Sunday, December 15, 2019

Sujud dan Berlutut (tulisan yg belum selesai

Sebenarnya ini adalah oret oretan untuk materi podcast selanjutnya, tapi karena masih mager ngepodcast jadi dipost versi oret oretannya dulu aja. 

Beda pendapat itu santai kan? Oke kalo udah santai, silahkan membaca. 

Menikah beda agama masih / memang hal tabu. Ada yg berani menerobos batas itu, ada yang berkompromi dg memilih lajur keimanan yg sama dg pasangan, ada yg skeptis dan mengakhiri sesuatu yg akan sulit mereka hadapi di masa depan.

Masing masing orang akan punya pendapatnya tersendiri soal hal ini, walaupun bukan pelaku ataupun akan melalui hal ini. Yang paling santer adalah basis besar yg bernama cinta. Pertanyaan pernyataan semisal kenapa cinta harus dibatasi keyakinan?, bukankah tuhan itu satu hanya cara mengimaninya saja yg berbeda, bukannya ada contoh orang yg berhasil berkeluarga dg dua keyakinan dalam satu rumah?, dll. Akan banyak persepsi dan saya tak mau menyalahkan atau membenarkan.

Akan terlalu berisiko bila berbicara terlalu keras tentang hal ini, apalagi bila menyangkut soal keyakinan. Yang mana kita harus sadar untuk tak terlalu memaksakan sudut pandang bila dilandasi satu keyakinan saja. Saya coba tarik mundur dulu sebelum menyentuh ranah pernikahan. Yaitu persepsi tentang pacaran. Dalam satu agama saja, saya ambil contoh yg sesuai dg apa yg saya anut. Ada yg menganjurkan untuk menjauhi kegiatan pacaran, walau tak jarang juga banyak yg melakukan,secara terang terangan ataupun diam diam, dengan dalih mempersiapkan ke arah serius, cuma have fun, ataupun taarufan.

Dalam satu agama saja persepsi soal boleh tidaknya pacaran masih jadi kontroversi. Orang orang tua bisa dibilang akan bingung bila ditanya apakah anaknya boleh pacaran atau tidak. Apalagi bila melihat standar pacaran atau kedekatan anak muda masa kini, mungkin sebagian orang tua mengiyakan untuk geleng geleng kepala dg pola pergaulan yg dinilai cenderung melanggar batas. 

Tapi bukankah orang tua ingin yg terbaik untuk anaknya? 

Kembali ke soal pernikahan. Bagi saya pernikahan adalah prosesi yg sakral secara agama dan keluarga. Ada perluasan hubungan keluarga di sana, dan masing masing keluarga dg adat & kebiasaannya masing masing telah berkompromi untuk menyatukan kebiasaan yg berbeda itu. Hal ini tak bisa dilepas dari peran agama. Agama menetapkan aturan aturan yg diberlakukan untuk setiap sendi kehidupan penganutnya. Bagaimana cara bersikap, berpikir, beribadah, makan minum, bersuci, berkomunikasi, dan segala macamnya. Secara umum agama akan memberitahu batasan batasan bertindak, mana yg boleh dan sebaiknya tidak dilakukan. Itu masih agama secara umum, belum melibatkan aliran mana yg dianut. 
Dalam agama saya ada beberapa aliran yg bisa dianut, dan masing masing aliran itu memiliki sudut pandangnya sendiri terhadap firman tuhan ataupun hadist nabi. Dan perbedaan sudut pandang itu memang sudah difitrahkan. Masing masing orang bebas memilih aliran yg mana asalkan masih sesuai dg syariat secara garis besar. 

Saya tidak setuju dengan pernikahan beda agama. Bila memakai dalih cinta itu universal, tuhan yg memberikan cinta, ataupun semua agama sama. Bagi saya harus ada konsistensi sebagai penganut agama ketika berusaha mengeluarkan pendapat dengan dasar agama. 

Tidak semua dari kita relijius ataupun betul betul mempelajari agama masing masing. Dan bagi saya tidak semua orang mampu dan berhak menafsirkan firman tuhan ataupun hadist nabi. Hal itu hanya bisa atau boleh dilakukan oleh orang orang tertentu yg sudah belajar kepada guru guru mereka bertahun tahun dg proses panjang dan berat. 

