu di siang malam.
Aku berlari lalu membanting semua di tanganku sambil berteriak, beliau datang hari ini.
Matanya lebam pipinya merona bekas sapuan air mata
Aku menjadi batu tak bisa berkata apa apa, tak sedikitpun mulutku berbicara hanya wajah yang menampakkan amarah, pada diriku sendiri.
Apa sekacau itu aku merobek lembar lembar harapan? Segampang itu aku abaikan kasih sayang?
Aku hanya ingin menyendiri.
Banyak hal yang ku sembunyikan namun akhirnya mereka cari tahu sendiri, lalu mereka memahami walau sebagian.
Kau ingin berhenti untuk dunia yang baru atau tuntaskan tanggung jawab ini? Lembut ucapnya di telingaku.
Aku diam
Hanya ada amarah, bukan karena cinta mereka tapi diriku yang lelah
I can't solve my problem
Pertemuan singkat itu memberiku arti
Mereka tlah berubah kini
Aku menahan mencari kambing hitam
Entah kamu entah waktu semua ingin ku sesalkan
Kehilangan setangkai bunga seperti runtuhnya awal dunia,
Bodoh
Air mataku tertahan, andai saja kau bisa jelaskan
Kepada malaikat dari tuhan menggendong nyawaku sendirian
Aku rapuh
Tak semudah kau tertawa makan dengan temanmu
Hingga detik ini aku sangat ingin memeluk kedua malaikatku, memohon ampun sejadi sehabis tenaga yang tersisa biar aku lupa,
Lupakan kamu.

Di akhir hari ibu bersandar di bahuku, seolah masih rindu dengan doa kuat di hatinya
Aku pilu
Sekelebat pita hitam kembali berputar di kepala apa saja yang pernah kita tuliskan
Barulah aku ingat dia, tak seharusnya ku lakukan padamu.

Rasa paling romantis
Kau biarkan menangis
Cinta datang bukan pengusir sepi sendiri
Kasih terluapkan tanpa harapan kembali

Suatu saat kita akan saling merasakan
Di waktu yang akan datang.

Teruntuk penopang hati yang lumpuh berdiri, kedua malaikatku.
Dan kamu, sisi kiri sayapku yang robek sebelah.

Sunday, November 16, 2014

Mind power

Hidup kadang terasa singkat, terkadang terasa lama, apa sebabnya?. Terkadang terasa susah kadang terasa sedikit mudah,kenapa?. Saya sedang memainkan otak dan yang saya temukan adalah kekuatan sebuah sugesti. Saya mencoba memainkan pikiran saya lalu masuk lebih dalam sampai sampai saya rekam kalimat sugesti saya dalam ponsel dan saya dengarkan berulang ulang saat tidur berharap sugesti itu terekam dalam alam bawah sadar. Belum begitu terasa dampaknya tapi ada sedikit, saya yakin.
Dalam contoh lain pernahkah kamu percaya dengan seorang sales marketing sebuah produk yang cara dia menjelaskan dan memaparkan jualannya dengan kalimat yang meyakinkan? Seperti menggunakan kata tentu, ya..jelas saja, bisa saya jamin seratus persen, dan lain lain. Apakah kamu merasa yakin bahwa sales marketing itu tidak berbohong dan produknya benar benar bagus?, tentu hal ini dipengaruhi faktor lainnya, bukan cuma cara berbicara. Yang saya ingin sorot adalah betapa mudah goyahnya jiwa kita bila dipengaruhi, baik itu dalam hal yang baik ataupun hal negatif, dan yang saya temukan lagi adalah ketika kita memasukan unsur unsur positif dalam tubuh saya maka akan keluar hal yang sama begitu juga sebaliknya. Contohnya ketika saya mencoba sesering mungkin berzikir atau mengingat tuhan, ketika saya kaget asma tuhanlah yang keluar. Ketika saya sering mengucap hal kotor maka hal kotor itulah yang keluar. Artinya sebenarnya pikiran kita mudah sekali dipengaruhi dengan hal yang masuk dan dilakukan berulang.
Dalam keadaan yang jatuh dan pikiran yang entah lari kemana saya menulis, menulis apa saja lalu membaca apa saja, mengeluarkan isi kepala ketika saya merasa hanya sebuah tulisan dan Tuhanlah tempat yang tepat untuk menumpahkan isi kepala. Di suatu waktu saya mencoba mengingat ingat memori memori yang terekam sejak kecil hingga sekarang, tidak banyak tapi cukuplah untuk menjadi perbandingan. Ketika saya kecil belum banyak hal hal yang mengganggu pikiran hingga kadang merasa sedih sendiri atau gila sendiri, semua mulus saja. Hingga di perjalanan seiring berjalan waktu pola pikir yang sedang ingin berkembang mencari tahu hal macam macam dari a hingga z, dari nol hingga yang tak terhingga, mulailah muncul dilema dilema yang di umur itu belum bisa dibagi dengan orang tua sehingga sering kali dipendam sendiri. Dari hal itu saya menyimpulkan suatu hal, dimana saat tuhan melebihkan atau mengembangkan pikiran kepada manusia lalu pikiran itu terisi dengan berbagai macam hal baik itu positive dan negatif maka dibutuhkan juga sebuah sistem imun yang kuat, yang saya maksud sistem imun adalah cara manusia menjaga kesehatan pikiran dan jiwanya. Tahu kah kamu sering kali orang yang terlihat kuat, galak, atau bahagia itu sebenarnya tidak sepenuhnya memiliki sifat yang demikian? Kadang akan kamu jumpai seorang teman yang selalu bersenang senang, dia tertawanya lepas dan bila kita lihat sepertinya hidupnya lancar lancar saja tapi sebenarnya ada suatu hal yang coba temanmu sembunyikan dari publik karena hal itu sangat sensitif baginya.
Saya terdiam dan menyendiri beberapa waktu,mungkin cukup lama bagi orang patah hati namun sangat singkat bagi orang yang dimabuk cinta. Saat kita merasa jatuh, dan jauh dari kebaikan lalu secara tak sengaja diri ini mensugesti bahwa ini rapuh ini sulit ini susah, ini bencana dan ini sebuah kekecewaan bagi keluarga apakah akan menghasilkan dampak positif bila dibandingkan dengan sugesti positif seperti ini cara tuhan mencintai kamu, kamu orang terpilih dan hebat maka tuhan mengizinkanmu naik kelas dengan ujian, tuhan hanya menguji pribadi yang kuat, disayangi dan dipastikan kenaikan kelasnya, ini hal biasa dan proses dalam kehidupan tersenyumlah, sugesti mana yang akan lebih menguatkan?.
Saya yakin kamu tahu bahwa hati mudah diombang ambingkan, terkadang senang kadang sedih, kadang yakin kadang tidak. Itulah yang perlu saya perkuat untuk menangani isi kepala yang isinya macam macam, ibarat smartphone harus punya antivirus untuk memfilter hal yang masuk dan keluar. Dan mengetahui serta meyakini hal itu bukan hal yang mudah, sama dengan proses seorang ahli maksiat menemukan jalan pulang pada tuhan atau seseorang dalam menentukan prinsip hidupnya. Hal tadi membutuhkan proses lewat hal yang kita anggap ujian atau teguran dari tuhan. Ujian itu bukan cuma lewat kesedihan atau kesusahan tapi juga dalam kesenangan, kebahagiaan dan kemudahan, semua itu hanya tuhan yang tahu maksud dari skenarionya dalam peran yang kita mainkan.
Ini adalah salah satu proses saya dalam hidup, karena akan ada badai di lautan sana maka nahkoda ini dijejali beberapa tahap ujian agar bisa survive saat di kapal nanti. Semoga saya dan kamu bisa tetap berpikir positif dan memperkuat pikiran kita dengan cara selalu dekat dengan tuhan, karena saya merasa selama saya jauh dariNYA semuanya berjalan hampa seperti tak bertujuan dan terkontrol, walaupun yang dilakukan bisa buat saya tertawa dan merasa bahagia tapi itu semua seperti kamuflase.
Tetap semangat, mohon bantuannya agar bisa jadi lebih baik.

Friday, November 14, 2014

Jalanan lalu

Dulu
Yang kini aku sadari telapak kaki sering berpijak di jalan salah
Penuh debu seakan di depan mata ada setumpuk batu yang menggunung dan tubuhku hitam legam seperti siraman tinta serta di selimuti sinar jingga seperti senja
Mata ini berat menahan kantuk dan tangis
Kala kau anggap ini hal biasa tanpa rasa apa apa dalam benak ini bertanya lirih pada telinga
Aku lelaki macam apa?
Rasa itu dari yang kuasa dititipkan dalam jiwa kita
Pertemuan dan perpisahan bukanlah kebetulan semata
Mungkin cara pesan datang dari yang kuasa
Walau hirup napasku antara ada dan tersiksa, aku yang hina ini selalu berdoa
Bila hanya dengan menahan rasa bisa aku bersihkan namamu
Dengan doa bisa sedikit bantu ringankan bebanmu
Ulat saja membungkus tubuhnya untuk bisa keluar menjadi kupu kupu
Aku ingin layak di mataMU dan kamu
Karena kadar rasa ini begitu membeban
Aku sang begundal tak mau melihatmu nakal
Seperti ucap terakhir sebelum ku kau tinggalkan "jangan nakal"
Dengan rasa ini ku ingin kau tetap suci dengan bisa menjaga diri, jangan ikuti mereka yang hanya pandai merawat diri tapi mengabaikan urusan hati membunuh nurani hingga tak berasa lagi.
Ku belum mampu menjadi contoh tapi ku inginkan kau menjaga mata bibir dan telingamu
Mungkin berat di usiamu
Tapi ini demi kau tak menjadi seperti aku.
Saat aku merindukanmu, sekelebat fantasi aromamu menyeruak membuat bibir ini menyeringai, namun sejenak
Aku panggil namamu
Lalu ku pejamkan mata bayangkan kau menyahut panggilanku seperti malam itu.

Thursday, November 13, 2014

Tuesday, November 11, 2014

Hening lalu menyala

Seperti itu ku melihat seketika aku tertawa, ini apa
Sejenak itu menawarkanku obat dari racun dalam dada
Hingga kini tak berasa apa apa
Senandung hanya senandung saat itu hanyalah itu, aku bingung
Jam jam kemarin mendung datang, lalu deraslah hujan
Dia dan beliau beliau menuntutku dengan tanya mengapa
Sesakit itukah kau? Aku cuma diam
Dihardik dan ku menghindar, detik ini entahlah apa.
Kau tak pernah baca apalagi mengerti

Dia yang lalu sebelum dirimu kembali atas tangis wanita yang lahirkanku
Dia marahi dan hakimiku atas menghadapku dalam bayangan
Ini deritaku, itu pasti ucapmu.

