Uhukk uhukkk, hmmm testt testtt
Saya mau menulis, mau beropini sedikit aja, apa yang saya tulis ini merupakan bentuk ketidaktahuan saya tentang sesuatu dan kegelisahan saya melihat fenomena fenomena yang terjadi di sekitar saya, yang mau saya bicarakan adalah tentang pernikahan muda di kalangan muda mudi di sekitar saya khususnya teman teman maupun temannya teman saya atau juga sepupu kerabat dekat temannya teman saya, ya siapa pun itu he he. Apa yang saya ungkapkan ini bukan karangan, bukan bisa bisaan saya untuk menyalahkan atau membenarkan salah satu pihak, ini murni atas dasar dahi yang mengerut dan mata yang menyipit ketika mendengarkan cerita yang kurang layak untuk menjadi contoh. Buat siapa? Buat kamuuuu..iya kamuu..hehe. langsung ah.
Beberapa bulan lalu,sebelum bulan september dan oktober yang musim kawin, gila banyak banget undangan pernikahan yang masuk rumah,hehe saya gak sengaja jadi tempat cerita salah seorang temen yang kasian liat nasib rumah tangga temennya, kebetulan yang cerita itu cewek.
Gini, apa si yang kamu pikirkan tentang pernikahan di usia dini? Menghalalkan? Pengen punya bayi lucu? Biar bisa bareng bareng dan gak dosa? Terus pasangan yang seperti apa yang pantas buat dampingin kamu? Ganteng? Cantik? Seksi? Maco? Anak motor? Yang keren? Yang kaya? Its a bull shit men! Bahkan ada yang rela buat hamil duluan buat dapet restu orang tua, nekat ngelamar walau belom kerja, atau kerjanya barusan aja itu pun kontrak setahun dan gak tau tahun depan diperpanjang apa enggak, hap hap hap outsourcing lagi. So? Emang si banyak banget pendapat yang gini, gak apa apa nikah tu pas belum mapan biar anak dan istri ly ngerasain susahnya nyari duit, kira kira bener gak? Men..men.. semua itu ada sisi positif dan negatifnya, menurut saya itu semua yang berhubungan dengan pernikahan itu bukan hal sepele yang main main, itu bukan cuma menghalalkan jalan lu buat menjamah si dia sesuka elu, tapi ini juga masalah menyatukan dua keluarga besar dengan latar yang beda. Karena banyak kasus keluarga masing masing pasangan kurang harmonis satu sama lain,kurang sreg ini lah, itu lah, dan lain lain, bentar.. masang obat nyamuk dulu, nyamuknya ganas...
...
...
.....
Nah,udah lanjut... nah apalagi nikah di usia muda dengan rentang usia pria dan wanitanya sangat dekat, bukan berarti saya bilang gak boleh ya, soal jodoh siapa si yang bisa ngatur kecuali yang di atas?
Kecenderungan sikap yang masih meledak ledak dan emosional di usia muda bikin nasib pernikahan itu rapuh, seperti tertanam bom waktu di dalam tubuhnya yang sewaktu waktu bisa meledak kapan aja. Hey man jangan pernah percaya janji an rayuan saat kamu mabuk cinta, please... trust me pakde mbokde... yang keluar dari mulut dan sikap kita pada saat mabuk adalah mabuk juga, janji itu semua sewaktu waktu bisa hilang dan remuk walau udah dipakein sumpah segala atau atas nama tuhan juga. Saat emosi mengontrol isi kepala dan tubuh semua bisa saja berubah seratus delapan puluh derajat, siapa si yang bisa menjamin bila menggantungkan semuanya pada manusia? Yang menentukan tetap yang maha kuasa men.
Temannya temanku itu menjadi seorang istri dari pengusaha muda, kalo namanya di search di google gak ada si hehe tapi penghasilannya lumayan kalo dibanding saya, suaminya bisa beli mobil, rumah, motor, emas dan lainnya. Nah sedihnya gemana padahal dengan semua fasilitas tadi harusnya bahagia kan? Mereka itu pasangan muda, dan sekarang sudah punya seorang bayi berumur 4 bulan, namun seiring jalannya waktu yang singkat itu si cewek tadi baru tahu kondisi asli suaminya itu, suami yang tempramental, masih suka main sama kumpulannya sampe larut malam dan bahkan gak pulang pun, dan yang miris adalah masih suka main perempuan lain secara sembunyi sembunyi di belakang si cewek tadi, what the hell? Do you have a penis? You just shemale!!, maap maap kebawa emosi...