Kenapa? 

Orang biasa akan mudah bias menafsirkan sesuatu karena dia akan melibatkan perasaannya dalam menanggapi aturan. 

Saya menganggap agama saya melarang menikah beda agama dan saya semestinya konsekuen dg atauran itu sebagai bukti bahwa saya adalah pemeluk agama yg taat,paling tidak mencoba untuk taat. Saya tak boleh menjalankan aturan aturan yg saya mau saja dan tidak setuju dg aturan yg menurut saya tidak pas dg gaya hidup saya. 

Walaupun sering kali terasa berat. Karena tidak terbiasa.. Atau mungkin karena saya masih tergolong hamba yg payah. Semoga tuhan mengampuni kebodohanku. 

Tapi, bagaimana dg yg sudah sampai menikah dan memiliki keturunan? 
Saya tidak mampu berpendapat apabila bicara soal dosa. Yang bikin penasaran adalah soal regulasi di pemerintahan terutama di kementerian agama. Bagaimana caranya agar bisa terdaftar resmi?, prosesi agama mana yg akan dipakai untuk menyempurnakan sumpah? 
How? 
Setauku negara kita belum mengakomodir hal ini dg gamblang dan detil. Dan juga banyak kasus pernikahan beda agama dilaksanan di luar negeri. 
Walaupun bila diteliti lebih lanjut (mengambil dari video observasi yg saya tonton di youtube) secara eksplisit undang undang menganjurkan melakukan pernikahan hanya dengan yg seagama. 

Sudahkah kita mencari tahu lebih dalam? Soal regulasi, Persepsi menurut agama masing masing lewat pemuka agama ataupun guru guru, berdiskusi dengan keluarga. Sudahkah? 

Kesimpulan apa yg kita dapatkan? 
Apabila harus memaksakan kehendak, apakah layak menukar bahagia berdua dengan rasa kecewa kedua belah keluarga? 

Menikah beda agama masih tabu, dan alangkah lebih baik bila kita terus berdiskusi soal hal ini sampai negara mau tegas memperjelas detil detil aturan soal pernikahan beda agama. 





Wednesday, November 6, 2019

Pesan Terakhir

Untuk perempuanku yang bergembira.

Dengan terlihatnya tulisan dalam selembar kertas digital ini berarti kau dan aku telah berajalan dalam garis frequensi yang sama. Aku menebar benih dan kau mencari jejak jejakku. Ku ucapkan selamat atas itu, selamat bertemu kembali, ku percaya kau semakin matang dan lentur dengan kehidupan ini.

Perempuanku yang jelita, seumpama kau menemukan tulisan ini sebelum sepuluh tahun semenjak perpisahan kita, besar kemungkinan aku masih sendirian menyusuri lembah, kau tau tidak? Lembah ini sangat indah ketika matahari terbang tinggi, tapi jadi sangat gelap dan dingin di malam hari. Di waktu pagi hingga siang aku hanya memakai kaus pemberianmu yang ku cuci setiap sore, karena teriknya mengalirkan keringatku yang pahit, seperti apa yang kau ucap waktu itu, kau masih ingat tidak? Itu hal lucu yang terjadi saat kau mendekapku yang kelelahan. Sedangkan malam hari tubuhku selalu dibalut rajutan wol yang ku buat sendiri, bentuknya tidak simetris, tapi cukuplah untuk menggantikan baju hangat yang ku berikan padamu waktu itu.
Oh ya, apabila kau membaca ini setelah lebih dari sepuluh tahun perpisahan kita, kemungkinan aku sudah bahagia dengan subtitusi subtitusimu. Katamu aku harus tetap melanjutkan hidup kan? Tolong doakan aku, kau selalu beruntung, doamu selalu didengar, ku ingin merasakan gembira atas doa yang kau panjatkan dalam sujudmu.