Apa yang harus ku jawab?
Haruskah ku bilang setelah sekian penghujan ini datang rindu ini tak jua padam? Aku seperti kotoran.

Kita pohon yang dibelah petir, retak lalu jatuh saling menjauh ditarik gravitasi, hukum alam.
Kau tetap ditumbuhi daun dari akar yang kuat
Aku kering terbakar matahari.

Friday, November 7, 2014

Sabdaku padamu rambut merah tembaga

Getar sayup sayup keheningan
Dimana malam jadi sahabat yang sering membisu
Aku
Dalam kepulan asap ruangan pekat
Dirundung gelap menyeka seluruh tubuhku
Seketika
Lantunan merdu sang maestro bersyair menghipnotis jemari lentik lalu menulis
Tiba tiba langkahku terhenti
Sejuta tangan tlah menahan itu katanya
Mengisi hatiku yang kosong ditinggalkan kasih
Piluku tak tertolong untuk tak ingat kembali
Ingin ku maki mereka berkata tak perlu berlari mengejar yang tak pasti maka biarkan dia datang di hatimu katanya lagi
Makin menambah penuh duka tertahan dalam batin setengah gelisah
Aku bagai ujung kukunya
Terawat dia pandangi hingga cukup lalu dibuang hina tak teringat lagi
Anggaplah
Semua yang terjadi pergilah tinggallah kenangan dan kenangan
Sia
Sia aku membayangkan giatmu belajar tapi ku lihat potretmu penuh euphoria dunia yang gemerlap

Haruskan ku pungut ucapanku lagi
Yang ku lempar kau tampik dengan percuma
Maafkan aku melihat cahaya lampu bagai dirimu
Ingin ku mencumbu hingga ku mati
Walaupun nafas yang dulu ku hempas kini tak berarti
Namun kini sambil aku duduk sendiri ku mengerti arti tulisanmu yang tak ku rasakan emosi dalammu kehilanganku

Thursday, November 6, 2014

Mati

Iya..
Iya.. iya..
Kamu adalah yang terakhir
Yang aku beri rasa sedalam ini
Hukum aku bila dusta datang
Iya..
Kamu yang terakhir buat aku selayak ini
Hingga nanti akhirnya aku yang ini mati
Membawa harapan dan dikubur mimpi
Sampai tiba jiwa ini reinkarnasi
Kita tak lagi saling kenal
Iya..
Aku tak mengertikanmu
Kamu tak mampu mengerti aku..
Bila..
Esok itu waktu tak berhenti
Jangan panggil aku lagi
Mainanmu telah mati

Tuesday, November 4, 2014

For my forefathers

Mengubah haluan dari kiri ku ke kanan, mengubah tatapanku dari belakang ke depan, semudah meneteskan butiran air dari telapak tanganku yang kering, semudah berbicara dan bersuara pada mahluk yang tak bisu, dan ini terasa berat bagi jiwa jiwa yang terluka.

Dibalik senyuman dan semua perhatian, mereka bagaikan rumput yang bergoyang melambaikan tubuhnya untuk menolongku namun genggaman tangannya tak sampai, tak sampai pula menyentuh perasaanku. Tubuhku tergeletak, daging tak bernama dan otak yang tak memiliki visi ke depan. Aku hanya manusia jalang.

Biru biru langit menggangguku, bersama teman temannya yang panas tergambang kemuning dan yang tak berwujud namun menyentuh kulitku lembut. Mereka menamparku, aku hanya terdiam bahkan untuk siapa pun yang aku sayang.

Di tubuh ini tertanam sebuah nyawa dari tuhan, yang tak pernah aku minta namun aku diberikan sementara dan segera akan diambil bila tiba saatnya. Sementara kemuningnya menyengat kulitku yang semakin gelap.

Maafkan aku forefathers, mencoreng nama baik dan besarmu menjaga tegaknya sang saka. Bilamana waktuku tlah tiba bertemu denganmu, senyumilah jiwa ini dan peluk hangat. Genggamlah tanganku demi menguatkan kebohongan bahwa siksaan itu nikmat, nikmat atas apa yang aku perbuat.

Kalian semua punya cinta, meski tak jarang cinta yang tak memiliki kalian saat menyalah artikan keberadaannya, yakinlah esok hari lebih cerah dan berarti dalam hidup ini selagi bernapas. Untuk menjadi lebih baik apakah harus menunggu waktu?, dia tak merasa dan  mungkin tak ada hanya karena kita yang member nama, maafkan aku forefathers.

Ketika menikmati kesakitan itu yang dinamakan gila, aku ini level berapa? Inti jiwa yang tak lagi terasa, ingin ku belah dan ku rogoh dalamnya, apakah kau juga iya?. Saat tangan ini memegang belati bersama waktu dan suasana yang musikalisasi hanya akan menambah emosi untuk menyobek dengan cara yang salah lalu aku mati dengan sia sia.

I’m so sorry to hear that, i’m so sorry.

Perjalanan tatat ke barat (part1)

Langit senja berwarna jingga menampakan wujudnya dengan lantang kepadaku. Aku melewati jalanan soedirman yang letaknya kurang lebih berjarak empat gedung tinggi itu dari rumahku. Sendiri dan aku merasakan sendirian padahal yang lain terlihat tersenyum bersama gadgetnya ataupun bersama orang yang special dalam hatinya, entahlah mungkin aku saja yang sedang kurang beruntung merasakan hal yang sama.

Sekitar dua puluh lima menit aku berjalan dan sampailah aku di tempat biasa beristirahat setelah seharian di luar. Perkenalkan aku tatat, orang orang biasa memanggilku paling tidak kakak kakakku demikian, aku anak terakhir dari tiga bersaudara dan sekarang sedang mencoba untuk hidup sendiri di sebuah rumah sederhana yang aku sewa dengan uang tabunganku dulu, kira kira cukuplah untuk tinggal hingga tiga tahun kedepan.

Setelah menghela napas panjang aku rebahkan tubuh ini di lantai berlapis karpet setengah kumal. Mencoba berbaring meregangkan otot otot serta persendianku, dengan sedikit menguap aku melihat langit langit rumah dan mencermati seekor cicak yang sedang diam disana. Sedikit bergeser, tanganku coba memegang Koran pagi tadi yang belum ku baca, disitu aku melihat beberapa profil seseorang yang sedang diangkat menjadi topic minggu ini. Terpanalah mataku, bagaimana tidak disitu seorang gadis manis bersuara merdu sedang dibicarakan, tentu saja mataku dibuat kaku karena gambar diri yang ada di Koran, aku tak peduli dengan isi profil yang sedang dibahas.

Aku pun tertidur meninggalkan sholat magrib yang biasa terlewatkan, lagi dan lagi.

Sunday, October 26, 2014

Gombal gembol

Sampai kapan hal ini bertahan
Jiwa yang kosong mengubur diri
Dalam kesedihan yang sedikit
Membuat goyang langkah kaki

Bila saja aku bisa semudah itu
Tinggalkan kau pergi dalam sendiri
Tak ada kawan saat kau kebingungan
Tapi aku tak tau apa apa

Sedang apa kau di sana sayang?
Jangan berbohong padaku
Bila sedih itu membuatmu lemah
Ambil jiwaku jadikan pijakan langkahmu

Aku tak punya banyak untukmu
Tak berjanji selamat dan kenyang nanti
Aku hanya merasa cukup habiskan waktu
Dan nikmati hidup dengan nafasmu di dalamnya

Aku kerikil kecil dalam dingin udara sumbing
Menusuk tulang dan membuatmu menggigil
Hangatkan aku lagi saat aku lapar
Saat aku menangis

Aku hilang arah saat meninggalkan tuhan dan kehilangan kamu
Aku pembangkang dan pendusta tak beraturan
Hidup dibuai mimpi saat pergi dan pergi
Kasih,bila kau tak kembali mohon kenang
Apapun yang ada dan ajari aku memaafkan kita

Dialog aku kepada kamu

Dialog aku kepadamu

Dia kekasihku
Yang tinggal di dalam hati dan pikiranku
Yang menghabisi waktu dan hari hariku
Yang menyusup dalam aliran darah
Memompanya deras dari bilik jantungku

Dia kekasihku
Yang membelai nuraniku dalam doa
Yang tinggalkan kenangan di dalam jiwa
Yang menertawaiku dalam luka

Dia kekasihku
Yang aku tunggu dengan tangan terpangku
yang wangi tubuhnya mengsugesti pikiranku
Yang pergi raga sisakan air mata dalam tawamu

Sesungguhnya dia kekasihku
Yang kini berjalan dengan kamu
Yang kadang khawatir emosikan gesturku
Yang ku lihat sering menyayat dengan sembilu.

Dia kekasihmu.

Sunday, October 19, 2014

Overall over

Bing bing bing, bam bamm cassshh
Pria berjalan lurus
Di jalanan ramai dekat chinatown
Dengan dandanan stylist maskulin
Jeans dengan atasan t shirt putih polos dibalut jaket kulit
Melindungi kaki dengan boots kulit dan membunuh kehampaan dengan menutup telingat dengan beats dan lagu lagu pop rock melow ala pria
Dia berjalan sendiri menuju tempat bermainnya dengan waktu
Matanya fokus ke depan sesekali menunduk dan menoleh ke kanan kiri
Tak satupun kenal walau terkadang tersenyum isyaratkan menyapa
Merpati merpati putih beterbangan tersentak ketika dia melewati persimpangan yang dihiasi air mancur di tengahnya.
Terkadang kerikil di jalanan ditendangnya
Nafasnya berasap, cuaca lumayan dingin untuk tubuh asia tenggaranya
Di dekat sungai dia berdiri di atas jembatan, berhenti sejenak melihat gelombang air ke hulu bersama daun hanyut di atasnya.
Tangannya merogoh saku di jaket sebelah kanan
Dia memegang potret seorang wanita bersama wajahnya, terlihat senyum bahagia kala moment itu diabadikan
Tiga menit empat puluh delapan detik lelaki itu memandang
Senyumnya rapuh, terlihat bahagia yang dipaksakan namun air matanya tak keluar
Di ujung atas sebelah kiri lembaran potret itu dia merobeknya perlahan
Dia lempar semua robekan ke sungai
Biar aliran air itu membawanya ke hulu surga biar bertemu di dimensi yang berbeda kelak.
Lelaki itu merogoh saku celananya, dia ambil selembar kertas yang dilindungi dengan plastik di depannya dituliskan seorang nama pria dan wanita, tepat di bagian kanan bawah tertera nama lelaki itu karena memang ditujukan kepadanya.
Dia tersenyum walau belum membuka kertas itu tapi artinya sudah dia dapatkan.
Lelaki itu melanjutkan jalannya dari jembatan menuju ke selatan kota berlin, ada hal yang harus dia lakukan walau hari itu bukan semangat terbaiknya, hatinya luka dan matanya terlalu angkuh untuk air mata.

