Wednesday, March 21, 2018

Balada Gawai Raja

Berdiriku di tanah basah
Di mana bah surut berbekas
Tumpukan sampah yang nyata dan fana
Biasnya antara kejujuran dan dusta

Diri ini ringkih hinggah ke dasar
Ayam ayam di giring dengan suara tanpa tahu siapa tuannya

Di antara kami bertengger jago jago penuh sayat
Hasil penyembelihan yang gagal dan mereka mengendapkan dendam
Tuan lupa melepas belati yang menghias jalu jalu mereka
Beberapa dari kami mati
Berkelahi berebut dedak
Dan betina betina tergeletak dihantam nafsu

Rintih kami tak terdengar
Kokok kami menyebut nama tuhan
Kami masih saja disalahkan
Bias antara tuan dan tuhan
Mana yang sebenarnya kami serukan?

Kami berdiri di tanah basah
Di atas air bah yang tengah surut
Senja merah yang menghitam memayungi genggam kami akan mayat seorang kawan
Yang membusuk dan esok kan menghilang

Pilihan kami tak banyak
Harus mati terbunuh
Atau mati karena diasingkan.