Perempuanku, ternyata hidup itu berat ya.. Terlebih setelah kau lebih dulu pulang meninggalkanku sendiri di belantara ini. Yang paling sakit adalah ketika aku tak lagi punya teman berbagi cerita. Kau satu satunya yang ku beritahu rahasia rahasia kode retas yang ku temukan, kau juga yang membantuku bereksperimen. Kini tak ada lagi yang ku percayai untuk hal hal semacam itu. Tapi.. Setelah sekian waktu aku sendiri, aku menyimpulkan satu hal. Aku lah yang membutuhkanmu untuk setiap kesenangan yang aku cari, tapi gembiramu tidak ada dalam hilir yang ku tuju, walau tak pernah sekalipun kau mengucap bosan, tapi membiarkanmu terus bergerak menemaniku bisa jadi penjara yang sangat kejam. Aku akui berat untuk menyimpulkan dugaan itu, tapi setelah ku pikir pikir lagi.. Jika terus menerus seperti ini bukankah aku egois dan akan jadi seorang pembunuh?.

Perempuanku yang bermata indah, kau tahu? Aku teramat sangat rindu tatapanmu, kibasan rambut cokelatmu yang dihembus angin dan ditusuk sinar matahari, aku rindu sekali. Suaramu, marahmu, cubitanmu, semua terekam dalam memori otot dan uratku. Apa lagi ya? Hmmm.. Semuanya, semuanya. Kadang, aku bermimpi menemukanmu menyusulku ke tenda tempat ku bernaung dan aku menyambut peluk erat lalu dengan lepas meneriakkan air mata. Kau tahu? Aku sangat ingin menangis, tapi tidak bisa, aku sangat ingin melampiaskan gemasku dan mencubit kedua belah pipimu lagi, tapi tak bisa. Aku menderita dengan perpisahan ini, tapi bila kau kembali justru kau lah yang semakin sakit, sedangkan aku tak ingin melihatmu mengejang menahan perih itu.
Oh ya, sebentar lagi ujung belantara akan ku temukan dan akhirnya bisa keluar, aku tak sabar untuk bermalam di kamar lagi dan tak perlu was was setiap malam. Kau ingat tidak ketika malam hari kita bergantian berjaga hanya karena tak ingin macan kumbang mengobrak abrik persediaan makanan kita? Betapa tidak tenangnya kan?, dan sejujurnya aku lupa untuk cerita, ketika giliranku berjaga dan kau tidur, aku sebenarnya tak memperhatikan luaran, aku sibuk memandangimu, memainkan rambutmu, seolah saat itu firasatku berbisik kalau tak lama lagi kita kan berbelok ke arah berbeda.
Malam itu aku jadi pecundang, air menggenangi sekujur mataku, aku sedih, gelisah menggerogoti batin, tapi aku tak ingin kau tahu. Kau selalu merasa lebih sedih ketika tahu ku sedih. Kini kau tahu kan?, jangan sedih ya.. Jangan rusak gembiramu.

Perempuanku, ku tahu kau sudah bergembira bersemayam di butir awan, memeluk bidadari dan duduk dalam peluk sang tunggal. Jangan menunduk dan melihat aku, cukup doakan agar segera mungkin tubuhku mampu kembali ke titik semula, keluar dari belantara dan melanjutkan kehidupan. Ucapkan pada yang tunggal untuk memberiku kerelaan dan nikmatnya sebuah lupa, aku sangat membutuhkan itu.

Perempuanku yang lucu saat berlari, 
Sekali lagi ku bilang bahwa aku merindukanmu di setiap detik dalam hidup, menikmati derita dan desir darah meraba sekujur dada, kau tau rasanya kan?, hingga kini... hingga kini.
Maafkan aku bila terlebih dulu menyerah sebelum sampai, saat ini ku tengah sesak, badanku lemas, macan kumbang memberiku sayat di dadaku seminggu lalu, ku pikir lukanya akan segera kering, tapi kini kian basah dan berbau, aku takut perempuanku.. Aku sangat takut..
... 
Tapi, misalnya dengan menyerah akan membuatku berjalan mengekormu ke arah itu, apakah kita bisa bertemu?
Bila iya, aku ingin.  Sangat ingin.