Friday, October 10, 2014

Mencari apa

Uhukk uhukkk, hmmm testt testtt
Saya mau menulis, mau beropini sedikit aja, apa yang saya tulis ini merupakan bentuk ketidaktahuan saya tentang sesuatu dan kegelisahan saya melihat fenomena fenomena yang terjadi di sekitar saya, yang mau saya bicarakan adalah tentang pernikahan muda di kalangan muda mudi di sekitar saya khususnya teman teman maupun temannya teman saya atau juga sepupu kerabat dekat temannya teman saya, ya siapa pun itu he he. Apa yang saya ungkapkan ini bukan karangan, bukan bisa bisaan saya untuk menyalahkan atau membenarkan salah satu pihak, ini murni atas dasar dahi yang mengerut dan mata yang menyipit ketika mendengarkan cerita yang kurang layak untuk menjadi contoh. Buat siapa? Buat kamuuuu..iya kamuu..hehe. langsung ah.
Beberapa bulan lalu,sebelum bulan september dan oktober yang musim kawin, gila banyak banget undangan pernikahan yang masuk rumah,hehe saya gak sengaja jadi tempat cerita salah seorang temen yang kasian liat nasib rumah tangga temennya, kebetulan yang cerita itu cewek.
Gini, apa si yang kamu pikirkan tentang pernikahan di usia dini? Menghalalkan? Pengen punya bayi lucu? Biar bisa bareng bareng dan gak dosa? Terus pasangan yang seperti apa yang pantas buat dampingin kamu? Ganteng? Cantik? Seksi? Maco? Anak motor? Yang keren? Yang kaya? Its a bull shit men! Bahkan ada yang rela buat hamil duluan buat dapet restu orang tua, nekat ngelamar walau belom kerja, atau kerjanya barusan aja itu pun kontrak setahun dan gak tau tahun depan diperpanjang apa enggak, hap hap hap outsourcing lagi. So? Emang si banyak banget pendapat yang gini, gak apa apa nikah tu pas belum mapan biar anak dan istri ly ngerasain susahnya nyari duit, kira kira bener gak? Men..men.. semua itu ada sisi positif dan negatifnya, menurut saya itu semua yang berhubungan dengan pernikahan itu bukan hal sepele yang main main, itu bukan cuma menghalalkan jalan lu buat menjamah si dia sesuka elu, tapi ini juga masalah menyatukan dua keluarga besar dengan latar yang beda. Karena banyak kasus keluarga masing masing pasangan kurang harmonis satu sama lain,kurang sreg ini lah, itu lah, dan lain lain, bentar.. masang obat nyamuk dulu, nyamuknya ganas...
...
...
.....
Nah,udah lanjut... nah apalagi nikah di usia muda dengan rentang usia pria dan wanitanya sangat dekat, bukan berarti saya bilang gak boleh ya, soal jodoh siapa si yang bisa ngatur kecuali yang di atas?
Kecenderungan sikap yang masih meledak ledak dan emosional di usia muda bikin nasib pernikahan itu rapuh, seperti tertanam bom waktu di dalam tubuhnya yang sewaktu waktu bisa meledak kapan aja. Hey man jangan pernah percaya janji an rayuan saat kamu mabuk cinta, please... trust me pakde mbokde... yang keluar dari mulut dan sikap kita pada saat mabuk adalah mabuk juga, janji itu semua sewaktu waktu bisa hilang dan remuk walau udah dipakein sumpah segala atau atas nama tuhan juga. Saat emosi mengontrol isi kepala dan tubuh semua bisa saja berubah seratus delapan puluh derajat, siapa si yang bisa menjamin bila menggantungkan semuanya pada manusia? Yang menentukan tetap yang maha kuasa men.
Temannya temanku itu menjadi seorang istri dari pengusaha muda, kalo namanya di search di google gak ada si hehe tapi penghasilannya lumayan kalo dibanding saya, suaminya bisa beli mobil, rumah, motor, emas dan lainnya. Nah sedihnya gemana padahal dengan semua fasilitas tadi harusnya bahagia kan? Mereka itu pasangan muda, dan sekarang sudah punya seorang bayi berumur 4 bulan, namun seiring jalannya waktu yang singkat itu si cewek tadi baru tahu kondisi asli suaminya itu, suami yang tempramental, masih suka main sama kumpulannya sampe larut malam dan bahkan gak pulang pun, dan yang miris adalah masih suka main perempuan lain secara sembunyi sembunyi di belakang si cewek tadi, what the hell? Do you have a penis? You just shemale!!, maap maap kebawa emosi...
Kenapa bisa begitu? Saya pun kurang paham, yang jelas saya sedikit heran dengan apa yang terjadi di sekitar saya, kasus ini bukan cuma satu tapi banyak, jadinya sepeti apa nanti? Entahlah.
Saya jadi berpikir, apakah cewek tadi sudah memantapkan pilihannya? Apa dia cukup yakin dengan perkenalannya sejauh ini? Atau ada faktor lain? Seperti melihat si lelaki yang sudah mapan dengan banyak kecukupan atau hal lain seperti mereka sudah melakukan sex di luar nikah jadi si cewek merasa dia harus dimiliki lelaki itu selamanya? Saya tak tahu. Apakah segitu mudahkah bagi lelaki berdompet tebal memperdaya seorang wanita? She is not bitch, dia mahasiswa dengan ipk yang lumayan, dia cerdas di kelas, apa korelasinya? Gak tahu, saya cuma heran. Mungkin kalimat saya bentuk iri hati dengan nasib mujur pria itu, tapi paling tidak ada sesuatu yang jadi saya pelajari untuk saya bagi kesemua.
Di usia yang masih muda, masih banyak yang harus dipelajari, dilakukan, dan dimantapkan, dan itu semua mungkin tak kita dapatkan setelah menikah, bila mendapatkannya pun mungkin tak senikmat pas lajang dulu. Selain itu juga perkembangan psikologis yang belum matang bisa jadi hal yang membahayakan, saya rasa sangat tidak pantas bila seseorang yang sudah menikah masih bertingkah seperti bocah, apalagi yang sudah memiliki anak, akan meniru sosok mana si anak ini kalau tidak orang tuanya yang dia tiru. Perilaku menyimpang dalam berpacaran pun perlu di hindari, melakukan sex diluar nikah atau pun yang hampir mendekati itu. Saya tahu bagi yang berpacaran pasti susah menghindari hal macam itu, di lingkungan saya sudah menjadi hal yang lazim walau sebenarnya dalam hati saya begejolak melihat itu semua, tapi biarlah kita doakan saja yang terbaik. Selain membahayakan dari segi kesehatan dan dosa besar, hal itu juga yang akan memberatkan kamu semisal hubungan kalian kandas, apalagi misalnya kalian menikah muda karena mengandung terlebih dulu atau istilah dari guru sosiologi saya di SMA dulu MBA, jujur saya pertama denger dari guru saya itu hehe.. jangan sampe, selain akan susah menjelaskan ke orang tua, kasian juga si anak, secara islam saya pernah baca itu bukan anak ayahnya dan ayahnya gak bisa jadi wali si anak, itu akan susah buat si analk nanti kalo dewasa, bakal ribet deh.
Jangan tertarik dan suka sama lawan jenis dari tampangnya aja, body nya aja, kemapanannya aja, atau apapun yang dari luaran aja, jangan. Kalo kamu bayi kamu gak akan ngerti kalo kedondong bijinya berduri dan durian ternyata buahnya lembut, cerdaslah mennn, cerdas, mungkin salah satu cara buat kamu adalah liat potensinya pacar kamu untuk sukses dunia dan.sukses proses pendewasaan dirinya. Akan ada banyak perbedaan yang terjadi pas masa pacaran dan pas nikah nantinya. Dan yang paling penting, bukan sok menggurui ya tapi paling gak kasarannya mamah dedeh di tipi yang pernah bilang, pilih pasangan berdasarkan agamanya, seberapa tangguh dia ngelawan godaan dan seberapa taat dia sama tuhan, karena kalo pasangan kita pegangan agamanya kuat dia gak akan aneh aneh yang akhirnya bakal menyeret kamu, anak kamu dan nasib pernikahan kamu ke jurang kehancuran, ediann ahh haha.

Mungkin itu saja opini yang bisa saya tulis, sebenernya banyak, tapi lupa haha. Sekali lagi saya tidak bertujuan untuk menyalahkan salah satu pihak, saya hanya ingin beropini dari fenomena yang belakangan ini saya temui. Namun, doa selalu saya berikan kepada semua teman saya yang beberapa bulan terakhir ini  menikah atau dalam beberapa bulan ke depan akan menikah, semoga bisa menjadi apa yang diimpikan dan selalu belajar, serta jangan terlena karena diagungkan pas resepsi dan malam pertama ya.hehe
Terima kasih

Thursday, October 9, 2014

Untold

Yeah, I leave my breath again
Her smile her lips her laugh
Every part I miss
She`s gone..
I never know

But, if every step I make
And many song I sing
Not make her comeback
Maybe this is voice of god

God, lets sing with me
My friends playing guitar
With my lovesick melody

God, I really really miss her
When she`s sleep beside me
I see her face and touch with my finger

I kiss her lips
She hold my hand and make a promise in the name of You
But now she`s gone

Its so sick, crowd inside my head
I lose my focus
What the meaning of love?
Its seriously or just a joke?

God, I know
Im just an actor in your movie
You give me little script in my mouth
I see

But thanks a lot God, Thank you so much
You wrote love story, and its so great.
Heal me god, please. Its so sick.