Kenapa bisa begitu? Saya pun kurang paham, yang jelas saya sedikit heran dengan apa yang terjadi di sekitar saya, kasus ini bukan cuma satu tapi banyak, jadinya sepeti apa nanti? Entahlah.
Saya jadi berpikir, apakah cewek tadi sudah memantapkan pilihannya? Apa dia cukup yakin dengan perkenalannya sejauh ini? Atau ada faktor lain? Seperti melihat si lelaki yang sudah mapan dengan banyak kecukupan atau hal lain seperti mereka sudah melakukan sex di luar nikah jadi si cewek merasa dia harus dimiliki lelaki itu selamanya? Saya tak tahu. Apakah segitu mudahkah bagi lelaki berdompet tebal memperdaya seorang wanita? She is not bitch, dia mahasiswa dengan ipk yang lumayan, dia cerdas di kelas, apa korelasinya? Gak tahu, saya cuma heran. Mungkin kalimat saya bentuk iri hati dengan nasib mujur pria itu, tapi paling tidak ada sesuatu yang jadi saya pelajari untuk saya bagi kesemua.
Di usia yang masih muda, masih banyak yang harus dipelajari, dilakukan, dan dimantapkan, dan itu semua mungkin tak kita dapatkan setelah menikah, bila mendapatkannya pun mungkin tak senikmat pas lajang dulu. Selain itu juga perkembangan psikologis yang belum matang bisa jadi hal yang membahayakan, saya rasa sangat tidak pantas bila seseorang yang sudah menikah masih bertingkah seperti bocah, apalagi yang sudah memiliki anak, akan meniru sosok mana si anak ini kalau tidak orang tuanya yang dia tiru. Perilaku menyimpang dalam berpacaran pun perlu di hindari, melakukan sex diluar nikah atau pun yang hampir mendekati itu. Saya tahu bagi yang berpacaran pasti susah menghindari hal macam itu, di lingkungan saya sudah menjadi hal yang lazim walau sebenarnya dalam hati saya begejolak melihat itu semua, tapi biarlah kita doakan saja yang terbaik. Selain membahayakan dari segi kesehatan dan dosa besar, hal itu juga yang akan memberatkan kamu semisal hubungan kalian kandas, apalagi misalnya kalian menikah muda karena mengandung terlebih dulu atau istilah dari guru sosiologi saya di SMA dulu MBA, jujur saya pertama denger dari guru saya itu hehe.. jangan sampe, selain akan susah menjelaskan ke orang tua, kasian juga si anak, secara islam saya pernah baca itu bukan anak ayahnya dan ayahnya gak bisa jadi wali si anak, itu akan susah buat si analk nanti kalo dewasa, bakal ribet deh.
Jangan tertarik dan suka sama lawan jenis dari tampangnya aja, body nya aja, kemapanannya aja, atau apapun yang dari luaran aja, jangan. Kalo kamu bayi kamu gak akan ngerti kalo kedondong bijinya berduri dan durian ternyata buahnya lembut, cerdaslah mennn, cerdas, mungkin salah satu cara buat kamu adalah liat potensinya pacar kamu untuk sukses dunia dan.sukses proses pendewasaan dirinya. Akan ada banyak perbedaan yang terjadi pas masa pacaran dan pas nikah nantinya. Dan yang paling penting, bukan sok menggurui ya tapi paling gak kasarannya mamah dedeh di tipi yang pernah bilang, pilih pasangan berdasarkan agamanya, seberapa tangguh dia ngelawan godaan dan seberapa taat dia sama tuhan, karena kalo pasangan kita pegangan agamanya kuat dia gak akan aneh aneh yang akhirnya bakal menyeret kamu, anak kamu dan nasib pernikahan kamu ke jurang kehancuran, ediann ahh haha.
Mungkin itu saja opini yang bisa saya tulis, sebenernya banyak, tapi lupa haha. Sekali lagi saya tidak bertujuan untuk menyalahkan salah satu pihak, saya hanya ingin beropini dari fenomena yang belakangan ini saya temui. Namun, doa selalu saya berikan kepada semua teman saya yang beberapa bulan terakhir ini menikah atau dalam beberapa bulan ke depan akan menikah, semoga bisa menjadi apa yang diimpikan dan selalu belajar, serta jangan terlena karena diagungkan pas resepsi dan malam pertama ya.hehe
Terima kasih