Dari lelaki yang memenjarakanmu, melepasmu, dan segera menyusul.
Salam rindu, sampai bertemu. 

Thursday, October 31, 2019

JAMAK

Banyak kesedihan pagi ini
Datang bersama hujan
Di hari pertama pengawal bulan

Jangan pergi
Ucapku sendiri 

Namun matanya tlah menatap wajah maha cinta
Bisu lagi tuli
Tak mau menjawab suaraku lagi

Siap tak siap 
Aku tlah hancur lebur
Menari bersamanya lagi
Sepanjang manis yang tlah terlewat

Hingga pada suatu ujung
Ruang basah dengan jendela penuh cahaya

Sampai jumpa, tutupnya. 

Monday, October 28, 2019

Inner Child

Pernahkah kamu mendengar istilah inner child? Istilah ini populer dalam ilmu psikologi pada tahun 1970-an. Secara komperehensif inner child beserta penanganannya dibahas pada tahun 1976 oleh Lucia Capacchione. 

Inner child merupakan bagian  dalam diri seseorang yang merupakan hasil dari pengalaman masa kecilnya. Inner child merupakan salah satu bagian dari alam bawah sadar manusia.

Mengacu pada John Bradshaw (1992), inner child merupakan pengalaman masa lalu yang tidak atau belum mendapatkan penyelesaian dengan baik.

 Orang dewasa bisa memiliki berbagai macam kondisi inner child yang dihasilkan oleh pengalaman positif dan negatif yang dialami pada masa lalu. Seperti motivasi alam bawah sadar lainnya, inner child juga muncul pada orang dewasa dalam bentuk perilaku atau keadaan emosi yang tidak disadari (unconscious).

Hasil dari pengalaman masa lalu yang membentuk inner child dapat terlihat dalam bentuk sifat yang beragam, misalnya sifat bergantung kepada orang lain atau dependency, impulsivitas, atau dalam bentuk positif seperti mandiri, asertif dan masih banyak lagi contoh perilaku lainnya yang dapat berupa gangguan trauma. 

Seringkali gangguan pada Inner child membawa masalah pada tingkah laku, emosi, dan hubungan sosial orang dewasa (Diamond, 2008).. Begitu juga sebaliknya, inner child yang cenderung stabil juga akan memberi dampak positif seperti menunjukkan perilaku yang sesuai dengan situasi, emosi yang stabil, serta hubungan sosial yang suportif (Diamond, 2008).

Masalah trauma masa kecil memang bisa menjadi hambatan bagi stabilnya Inner child, namun tidak selamanya hal ini menjadi penghambat bagi seseorang untuk berkembang menjadi manusia dengan stabilitas emosi yang baik atau memiliki hubungan sosial yang baik pula. 

Trauma masa kecil yang memengaruhi inner child bisa diatasi dengan memberikan penanganan yang tepat.

Seorang Psikolog Klinis dan Forensik asal Amerika, Stephen A. Diamond Ph. D. memberikan tips bagaimana mengatasi permasalahan yang terjadi pada inner child. 

Menurutnya cara yang benar untuk mengatasi masalah ketidakstabilan inner child yaitu dengan mencoba memahami serta memulai berkomunikasi kepada inner child tersebut. Mengacu pada Stephen A. Diamond kita membutuhkan waktu yang disediakan untuk memahami dan mendengarkan inner child pada diri kita sendiri. 

Kebutuhan akan cinta, kasih sayang, penerimaan, pengasuhan serta merasa dipahami oleh orang lain adalah bagian inner child yang harus tercukupi bagi setiap orang (Diamond, 2008), tentunya dengan kadar yang berbeda-beda. Hal ini bergantung kepada pengalaman positif dan negatif masa lalu yang kita alami.

Menurut Diamond (2008), seseorang yang dikatakan dewasa adalah mereka yang menerima masa lalu, memahami kebutuhan inner child serta memenuhinya tanpa bergantung kepada orang lain ataupun menyusahkan orang lain.

 Penerapan disiplin, serta mengetahui batasan-batasan diri adalah hal yang penting dalam pemenuhan kebutuhan inner child bagi orang dewasa yang stabil dalam emosi, perilaku dan lingkungan social (Diamond, 2008).