Wednesday, October 8, 2014

Carla de antoniette

Musim panas membakar gelapnya kulit
Panorama dari sudut pandangku kian hari makin menyempit
Pasir putih tempat jejak telapak tersapu ombak yang berlari
Aku di depan matamu

Dialogku menahan tangan di uluh hati sempat terhenti
Dimana mosi tak percaya meracuni jiwa ini
Robekan kertas yang penuh coretan warna warni menguning tak biru lagi

Tak lagi ada getaran ku temui
Saat mata memanah sosokmu misteri
Lututku rapuh santapan rayap
Aku di depan matamu

Dimensi pisahkan wujudmu sedang bayangan tak mampu direngkuh
Kau tak ada tapi nyata
Kau nyata tapi tak ada

Aku di depan matamu

Carla de antoniette

Musim panas membakar gelapnya kulit
Panorama dari sudut pandangku kian hari makin menyempit
Pasir putih tempat jejak telapak tersapu ombak yang berlari
Aku di depan matamu

Dialogku menahan tangan di uluh hati sempat terhenti
Dimana mosi tak percaya meracuni jiwa ini
Robekan kertas yang penuh coretan warna warni menguning tak biru lagi

Tak lagi ada getaran ku temui
Saat mata memanah sosokmu misteri
Lututku rapuh santapan rayap
Aku di depan matamu

Dimensi pisahkan wujudmu sedang bayangan tak mampu direngkuh
Kau tak ada tapi nyata
Kau nyata tapi tak ada

Aku di depan matamu

Diskuterm

Diskuterm adalah lagu yang saya dan teman saya buat, lagu itu bercerita tentang kisah cinta yang cacat, dimana hanya sebelah tangan dan terjadi sedikit penolakan halus dari satu pihak, namun karena hati sang pria sudah terlanjur terjatuh dan terjerat perasaan yang sulit dilepas akhirnya patah hati yang dalam sulit untuk ditolak. Di dalam hati sang pria pun terjadi gejolak antara dia harus tetap bertahan untuk menunggu atau melanjutkan jalan hidup untuk mencari kisah selanjutnya.
Lagu ini di buat pada tahun 2009 an dengan bahan mentah dari gitaris saya "randy",lalu disempurnakan aransemennya oleh daydream, untuk lirik dan cerita saya yang menulis. Diskuterm jarang dibawakan daydream manggung sebab saat itu daydream lebih memfokuskan diri di genre alternative rock, dan lagu ini tidak masuk di genre itu. Setelah daydream bersisa dua orang yaitu saya dan randy dengan format akustik, daydream mulai mengeksplorasi dan membuat lagu yang easy listening dengan lirik yang masih puitis dan adaptasi dari puisi saya. Lagu ini akan ada dalam mini album daydream yang pertama, nanti dalam paket penjualannya akan saya sertakan cerita pendek tentang lagu lagu yang ada dalam album serta t shirt. Insya alloh 50% dari penjualan itu akan kami berikan ke salah satu panti asuhan di kota semarang.

Sunday, September 28, 2014

Sempit

Anak mama pernah berkata apa yang dia mau harus ada, entah bagaimana caranya yang dimau harus ada di depan mata. Mama pernah berkata sabar ya nak nanti setelah kau mampu berjalan tanpa dipegang ku belikan kau sepatu dan sepeda. Di rumah sederhana, hanya ada orang tua dan diisi perabotan bernama cinta hiduplah tiga manusia berbeda usia, dia adalah ayah, bunda, dan bayi lelaki mungil tanpa dosa. Tiap malam jam dua belas lebih sekian menit si mungil menangis mengganggu heningnya malam dan menggugah tidur pos satpam. Ibu terbangun kebingungan, membangunkan ayah yang lelap tertidur di bawah. Tangisan itu disambut senyum dan sindiran manja dari keduanya, "ada apa siii si kecil iniii? Lapar yaaa, nyuu nyuu nyuu, cup cup cup", sambil mengelus pipinya ayah berucap demikian. Bayi itu tetap menangis makin histeris, ibu menggendongnya lalu menyusui bayi itu penuh cinta, ternyata popoknya juga basah. Ayah dan ibu saling memandang mengisyaratkan siapa ini yang giliran mengganti popok si kecil, "ayolah yah katanya mau belajar mengganti popok," celetuk ibu. Ayah tersenyum dan menggaruk kepala, dahinya mengerut heran. Hahaha iya iya, si kecil mau dipegang ayahnya yaa, mana mana sini anak ayah, ayah berucap demikian. Setelah semua selesai, ibu menggendong si kecil lalu menyusuinya lagi dengan lembut ia gendong sambil duduk di tempat tidur dan tangannya menepuk nepuk lembut pantat si kecil, sedangkan ayah merebahkan badannya kembali di tempat tidur sambil sesekali melirik ke arah ibu dan si kecil, ayah pun tersenyum kecil, " seperti apa ya dia besok kalo sudah besar? Si kecil butuh apa lagi biar badannya sehat?" Seru ayah kepada ibu. Ibu tak berucap apa apa, hanya memandang ke meja kecil yang di atasnya berisi kardus makanan bayi dan beberapa popok serta baju, ayah mengerti apa yang dibutuhkan tapi hari itu adalah tanggal dua puluhan, dimana persediaan uang menipis, mungkin bulan depan barus bisa memenuhi kebutuhan si kecil lagi ujarnya dalam hati.
Dulu sewaktu si kecil belum ada dan mereka hanya dua remaja muda penuh kasih, kemana mana bersama menghabiskan waktu untuk sekedar tertawa dan tersenyum. Tak kenal lelah lelaki itu berusaha menyenangkan hati si wanita, hingga di hari redup dan awan memudar seiring turunnya hujan, petir berisik menampar nampar suasana dan langit, bencana itu dimulai. Pulang sekolah mereka berdua terjebak di perjalanan, sepi.... kala itu senja mulai datang dan meredup, jingganya hilang ditutupi kelam, sekelam birahi yang hinggapi di dada. Rasanya getaran yang melemahkan sendi sendi itu makin hebat menginveksi mereka untuk semakin mendekat.
Dipeganglah jemari wanita itu dengan penuh manja, mereka saling malu hingga waktu yang membuat si malu pergi. Mereka seakan menari nari tanpa berdiri, saling bicara mesra tanpa kata, saling mengerti apa yang harus segera dilakukan. Mereka ternyata tak berdua saja, banyak yang melihat dan pengaruhi nurani mereka, hingga tubuh pria wanita itu terkapar tanpa busana, tertidur sejenak setelah nikmat dan sesal menjadi satu dalam suasana.
Wanita itu membangunkan si pria, raut wajahnya kaku, penuh gelisah tiada bersinar. Mereka saling diam, saling sesal dan meminta maaf. Apa lah arti sebuah maaf saat positif mereka menjadi bertiga? Mereka sibuk sendiri, hancur semua hasil belajar dua tahun ini. Orang tua mereka tak mengerti, namun cepat atau lambat bangkai itu tercium juga, kotoran itu terlempar ke muka juga. Hilang sudah kata kata cinta, senyum senyum indah dan manja sepasang insan dimabuk rasa, semua menjadi berbeda atas selebrasi yang berlebihan yang mengatas namakan kata cinta, ternyata iblis tertawa hebat dan terbahak karena sudah berhasil kelabuhi makna cinta mereka.
Mereka menikah, tanpa restu penuh tanpa bahagia lancar. Hambar...
Diusirlah dari kedua belah pihak, berpisah dengan kedua orang tua diiringi melodi kekecewaan semuanya. Harus ku tebus ini semua dengan keringat dan darah. Mereka tak pernah selesaikan studi dan tinggal di rumah kecil hingga si kecil membesar dan mengerti.

Saturday, September 27, 2014

Kayak mana

Tahan tahan
Menahan menahan
Menahan untuk tahan
Tahan untuk menahan
Menahan tahan untuk kamu
Kamu untuk menahan tahan
Tahan kamu untuk menahan
Menahan untuk kamu tahan
Tahan untuk menahan kamu
Menahan aku untuk rindu
Aku rindu untuk menahan
Rindu aku menahan kamu
Di sini menahan rindu
Kamu

Wednesday, September 24, 2014

Saya ini siapa?

Saat menulis ini saya sedang iseng di jam dua lebih sepuluh dini hari, setelah surfing di dunia maya liat sosmed temen temen, kepoin mantan gebetan mantan pacar, pacarnya mantan pacar, temennya mantan gebetan, temennya pacarnya mantan gebetan, serta temen temennya lagi pokoknya banyak ha ha ha. Saya ngeliat beberapa yang pacaran termasuk mantan gebetan atau temennya pacarnya mantan pacar atau gemanalah itu bahagia banget bisa seneng seneng kesana kemari, wisata kesana kesini, foto disana disini, not just self potrait, berarti kemungkinan mereka ngdate gak sepasang aja, artinya sama temen atau keluarga, ow.. saya tertegun, kenapa? Karena saya ngerasa gak pernah yang kayak itu, hmmmm bentar bentarrr, dulu kayaknya pernah sih poto poto dan ngedate hampir kayak gitu tapi kapan ya? Haha memorinya mungkin gak terlalu manis jadi lupa, aha lupakan.
Nah itu, why? Saya seperti orang aneh dengan kebiasaan yang buruk, hampir setiap orang bisa hangout bersenang senang, update foto dan lokasi di path atau ig atau sosmed lain, saya? Hampir lupa ngecek tempat kalo pergi, itu pun perginya gak ke tempat nongkrong yang famous. Lalu timbul pertanyaan dalam benak, apa ini artinya mantan mantanku gak bahagia pas pacaran sama saya? Cuma pergi makan bareng sesekali, ngobrol ngobrol di rumah atau di motor aja, tanpa foto foto (kebetulan saya gak pede,kalo pas niat poto mukanya mendadak makin jelek) dan seperti monoton gitu ya? Saya beranggapan dimanapun, situasi apapun, gak peduli susah senang, asal itu dilewati sama orang terkasih pasti menyenangkan, sebenernya saya ini siapa dan dimana? Penyendiri, tak terlalu luwes dalam pergaulan, misterius ( kadang marah tanpa sebab) kata beberapa mantan, lalu apakah ini watak? Karakter? Apakah ini baik? Bagaimana cara ngerubah sifat buruk ini biar lebih baik? Huffffffff #sokalay, iyadeh, tiap kali liat temen update nongkrong pasti saya gatau tempatnya dan itu tu tempat apa, padahal familiar di kuping tapi saya acuh aja gak berniat nyari tau,  hmmm ni setingan tempatnya kayak di tv ya, mata saya berkaca dan ngadep kamera, action!!!
Untuk kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, kamu, dan kamuuuuuuuuu saya mohon maaf bila dulu selama pacaran dengan saya jarang ngajak pergi bareng buat wisata, gak bisa ngelindungin kamu dari panas debu sama ujan, banjir juga, saya gini adanya, hoho tapi kalo memang kamu kenal saya hingga pernah ada rasa harusnya kalian bisa memaklumi karakter seperti saya. Lalu tepuk tangan dari penonton bergemuruh, gaduh, kayak suara seng di pukul pukul, selesai.