Misalnya, dulu waktu kecil sering dibentak sama orang tua, pernah melihat orang tua bertengkar, atau punya orang tua yang terlalu menuntut. Hal seperti ini biasanya membuat teman-teman menjadi orang yang canggung untuk bercerita dan cenderung merasa depresi.

Kejadian masa lalu ternyata dapat membentuk diri kita hari ini. Hal seperti itulah yang kita sebut sebagai inner child. Hal ini bisa menjadi penghambat atau justru pendorong kita untuk tumbuh dan berkembang, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Ibarat luka, yang namanya bekas pasti ada, tapi yang menjadi poinnya adalah cara kita menyembuhkannya. Jadi yang perlu dilakukan adalah healing your inner child.

Inner child harus kita ‘selesaikan’, karena apabila tidak, ia akan terus mempengaruhi kita. Ia akan terus membentuk karakter diri, dan sangat mudah diturunkan ke anak kita kelak. So, mari kita bahas step-by-step how to heal your inner child ini.

Tahap awal, identifikasi masalah utama yang menjadi penyebab inner child mu. Coba flashback kembali hal-hal menyakitkan yang pernah terjadi. Misalnya, pernah jadi korban bullying, atau sering melihat kedua orang tuamu bertengkar.

Hal-hal inilah yang membentuk pribadi emosional, grogi, ataupun malu bersosialisasi. Menyakitkan untuk diingat, tapi cobalah untuk melihat sebab-akibatnya.

Lalu kedua, lepas dan ikhlaskan. Pada fase ini yang harus kita sadari adalah semuanya hanya masa lalu yang sudah terjadi dan terlewati. Masa depan ada di hadapan kita. 

Jangan takut dan malu untuk mengakui apa yang sudah pernah kita alami sebelumnya, sebab dari sana kita akan mendapat pelajaran yang sangat berharga.

Buang segala dendam dan amarah yang lama terpendam. Buang segala resah, kekecewaan, kesedihan, kegelisahan yang pernah kamu rasakan. Dirimu berhak bahagia, dirimu berhak lepas dari segala dan apa yang pernah terjadi.

Untuk melakukannya, kamu bisa bercerita pada sahabat, atau menuliskannya dalam berlembar-lembar kertas, lalu membakarnya. Biarkan semua energi negatif keluar dari dirimu.
Tahap 3, maafkan dirimu dan mereka yang terlibat. Sejatinya kita saat kecil layaknya sebuah kanvas putih, yang terwarnai seiring berjalannya kehidupan. 

Dalam proses tersebut, ada maksud yang Tuhan ingin ajarkan kepada kita : bahwa kita memiliki kontrol diri tapi Tuhan lah yang berkuasa atas kehidupan kita.
Mungkin, kejadian atau pengalaman buruk yang pernah dialami membuat kita lalai dan lupa atas segala anugerah yang Tuhan berikan. Kita lebih sering mengutuk keadaan, menganggap Tuhan tak adil, dan akhirnya membangkang.

Yang perlu kita lakukan dalam fase ini adalah memaafkan diri sendiri. Setelah segala sikap buruk yang kita lakukan, Tuhan masih memberikan banyak kasih sayang-Nya kepada kita.
Maafkan juga orang-orang yang terlibat dalam inner child mu, percayalah mereka hadir dalam hidupmu untuk memberi banyak pelajaran. Lakukan ini supaya hatimu lebih tenang dan yakin bahwa semua terjadi atas izin Tuhan.

Fase 4 dan yang terakhir, nikmati prosesnya. Ikuti semua proses dengan kesabaran dan kesadaran. Berdoa dan mintalah kepada Tuhan agar senantiasa dikuatkan.

Setelah semua step berhasil teman-teman lewati, step 4 ini bisa menjadi penyemangat dan pengikat atas apa yang sudah teman-teman lewati. Agar apa? Agar teman-teman tetap menetapi langkah selanjutnya dengan penuh keikhlasan dan kebahagiaan.

inner child adalah bagian dalam diri kita yang terluka ketika masa kanak-kanak yang untuk sebagian orang luka yang timbul sangatlah dalam dan menghancurkan bahkan bisa lebih buruk, meskipun terdapat bagian menyenangkan saat masa kanak-kanak tetap saja beberapa luka mungkin terjadi sepanjang jalan dan jika luka tersebut belum sembuh maka akan berdampak pada masa dewasa.

Sesuai pendapat di atas dapat kita tarik benang merah bahwa intinya inner child itu adalah figur/sosok anak kecil yang ada pada diri kita dewasa ini. Bentuk sosoknya seperti apa? ada yang positif dan negatif. 

Positif misalnya adanya perasaan senang/ bahagia, semangat, merasa lepas/bebas, tenang, nyaman dll sedangkan sosok negatif misalnya perasaan marah, benci, jijik, kesal, takut, tak percaya diri, cemas dll. Dominasi inner child dalam diri kita tergantung latar belakang masa lalu yang terjadi ketika masa kanak-kanak, lebih banyak kesan positif ataukah negatif? 


Jika semasa kanak-kanak lebih didominasi oleh perasaan positif maka semasa dewasa tidak akan bermasalah tapi justru terus merasakan aliran cinta, perasaan bahagia dan semangat selama menjalani hari. 

Namun sebaliknya jika semasa kanak-kanak didominasi oleh perasan negatif semisal kemarahan, ketakutan, kebencian, kecemasan maka semasa dewasa emosi tersebut akan terulang kembali jika sebelumnya tertahankan atau tidak terselesaikan.

Saturday, October 19, 2019

Film Joker Bikin Remaja Mengidap Mental Illness, Really?!

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah artikel online yang menuliskan masih seputaran film joker yang kemaren sempat menghebohkan netizen dunia dan juga termasuk indonesia.

Artikel itu menuliskan adanya tren anak muda yang mengalami atau sok sok mengalami gejala mental illness setelah menonton film joker itu. Film joker memang bercerita tentang pengidap gangguan jiwa yang dialami oleh pemeran utama, yaitu artur flex.

Beberapa orang atau pihak yang memberikan ulasan pun menggarisbawahi tentang pengaruh buruk yang mungkin akan timbul setelah menonton film ini. Mulai dari gangguan kecemasan, keadaan emosional yang tidak stabil, bahkan amarah. Beberapa dari mereka juga memberikan kesan kepada audiens masing masing bahwa selepas menonton film itu mereka merasa lelah, pusing, cemas, sedih, bahkan kebingungan. Namun apakah wajar bila yang ditimbulkan dari film ini adalah rasa ikut mengidap kelainan mental juga?.

Bila melihat apakah film ini segitu gelap dan beratnya sehingga menimbulkan banyak menuai wanti wanti dari para pengulas, sebenarnya masih banyak film dengan genre yang mirip atau juga dengan pondasi cerita yang berbeda yang jauh lebih berat atau gelap. Cobalah lihat film film kelas festival yang mendapatkan nominasi oscar, atau juga film film Hollywood lain. Seperti memento, atau film garapan Spielberg dan juga Nolan bersaudara. Atau bila ingin menitik beratkan pada dampak negative yang dihasilkan, baru baru kemarin juga ada film tentang cerita hidup dari Freddie mercury yang diperankan rami malek yang mencoba mempresentasikan tentang kehidupan lgbt  dan menampilkan adegan pasangan gay juga. Film itu juga tak kalah menuai pro kontra di masyarakat global, hal ini terkait dengan penerimaan orang orang terhadap vokalnya gerakan pro lgbt, yang mana komunitasnya makin menjamur di berbagai negara dan mulai menunjukan persatuannya, bahkan perusahaan, publik figure, termasuk para atlit olah raga beserta club olahraga yang menaunginya juga mempromosikan dukungannya lewat lambang atau simbol pelangi yang menjadi simbol pergerakan komunitas lgbtq di seluruh dunia. 