Sunday, September 21, 2014

SOULJAH - Bagaimana Caranya

Bagaimana caranya ku menghilangkan pacarmu
Bagaimana caranya merebut lagi hatimu

(*)
Setelah sekian lama kau mengisi hari hariku
Kau yang selama ini selalu ku tuju
Hangat pelukmu membekas dalam jiwaku
Dan bagaimana ku bisa melihat kau dengannya

Reff :
Anganku pun tenggelam bersama aromamu
Yang tersisa di tubuhku seperti lekat selamanya
Semua perlahan punah padahal kita indah
Dan bagaimana diriku melupakanmu

Back to : (*)
Bagaimana caranya ku melupakanmu

Monday, September 15, 2014

Ayah

Ketika aku kecil sering kali aku bersedih karena ayah
Aku pernah mencuri uangnya karena dia berbohong akan memberiku upah mencabut ubannya
Aku curi uangnya untuk membeli dua buah semangka kuning dan beberapa jajanan di pasar
Aku yang tak mengerti
Aku selalu dijaganya dengan hati hati hingga tak jarang ayah memarahiku dengan keras
Aku dikurung di sangkar emas
Aku tak bisa mengeksplor jiwa kekanakanku, aku hanya bisa menulis.
Kala teman temanku memiliki mainan baru aku merengek, ayah selalu membelikan
Pernah karena membeli mobil remote control ayah bolak balik ke swalayan meminjam motor tetangga
Dan aku masih tak puas
Aku yang tak mengerti
Dan waktu televisi di rumah rusak aku tak bisa menonton acara kesukaanku
Aku memanjat pohon dan terdiam
Tiba tiba ayah diantarkan televisi baru oleh seorang kurir, ayah yang membelinya, entah uang dari mana karena yang ku tahu ekonomi kami sedang payah
Aku yang tak pernah mengerti
Ketika aku beranjak dewasa
Ayah meminta untuk ditemani diajak berdiskusi, berbagi isi kepala dan rasa
Aku tak bisa selalu ada aku di luar kota
Saat aku tampil di televisi dengan band dan rekaman
Ayah membanggakanku di depan temannya, selalu ayah sebut namaku dan menutupi cacatku
Ayah membanggakan aku dan selalu menyimpan lagu baruku di ponselnya
Seperti apa perasaannya aku tak pernah mengerti
Ayah tak pernah menangis
Walau di saat nenek pergi tinggalkan kami, tak setetes pun ku lihat air mata jatuh dari matanya
Saat ibu masuk rumah sakit pun walau raut wajahnya menunjukan kecemasan dan khawatir selalu ayah eluhkan saat bersamaku tak setetes pun air mata keluar, berbeda denganku yang cengeng.
Aku yang belum bekerja selalu disokong ayah dalam finansial
Ayah seorang manager yang handal
Dalam keterbatasan kami, ayah anggarkan sejumlah uang untuk ku wujudkan mimpi
Tapi entah kenapa, aku tak selalu bisa terbuka dan menunjukan sayangku ke ayah
Ingin rasanya mengucapkan, memeluk dan memijiti bahunya setiap hari tapi entah kenapa seperti ada dinding batu yang membatasi kami
Atau mungkin aku trauma pada sikap keras ayah?
Atau aku yang tak tahu diri untuk membalas sedikit kasih sayangnya?
Kadang aku marah pada ayah karena terlalu keras dan kolot dalam berpikir, tapi aku tak bisa berjalan stabil bila tanpa ayah, aku bukan apa apa tanpa kasih sayang ayah
Aku selalu ingin menangis di pelukan ayah dan berharap kami bisa bersahabat kembali seperti waktu kecil.
Ayah pernah berucap bahwa Ia tidak ingin aku merasakan sakit dan kerasnya hidup seperti apa yang Ia rasakan waktu kecil
Sedikit lebih aku tahu latar belakang kehidupan ayah dari ceritanya dan cerita ibu.
Saat aku berbohong pada ayah, mulai detik itu aku selalu tak tenang, ayah paling tak suka dibohongi
Aku takut
Aku menggigil kedinginan
Dan harus selesaikan masalah tapi aku tak mampu
Aku malu pada ayah karena tak sehebat dan sekuat dirinya
Di umurku yang segini aku tak bisa berbuat apa apa yang membuat ayah tersenyum.
Ayah, lelaki terhebat yang berjuang untuk hidup keluarganya
Ayah, suami paling romantis yang menunjukan cinta dengan sikapnya disaat genting
Ayah, seorang yang berhasil mengubah kesulitan menjadi masa depan yang lebih baik
Ayah, ayah yang keras terkesan cuek namun memiliki perhatian yang besar
Ayah, imam keluarga yang aku rindukan menjadi makmum dalam sholat lima waktunya.
Ayah, aku menyayangimu namun sulit untuk aku visualkan, tapi dalam hatiku selalu ada ayah disini.
Maafkan semua kesalahanku, sungguh maafkan aku ayah
Terima kasih atas doa doamu, puasamu,dan usaha usahamu untuk menghidupiku.
Ayah, maafkan aku yang selalu diam dan tidak terbuka, aku hanya tidak ingin merepotkan ayah, membuat khawatir ayah, dan aku tidak ingin melihat ayah sakit
Ayah, sahabat terbaikku yang sempat aku lupakan.

Ayah, aku juga menyayangimu.

Friday, September 12, 2014

Layu, aku

Rumah adalah tempat pulang
Dimana merasa lebih aman
Dan nyaman untuk berbagi
Rumah adalah tempat untuk bertahan
Dimana luka dan bahagia membaur di tempat yang sama
Rumah bagiku surga
Dimana tanpa punya apa apa kau selalu merasa ada
Bagi mereka langit adalah kawan
Petang dan siang beradu merdu
Iringi sekian detik yang dilalui
Pertanyaan muncul sekali lagi
Setiap hari
Dimanakah arti kata mereka
Bukan yang ku jabarkan di atas
Tapi pengisi rumah di dalam rongga dadaku
Tanpa penghuninya sesak selalu menyekik dalam
Hingga sulit untuk bernapas lega
Aku adalah rumah bagiku sendiri
Aku pecinta sepi
Semuanya sepi karena terpaku pada diriku sendiri
Layu adalah menghitam
Dimana jantung lemah untuk berdetak
Dan nyawa serasa tak berguna
Aku layu
Di setiap jalan hanya suara iringan gitar yang ku inginkan
Disana aku melihat mereka bahagia, aku tak kemana mana
Tak ada yang mencoba menatapku
Atau ku halangi sorot mata dengan telapak tanganku
Apapun yang terjadi tak akan pernah aku sesali
Adakah yang bisa merubah
Apa yang sudah merekah mengakar dalam jiwa
Sendi sendi terasa kaku
Tertawa lepas menjadi impiku
Aku layu
Aku meminta tak kepadamu tapi bayangan dalam cermin
Aku berharap selalu bahagia
Yang telah ku titipkan tuhan untuk diberikan kepadamu
Dinda, dimana tak lagi bungaku datang di malam minggu
Dimana harumku pudar saat hampiri rumahmu
Aku sudah layu
Atau hidungmu tlah enggan mencium aromaku
Dinda, disaat ini aku pergi
Mengejar mimpi terpaku pada diri sendiri, aku layu
Dinda, cobalah sedikit merasa, sebentar saja kau rasakan perubahanku tanpa kamu
Rebahkan mahkotamu di bahu pria lain
Aku terluka dalam lupa
Aku bukan siapa siapa
Semua ku tulis penuh dengan aku
Menunjukan egoisku tanpa mengerti dirimu
Dinda, aku bertahan untuk sebuah mimpi
Berharap langit berubah
Dan kita berdua kembali berulah.

Thursday, September 11, 2014

Jika

Jika aku kamu
Kamu aku jika
Aku jika kamu
Dan kamu jika aku
Aku dan kamu jika
Kamu dan jika aku
Aku jika dan kamu
Kamu jika aku dan seseorang
Aku jika seseorang dan kamu
Kamu dan aku jika seseorang
Aku seseorang jika kamu dan
Dan kamu seseorang aku jika
Aku dan kamu jika seseorang itu bukan dia

Tahan

Sebenarnya sudah tak mampu membendung malu, kala melihat pengamen cilik bekerja keras menjilat keringat, aku bukan apa apanya. Sewaktu aku berjalan sendirian mengukur aspal dalam kota dimana aku lahir, aku benar benar asing, apakah memang terlahir untuk menyendiri? Aku sama sekali tak nyaman dalam keramaian, walau sedikit jenuh dalam kesendirian. Aku masih saja terhenti, tak kemana mana, salahku apa? Banyak!
Aku memang perasa namun sadis dan keji, tak sungkan aku membunuh demi apa yang aku mau, mengorban apa yang penting demi nyata nya impianku. Aku sendiri
Pengamen kecil itu terus saja bernyanyi, aku iba walau sebenarnya dia lebih baik dari aku.
Aku pandangi terus, dan terkadang hela nafas panjang terasa sesak sambil melihat kelangit, aku salah apa? Banyak!
Sudah berapa kali aku gagal? Di sekolah, di dalam band, di dalam forum,dalam keluarga, dalam cerita cinta, semuanya menyesakkan namun tak ada yang lebih dari yang terakhir, rasanya benar benar seperti runtuh. Aku hitung ini bukan pertama aku terperosok dalam cerita sama, dia korban dan aku korban, kami saling melukai, ini bukan cinta yang sebenarnya. Aku harus membohongi kenyataan, membohongi yang lain yang mungkin lebih tulus darinya, apalah artinya aku? Gak ada!
Aku turun dari motorku, lalu berjalan saja entah kemana sambil ku hisap djarumku hingga mataku berair ingin muntah dan sesak, tapi tak ada pembanding yang hebat kecuali sakit jiwa ragaku, entah. Aku mati rasa, tak lagi peka, pengunci pintu dan penyendiri, aku salah apa? Banyak!
Aku sedikit tertawa saat seorang banci bernyanyi dan menggoda tetangga, aku pun lari, ya sekedar saja, semenit saja lalu kembali seperti biasa. Ku ambil ponsel dan menulis lagi, apa yang aku rasakan. Pernah ibu mendesak aku bercerita namun aku tak sanggup,ini terlalu sepele pasti, tak pantas aku mengadu untuk hal seperti ini, meluapkan dalam doa pun aku bingung doa seperti apa, aku sebuah noda, yang mengering namun mudah hilang.
Aku pun bosan menulis lagu cinta lagi, walau kata cinta tak pernah aku tulis dalam liriknya, aku bosan.
Tapi aku terbiasa menampakan apa yang terasa, aku tak bisa menjadi pendusta, kata wajahku kepada cermin.
Siapalah yang sudi membaca semua ini kecuali aku sendiri, aku pantas dilupakan dan dibuang, aku bukan apa apa, menyedihkan? Iya!
Pantas aku diiba, setidaknya aku pernah berusaha menjadi yang ada, yang selalu menjaga, semampuku yang begini, andai beribu dollar aku miliki, tak segan ku bawa kau pulang ke rumah tiap minggu, tiap hari kalau perlu, andai semua itu ada, semuanya untukmu, tapi apakah arti dari kata andai di dunia. Aku pemimpi? Iya!
Di ujung perjalanan, aku kembali mengayuh motorku, pikiranku kemana aku tak tahu, jauh di pulau lain barang kali, ya beginilah.
Terakhir kali, aku beranikan melihat fotomu, yang tak sendiri, bahagia dengan senyum melingkar lebar, lebih lebar dari bersamaku, apalah artinya aku? Aku malu, bahkan ingin pergi dari mana pun kau ada, hilang saja dan seketika di kota lain, rasanya aku ingin diposisi sakitnya dipukuli warga kampung, atau dikeroyok pemuda mabuk, sakitnya tak sepadan. Aku bukanlah aku bila apa yang aku mau tak aku usahakan mati matian.
Kini aku sadar, aku kamu adalah manusia yang tak kekal, cintaku ke kamu juga. Tapi selalu ada tempat untuk bekas jejak yang tersisa, kamu selalu ada di hatiku, aku yakin kita bersama di dimensi berbeda.
Ketika kita memang tidak ditakdirkan bersama, itu tidak apa apa, cinta itu tidak harus menyatu bersama untuk ukuran noda sepertiku, cinta itu membahagiakan, tidak merusak dan melukai. Bila memang dengan kisah lain lebih membawa ke arah yang lebih baik, lepaskan, daripada bersama namun membuat cintamu sakit dan gelap, itu lah cinta seukuran noda.
Cepatlah selesai di kota ini.
Cepatlah selesai derita ini.
Lalu aku tergeletak di kasurku, berharap air mata keluar namun tertahan batu entah sebesar apa, lega kan aku tuhan, senyumlah tuhan, lengkungkan bahagianya senyumku tuhan.
Dan aku pun tertidur.

Wednesday, September 10, 2014

Kita

Kita
Dua manusia mungkin dengan rasa yang sama
Kita
Seonggok daging bernafas dan berasa
Kita
Sebuah kata yang tak pernah ada

Menyelaraskan hati dan pikiranku
Melepas tubuhmu melepas hatimu
Kita
Nyawa yang bersama dalam dimensi yang berbeda
Aku yang hancur semakin remuk sepeninggal kita
Kita
Merasakan aura tak mengenakkan karena kita

Coba kau ingat lagi kala kau dan aku dalam kita
Coba kau rebahkan lagi halusinasimu dalam kita
Menetes darah kala mengenan kita

Kita
Kita tetap bersama dalam dimensi berbeda
Kau menetap indah dalam sanubariku dalam
Dalam lelap aku mengigau tentang kita

Kita
Kini insan bumi yang jauh berbeda
Kita
Akan pertemukan rasa kita dalam surga

Sri rahayu

Tepat di tengah hari saat membuka pintu aku temukanmu dalam maya
Terik panas si matahari menunggu orang lain keluar pintu aku temui kau lagi menyapa
Kian detik penasaranku meluap tinggi
Menggetarkan nurani untuk selalu tahu
Siapa kamu
Dalam malam aku nanti dirimu
Aku duduk menghadap timur
Ditemani lilin kecil diantara tanganku
Aku nanti dirimu
Kau datang dengan senyuman
Menyapa malu dan lalu membisu
Aku pun malu
Ku lihat wajah indahmu
Walau usahamu menutupi dengan rambutmu
Aku tahu itu kamu
Kau malu
Tak penah bosan aku mencoba lagi
Mencoba sembunyi lari dari rasa ini
Matamu indah dihiasi kaca mata
Kau berucap kenapa
Kenapa?
Seakan kita tlah kenal lama
Kita tahu masing masing kita
Tahu dalam luar manis busuknya
aku dan kamu tak lagi malu
Ku posisikan kau dalam hatiku
Rebahkan kepalamu di bahuku
Ku usap air matamu
Aku bodoh biar muncul tawamu
Semuanya aku rindu
Salahku semua salahku
Ku tabrak portal ibarat di atas aspal
Mataku buta tingkahku brutal
Aku ingin memilikimu
semua pikirku tertuju padamu
Andai semua berbalas tak seperti ini
Andai tamanku tak lagi redup ditinggal lampu
Tubuhku membiru
Teruntukmu sri rahayu
Angin sepoi bisikkan namamu
Goda hatiku terus memilikimu
...........
....
...... ...... ......
....
..
Sudahlah, aku hanya bermain kata

Sunday, September 7, 2014

Ketika

Dan bila kau mencari
Sesuatu yang kuatkanmu saat semua pergi
Mengisi hati saat hujan turun layu
Dimana bisa kau temukan?

Kau memandang tinggi ke atas
Mematok ukuran agar bahagia nanti
Pandangan pertama tak akan kembali
Ukuran fisik akan pergi

Ketika hatimu berbicara iya
Lengkaplah sudah semua derita
Kau akan menerima semuanya
Walau tak setinggi mimpi ujarnya

Ketika senyum mengisi hari
Singkatkan mimpi agar bertemu esok hari
Rindu itu mencaci maki
Terus diucap hingga terusik sampai nanti

Ketika dibalik tembok seorang lain sembunyi
Sembunyi bunyi dan tampakan diri
Hatinya mengerti bahagianya bahagiakan hati
Hati milik pria dibelakan tembok ini

Cinta tak merusak
Ketika warna lain masuk merasuk
Kata kata hanyalah warna
Digoresan kertas hitam dan pekat
Ketika semuanya dalam sedih ada senyum dalam hati
Yang terlambat datang di bibir bagai belati
Lihatlah lagi

Ketika semuanya baik saja
Seketika rasanya sama.
Ketika rasa adalah cinta
Dan cinta adalah bahagia
Cinta hadiah sang kuasa
Tak ada alasan lain demi kau tetap terlena.

Seketika.

Saturday, September 6, 2014

Pernah

Romansa dalam rumah
Bawa kembali larutnya keringat
Menusukku tajam matahari yang menyala
Aku tak pernah meminta

Bawa aku pergi lambat
Jiwaku tertahan tubuhku menua
Aku tak pernah meminta
Jika memang pernah ada
Aku tak pernah meminta

Aku sebatang kara melihatmu sempurna
Kamu membalas sama
Aku tak pernah meminta

Kau tak harus menjadi api
Tak perlu padamkan elegi
Aku tak pernah meminta

Kau merubahku
Inginkan aku berbeda
Kau selalu meminta

Aku sebatang kara melihatmu sempurna

Young girl pride

Melukai guratan jaringan di luar
Ia tampak normal namun memerah
Digosoknya oleh seorang ayah terjatuhlah daki dan debu yang melekat
Ayah itu bernyanyi sebisanya
Membuat dunia tersenyum dari alunan nadanya
Tanpa harap lebih tanpa label harga di tubuhnya
Sejak terbit hingga senja tinggalkan putra
Ia titipkan pada udara, jahatnya jalanan kota
Air mata tlah lama tak bersahabat
Imunnya menguat
Bukan untuk berteduh bukan demi terlihat di atas dari lantai bawah
Perut yang meronta menjadi alasan utama
Ayah masih bernyanyi, hingga kumandang azan magrib tiba
Membasuh wajah yang bukan miliknya
Runtuhlah daki dan debu jalanan
Sebungkus nasi ini cukupkan untuk esok pagi tiba
Gadis kecil tersenyum dijemput dari rantaunya
Ayah memandang wajahnya penuh lelah
Tidurlah nak, esok pasti bahagia
Tuhan berikan rumah luas tak terhingga
Hingga kau bisa tertidur dimanapun kau suka
Tidurlah nak

Tuesday, September 2, 2014

Tips ketemuan sama gebetan dari sosmed

Kids, saya lagi bete kerjaan lagi gak ada dan kurang produktif, kayak ini nih lagi nganter mama ke toko bahan dan alat jahit,nah kebetulan di pojokan sana ada yang lagi pacaran kayaknya. Buat kamu yang udah punya gebetan tapi di sosmed dan pengen ketemuan saya punya tipsnya, nyambung gak sama di atas? Gak ya? Gak masalah. Hehe
Langkah pertama yang harus kamu lakuin adalah pastiin orang kamu gebet itu rumahnya gak jauh dari rumah kamu, dan kepoin foto, teman dllnya, pastiin dia beneran orang dan ga beda jauh mukanya kaya di foto. Kalo beda bisa repot.
Lalu pedekate lah yang lama, pastikan juga misi kamu kenalan di sosmed sama kaya dia.he he you know what I mean.
Dan bila hari bersejarah itu datang dandanlah seoriginal mungkin, sewangi dan serapi mungkin, kesan pertama itu penting, gebetan kamu suka orang yang wangi pastinya.
Terussss, ajaklah dia jalan ke tempat yang asik, rame dan romantis kalo bisa,jangan ajak ke tempat sepi. Ngeri boss
Kalo makan, usahakan kamu, iya kamuuu, laki laki yang membayar, jangan sampe di bayarin cewek.
Dan kalo jalan jalannya udah selese liatlah tanggepannya dia ke kamu, apa bisa berlanjut atau ada yang mengganjal, ya dikira kira sendiri lah bos hehe.
Itulah beberapa tips kalo mau ketemuan sama gebetan di sosmed, semoga berguna. Tips tadi ngarang di kepala barusan, si narasumber kagak pernah kenalan lewat sosmed :D. Semoga berguna

Monday, September 1, 2014

Titik sebelum koma

Dikira aku tertawa, aku tertawa
Dikira aku terluka, aku terluka
Dikira aku menangis, mata ini perih
Dikira aku bernapas, aku bernapas
Kamu adalah apa yang kamu cinta
Bukan siapa yang mencintaimu
Aku adalah apa yang aku kira
Bukan semua prasangka darimu
Aku menangis lalu ku tertawa
Aku tertawa lalu ku menangis
Aku bernafas, nafasmu yang ku hela
Tanpa sadar kamu pun kian terluka
Cerita kita di atas hanya titik sebelum koma
Lanjutkan ceritanya walau peranku sudah tak ada.
Dikira aku menghilang, aku hilang
Dikira aku terlupa, aku lupa
Aku bukanlah apa yang kau lupa
Aku adalah kepingan yang dibuang.

Wednesday, August 27, 2014

Tips buat band versi kidscorner

Kali ini saya mau berbagi soal tips bagi kamu yang mau bikin band, mungkin kalo kamu baca tulisan ini empat menit dari hidup kamu bakal sia sia, dan juga kalo percaya akan sia sia juga karena sang narasumber adalah orang yang gagal di band, lol. Ini tipsnya, simak baik baik sambil bales bbm gebetan baru,
Ukhhukk ukhhukk,
Pertama kali yang harus kamu lakuin adalah nyari personil lain sesuai dengan apa yang dibutuhin, jangan sendirian karena itu jadi solo bukan demak atau jogja apalagi band.
Yang kedua setelah kamu nemu personil yang udah masuk kriteria kamu, tentuin genre musik yang bakal kamu mainin, harus jelas lugas secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya :p,
Selanjutnya kamu harus bangun imej band kamu, siapa yang jadi frontman dalam band harus mampu mewakili imej band kamu, bisa dari permainan dan aksi panggung yang beda atau dandanan khas, semuanya harus selaras jangan sampe jomplang atau menonjol satu orang doang.
Jangan lupa latian rutin buat ngeblen isi kepala masing masing personil,biar mainnya kompak, gaboleh sok nunjukin skill pas main gaboleh juga nurut nurutan doang, harus bisa memposisikan diri di porsinya masing masing.
Selanjutnya jalin relasi dengan siapa aja, komunitas musik, radio lokal, orang orang event, siapa aja deh biar kamu bisa dapet info gigs yang bisa kamu masukin disana,biar band kamu dapet nama.
Lalu, tetap membumi saat kamu merintis atau kalo udah rada famous, jangan posisikan kamu superstar yang bisa sok playboy atau betingkah semaunya,tanpa ada yang nonton gigs kamu,kamu bukan apa apa tanpa mereka.
Jangan lupa tiap nampil pake alat alat kamu sendiri,jangan lenggang kangkung gabawa apa apa,itu nunjukin band kamu kelas mana dan seberapa niat kamu buat main disitu.
Oh ya penting nih, buatlah lagumu sendiri, yang beda, kedengeran aneh sampe orang lain kalo denger dia tau lagu model begitu adalah lagu band kamu, ciri khas itu kekuatan. Soalnya banyak yang hanya ikut tren,misalnya poppunk jadi poppunk semua, post hardcore jadi posthardcore semua, pendengar butuh something new. Kecuali kamu adalah band tribute.
Rajin ikut event, dari mulai kamu bayar buat ikut, gratisan, sampe nanti kamu udah layak buat nerima rupiah dari perform kamu.
Denger masukan dan kritik dari yang liat, yang denger, yang tau lagu lagu dan performnya band kamu, teman temanmu adalah juri tanpa bayaran, biar band kamu berkembang.
Jangan pernah malu kalo udah di stage, misalnya waktu band kamu 10 menit, itu adalah kekuasaanmu, tempatmu, kesempatanmu, show up!! Sebisamu, jangan peduliin ditonton berapa orang, dicibir orang, atau ga didengerin, ngelatih profesional, siapa tau beken, gitu.
Selalu sediain dana buat kas band yang dipake untuk latian atau record materi lagu kamu, siapa tau ada kesempatan buat ngirim demo ke label atau manager yang lagi cari artis.

Itulah tips versi kidscorner,percaya gak percaya mending jangan dibaca, udah terlanjur? :D yaudah siapa tau berguna. Selamat mencoba kids!

Monday, August 25, 2014

Sakura

Mataku meredup melihat langit biru, seperti itu mungkin caraku menyanjungmu, mataku tersilaukan.
Awan awan beriringan ke barat ditiup udara yg tak terlihat, seperti itu pun aku terarak mengikutimu, sedetik memuai dan hilang tanpa harapan.
Terlihat mereka menggantung disana, saat ku tembus berceceran hambar, seperti itu juga apa yang ku rasa.
Tiada tujuan ini agar langit tetap biru seperti kamu selalu ada di hatiku, bahagia harus begitu.
Memuailah seperti dioksida yang ku hempas, hingga aku tak tahu kemana kau bermuara.
Selalu bahagia. Sakura.

Seorang anak dan pohon cemara

Seorang anak dan pohon cemara

Angin berhembus kencang menabrak tubuh lemah seorang manusia yang lupa, saat darah mengucur lembut lewat hidung dan telinga. Suara bom menggema terdengar berisik dalam telinga yang terluka. Tubuh penuh debu dengan pakaian yang lusuh, rambut setengah ikal tak beraturan menyatu satu dengan yang lain di atas kepalanya, merintih kesakitan. Lihat sekitarnya hanya kayu, batu, dan pepohonan rimbun menambah luka batinnya yang tersiksa setelah tiga hari berlari dari kejaran maut yang menganga mulutnya. Langkah selangkah dua langkah tertatih lagi lanjutkan visi dalam retinanya yang berkaca-kaca, betapa malang dalam hati berkata namun apa mau dikata mati pun tak kunjung tiba, mungkin itu arti hidup masih bersisa untuk diselami lagi sisanya.
Ketika malam tiba, duduk saja bersender pohon cemara bersama bayangan hitam tepat itu dirinya, berceritalah dia bibirnya bergerak lambat juga lama. Tiada kawan tiada sahabat sebangsa dari manusia yang bisa berbagi keluh kesah arogansinya terhadap bangsa, iya, iya, dan iya, ulangan kata itu terucap kontinyu bersama harap bias tertidur pulas di bawah sana. Entah sudah jam berapa, bersenderpun dengan harap dan cemas di dada. Perut pun kosong namun masih terihat besar dibanding pergelangan tangan kering dan betis keras kurang berisi, menyedihkan bila dibayangkan. Dia menangis, air mata lancang terjatuh dari pegangannya di kelopak mata, alasan tanpa alasan masih juga tak kantuk tak ingin terlelap membayangkan beberapa tahun lalu masih tertawa mesra dengan seorang bangsawan wanita, cantik rupa dan tingkah lakunya, seperti udara yang terhela, dan mata berkedip yang tak lupa, dia nikmati tiap kehadirannya, selalu menjadi pendengar yang setia untuk tiap keluh kesahnya, dia sudah mati. Serdadu penuh bara di dalam mata menangkap dengan paksa memisahkan manusia yang bercinta mesra, tak bias berbuat apa apa lengannya dihujani timah panas, masih terasa hingga sekarang rasanya bagaimana, dia tak bias apa apa dia mati, dia mati, berharap lupa dan berprasangka yang tak diinginkan, rasa dalam dadanya masih terlalu luas untuk dibabat serdadu biadab penuh peluh dan ambisi tak berhati manusia, mereka babi mereka iblis jahanam, serayanya hingga menangis. Malam itu tiada lagi alasan untuk tetap terjaga dan melanjutkan ambisi, semua terasa sudah selesai untuk semua keindahan di dalam diri. Manusia yang bersender itu pun terlelap tak terasa lelah jiwa dan raganya membawa mimpi menjemputnya paksa, dedaunan gugur selimuti tubuhnya, langit merintih tangis sendu keluar ratapi kisahnya tadi.
Bangun!!!! Bangun!!!!! Hai pemalas! Bangunnn!!! , tubuh meronta tersentak degub jantung berderu cepat, matanya terbuka mulut menganga dirapatkan otaknya, dia menangis lagi memukul tanah memukul batu memukul pohon di belakangnya. Tuhan aku tak kuat!! aku tak kuat!!, semuanya lenyap!, semuanya hilang!, namun aku kau utuhkan, terselamatkan yang harusnya terbunuh, aku tak kuat! Ucap mulut bengis sang lelaki. Tangannya menambah luka, kejadian dulu tak pernah terlupa. Berdirilah dia tertatih menahan luka langkahkan telapaknya lagi mencari ujung cahaya. Tangannya meraih dahan demi dahan, sisi lain diri manjanya keluar menjadi liar tak seperti sebelumnya. Masih saja dalam otak dan telinganya terbayang halus lembut orchestra megah saat berdansa dengan yang dicinta, seakan semuanya berjalan indah, pikirnya lupa, yang terlihat hanya dingin dan lembutnya embun embut pagi, tubuhnya terstimulus, bagian tak terlupa dari bayangnya dengan seorang wanita, rambutnya hitam legam bergelombang, memakai gaun pesta dan dia memegang erat telapak tangannya, memeluknya berputar diantara pesta, di matanya terpancar rasa cinta, manusia yang saling mencinta dengan tangis dari mata yang bahagia, dia sudah tak tahan ingin meronta berharap kembali dalam perasaan yang menderanya sekarang. Dia muntah, darah keluar dari gusi, tangan kakinya mati rasa, lelahnya bercerita cerita lalu yang sudah mati. Hentikan ini!! Matikan ini!! Biarlah aku melihat dia bahagia ke eropa bersama lelaki lain lanjutkan hidup indahnya!! Tahan aku serdadu jahanam!! Babi keparat!!, dia memukul sebisanya, jatuhkan luka mengambil sebilah kayu lalu menghunuskan ke udara sekitarnya sembari dia teriak. Ranjau meledak, empat meter di depannya seekor kijang menginjak benda keji, alat perang itu menghempaskan tubuh manusia itu ke udara dan menghantam batu. Dia tergeletak bercucuran darah dari kepala dan daging kijang yang malang, tak terasa apa apa lagi, tak bisa berucap lagi, tak bisa bergerak lagi, mungkin tulang remuk patah lembut tak sepatah hatinya. Mukanya terbaring di tanah ucapkan salam teruntuk sang wanita, harapkan bila ini sudah selesai bisa bertemu lagi walau terakhir kali, dengan senyum dia melawan langit berucap dalam hati, aku sudah lengkap, aku sudah siap menjemputnya lagi ke pesta, akan aku pakai baju mahalku pemberian belanda, ku naikkan dia ke kereta dan aku payungi dia saat berjalan hingga tiada panasnya mentari mampu menembus kulitnya, dia terlelap. Masih terbaring, mata melihat seorang berjalan, dia wanita, cantik rupa dan tingkah lakunya, rambutnya hitam legam dan bergelombang, seketika tubuh lemahnya mampu berdiri meraih telapak tangan wanita itu lagi, dan menari bersama dikelilingi pohon cemara setia yang temani saat terluka, aku tak kuat, aku bahagia, bibirnya tersenyum. Ledakan lagi, tubuh sang manusia terhembas hebat entah jatuh dimana, tak bersisa. Dia lupa, sedang menari bahagia tak hiraukan tubuhnya lagi, pergi ke pesta lagi bersama wanitanya, terncinta, dalam surga.

Friday, August 22, 2014

Berbagi pemikiran yang salah

Sekarang jam 1325, jam berapa? Yap itu pokoknya, kamu bisa mengartikannya sendiri apa yang terlihat,bebaskanlah pikiranmu.
Ada beberapa hal yang bisa disampaikan lewat tulisan dan beberapa yang lain secara lisan atau media lain. Bila kita bicara soal menulis,kamu pasti sering menulis apapun di media sosial tentang perasaan, lagi ngapain, bercerita, berbagi pengalaman, sampai yang hanya iseng mengusir waktu luang, koyok aku ngene. :D
Menulis dan berbagi hal yang kurang penting udah jadi pengalihan kebosanan saya dalam menulis skripsi, derita mahasiswa tua dengan wajah sedikit belum tua, iya. Biasanya saya menulis tentang perasaan, makian dan berbagi, hehe yang kedua jangan ditiru.
Banyak hal yang bisa di sampaikan, saya lebih suka menulis kalimat romantis yang spontan keluar dari kepala,   : kamu adalah kamu, aku adalah aku, bila malamku sudah kembali, izinkan ku datang sekali lagi , ya seperti itu gak dimaksudkan untuk siapa dan karena sedang bagaimana, spontan saja keluar dan saya abadikan dalam twiter misalnya,atau blog seperti ini.
Saya adalah penulis lirik lagu amatir, jadi menurut saya ini bagus kok :D karena inspirasi untuk menulis lirik atau puisi,atau mengarang sekalipun datangnya tiba tiba, sulit untuk di rencanakan.
Makanya kalo ada yang berkomentar saya di twiter spaming masalah cinta cintaan mulu, curhat mulu, atau apaaa mulu, ya saya cuma bisa bales dengan tawa, teman teman saya belum tahu kalo itu cuma iseng, kalo setiap orang yang melankolis dan suka menulis disebut lebayis,maksudnya lebay semua siapa yang akan pandai bersyair, kalo kamu pecinta sastra mungkin kamu paham, saya yang gak paham :D , apa rendra dan chairil itu yang terakhir?
Bebaskanlah pikiranmu, tiap manusia unik dengan sayap kecil di punggungnya, mereka bisa terbang kemana saja. Hehe
Salam suparmen

Implementasi regulasi

Masih seperti biasa panasnya di atas buat aku bahagia
Semboyan kicauan pagi semarakkan dua puluh tiga lagi
Tiba hari ku lakukan atas sebuah mimpi
Sepatu hitam celana lurus dan tanganku melenggang seakan ke senayan
Di jok belakang tak menyilaukan, ku pandang wajah berseriku pikat tiap manusia
Siapa yang butuh perlindungan,aku lah sang mahakarya serunya
Tak sedetikpun luput senyuman dari wajahku
Bertemu dan menyapa, memangku, memberi warna
Sampai sampai lupa apa aku pernah berduka
Aku bahagia
Dua puluh tiga esok hari akan seperti ini
Tiga ratus enam puluh lima lagi sama ini seperti
Awan memberiku warna
Matahari tak silaukan mata,
Oh
Aku berdusta.

Bla bla lu

Blu blu blo blu

ble bla bli bla blu

Bla ble ble blo bli

Bli blu bla bla la lu

Lu bla bla bli la lu

Bla bla bla lu blo li blu

Lu la bla bla aja

Iya bla bla bla aja

Dibalik lagu a fairy tale

Mau cerita sedikit tentang lagu a fairy tale yang saya dan randy buat, kenapa sampai membuat saya ingin memposting ini di blog karena saya rasa hal ini harus ditulis biar gak lupa hehe, begini..
Lagu a fairy tale adalah lagu band saya dan randy yang bernama daydream, lagu ini kami buat kayaknya pas malam sampai dini hari, waktu itu kami terutama saya dan randy lagi sering seringnya ngumpul untuk membahas materi lagu atau membuat materi baru, kebetulan beberapa minggu sebelumnya saya dan randy terkena penyakit DB secara bersamaan dan sama sama opname di rumah sakit tapi bedanya saat itu saya baru aja dapet pacar baru, jadi rasa sakitnya gak begitu membuat sakit hehe. Setelah kami masing masing sembuh saya dateng ke kosnya randy langsung ambil gitar dan nyoba memvisualkan apa yang saya bayangin pas lagi tiduran di rumah sakit, ketemulah kunci A dan D. Terus saya genjreng itu gitar tapi gak berkembang juga akhirnya saya minta tolong randy buat ngembangin materi awal itu, dan dia bersedia, karena lirik awalnya waktu itu udah jadi, jadinya saya diem aja sambil bbman sama pacar baru saya itu, sebut saja namanya coren, gak kerasa sampe saya tinggal ngapel juga akhirnya materinya lengkap dan kami coba mainin dan rekam pake ponsel, tapi kok rasanya ada yang kurang dan kurang sreg padahal tadinya saya pengen tempo lagunya itu middle gak slow, hmmm jadi saya sesuaikan aja, rela deh bikin lirik lagi padahal lirik awalnya dibikin semaleman, nyoba dengerin gitar sambil merem merem dan jadilah lirik yang sekarang dipake ini, bikinnya gak sampe lima menit, saya tuang aja yang pengen saya tulis, tentunya tentang hubungan saya dengan coren, yang isinya saya pengen meyakinkan ke dia bahwa semuanya gak main main walau posisinya kami sama sama habis terluka dan dengan perkenalan yang singkat, saya bisa saja menjadikan hubungan itu sebuah pelarian dan membuat dia sakit, tapi saya ingin yakinkan bahwa tangan yang aku punya sekarang ini adalah tangan yang ingin dia genggam, begitu. Hehe
Setelah materi jadi saya dan randy mulai nyari aransemen yang pas, porsinya disini bisa 60 40 lah, tugas randy yang lebih banyak karena harus nyari melody gitar yang pas. Singkat cerita, aku dan randy pengen ngerekam ini lagu tapi kalo rekaman di studio pasti mahal,padahal yg aktif dalam band sekarang tinggal kami berdua setelah kehilangan lead gitar, mas irwan. Jadi kami putuskan untuk rekaman pake handycam dengan kualitas HD dan nanti rekaman per part baru disatuin pake adobe audition, ya hasilnya cukup memuaskan, kerjanya randy yang banyak cukup terbayarkan, kami harus nyuruh anak kos diam gak nyetel tv dan ketawa keras keras,kurang lebih 2 hari 2 malem lagu yang seadaanya itu siap buat di denger dan dipublish.
Yang membuat wah yaitu tanggepan teman teman dan orang orang yang denger, banyak yang memuji,bagus pas didengerin ujan ujan dan bla bla bla, ada juga kritikan dan kami senang bisa dikritik, artinya karya kami diperhatikan. Hingga detik ini saya nulis ada aja yang ngirim testimoni tentang lagu a fairy tale itu, terutama cewek cewek yang ngomong lagunya bagus, liriknya romantis dan lain lain. Kalo kamu penasaran lagunya seperti apa, coba cek aja soundcloud saya yang berisi lagu lagunya dan tingkahnya anak daydream, inget ya ini bukan band yg pro jadi maaf kalo seadanya,hehe nih linknya : soundcloud.com/daydreamoffofficial

Lirik lagu daydream, a fairy tale

Membayangkan kamu disetiap henti langkahku
Bercerita keindahan berselimut air yang basah
Dan hanya dengan kamu ku tulis kata yang patah
Di sekujur hati yang layu dan aku terhenti lagi

Coba kamu untuk mengerti bila tak menggenggam tanganku langkah mana yang kau cari hingga kosong merindukanmu

Aku bisa membirukanmu dan sinarimu ku bisa
Hanya kamu ada disini walau berselimut luka

Dan aku coba merasakan apa gerangan rasakan
Tangan ini hanya milikku dan tentu untuk kau genggam

Seruan batu untuk si aspal

Kepada kamu seisi malam

Dimana dunia berisik oleh keheningan

Ku duduk diseberang beralas kerikil

Mengisinya aku hampir muntah

Hisap demi hisap

Menenangkanku walau sejenak

Sayup sayup kecil terngiang di telinga

Ucap si batu kepada kawannya

Di tak melihat namun merasa

Ketika diinjak dipermalukan walau bagaimana

Persilahkan siapa pun berjalan artinya apa

Kaku membeku tak bisa bergerak menunggu rusak

Sayup kecil itu hilang

Mungkin pergi menatap bintang

Temaniku layu menghadap langit hitam yang terkadang biru

Monday, July 28, 2014

Pagar alam, palembang, sumatra selatan, kamu

sebelumnya gak banyak tahu tentang tempat bernama pagar alam, setelah browsing mungkin kurang lebih seperti puncak di jawa barat kali ya. Semua rasa ingin tahu itu berawal dari kamu, bunga dari kota bunga. sebut saja kamu bernama bunga karena kurang lebih seperti itu kamu di mataku. seandainya gak sengajaa kamu baca ini saat ini aku sedang di rumah sehari setelah idul fitri pertama dan terakhir kita, rasanya sesak jadi aku bingung harus ngapain stuck gak kemana mana pikiran gak konsen. oh ya aku udah pernah janji mau ke pagar alam, doakan terlaksana ya sembari aku menabung untuk membolang kesana he he,nekat nekat jijik he he tapi gak apa lah walau mungkin gak bertemu kau, yang penting aku pengen tahu tempat kau tinggal, udara yang kau hirup dan air yang kau minum hingga kau jadi besar busuk bau seperti sekarang :D , itu panggilan kita dulu kan ya? dulu aku pikir rela jadi budak pagar alam sama kaba tu ha ha walau nanti sinyal susah, ke kota susah ke jawa susah, yang penting ditemani kau rasanya sudah cukup menyenangkan. Waktu dan tempat itu mungkin terbaca simpel dan remeh, tapi itu lah yang jadi masalah kita, kecuali masalah bunga yang sudah dipetik, you know what I mean, but another people dont know (apalahitu). aku hanya bisa mendoakan disini kau bahagia disana, memiliki ayah ibu suami mertua anak anak serta kawan kawan yang selalu menyayangi kau. aamiin. teruntuk kekasih tak bernama, ikatan tak tergenggam dan saling cinta tanpa bersama. jelek