Saya sendiri berusaha untuk tidak mendiskriditkan golongan yang pro dengan gerakan itu, walaupun saya tidak sepenuhnya sependapat dengan masifnya dukungan akan hal itu. Apalagi bila dibenturkan dengan kebebasan memilih jalan hidup dan hak asasi manusia, dan juga legalitas dalam aliran keagamaan, namun kegiatan mempersekusi mereka juga tidak dapat dibenarkan. Beberapa orang seperti saya mungkin tengah kebingungan dengan hal ini. Tapi itu bukan fokus pembahasan dalam artikel ini. 
Mari kembali ke garis utama. 

Saya menilai film joker ini mampu masuk ke kelas komersil dan juga kelas festival. Kelas komersil saya anggap dengan film film Hollywood pada umumnya, yang bertujuan menghibur dan tidak memiliki jalan cerita yang ringan hingga medium. Sedangkan film festival saya identikkan dengan film yang berat dan dengan jalan cerita, alur, plot yang lebih berani untuk bereksplorasi. Tidak semua film festival mampu menembus dan memuaskan penonton di kelas film komersil. Namun film joker ini mampu hampir memuaskan kedua golongan penikmat film ini. Di luar keberhasilan Todd Phillips dalam meramu karakter dan cerita joker dengan baik, karakter joker sendiri memang sudah sangat ikonik dan akrab dengan penikmat film film maupun komik superhero terutama buatan DC comics, berbagai versi pun sudah dilahirkan, apalagi keberhasilan heath ledger memerankan tokoh joker ini dalam film batman garapan Christopher nolan membuat pamor tokoh joker ini kian akrab, dan para penikmat pun merasa puas dan terwakili dengan kegilaan yang ditunjukkan, bukan kegilaan yang muncul tiba tiba, tapi karakter joker ini juga menjadi wakil dari orang orang yang merasa tidak diindahkan oleh kehidupan, orang orang yang merasa keadaan sosial politik di dunia nyata mampu diwakili oleh tokoh ini. Ini yang menyebabkan tokoh ini memberi kesan sangat dekat dan lekat dengan kenyataan. 

Segmentasi penonton film ini pun perlu dijadikan pertimbangan, karena paling tidak penonton film ini berada di kisaran usia 17 hingga 40 tahun, dan mungkin didominasi dengan kelas usia 17 hingga 30an awal. Di usia tersebut penonton yang kebanyakan sedang mengalami perkembangan karakter dan proses penemuan jati diri dan arti hidup. Pada artikel yang saya temukan kemarin tertulis bahwa remaja ini menampilkan gejala seolah olah mengalami gangguan jiwa juga. Garis bawahi kata remaja. Remaja bisa dimasukan ke kelas usia antara 17 hingga 20an,dimana diusia tersebut orang orang yang tengah mencari jati diri seringkali memakai pola imitasi atau peniruan yang diarahkan kepada tokoh panutan atau apa saja yang mereka konsumsi. Terutama konsumsi audio visual yang meliputi buku bacaan, film dan video musik, dan juga musik itu sendiri. Di usia ini kita bisa mendapati remaja akan terkelompokan berdasarkan kesukaan mereka dalam hal hal tertentu. Kita bisa amati dengan cara berpakaian mereka, genre musik yang mereka gemari, ataupun buku yang menjadi acuan mereka dalam diskusi di ruang publik maupun lingkungan sekolah mereka. 

Tingkat penasaran dan mudahnya mereka meniru yang dikonsumsi tanpa pikir panjang juga patut diberi perhatian. Mereka akan dengan mudah meniru sesuatu, dan mengagungkan satu tokoh yang mereka anggap mewakili karakter diri dan kehidupan mereka. 
Mereka akan dengan bangga menunjukan atau memamerkan hasil buruan tokoh itu kepada komunitasnya, sebagai ekspresi rasa puas atas pendaman suara yang tokoh itu wakilkan. 

Orang orang yang lebih dewasa setidaknya tidak langsung memberi label buruk pada mereka tanpa alasan yang kuat. Usia remaja memang momen krusial pembentukan karakter dan jalan hidup bagi mereka. Akan lebih baik bila memberikan tuntunan dengan perlahan dan tidak memberi kesan menggurui, berikan cara yang lebih bersahabat, dan hindari dengan kalimat kalimat perintah dan larangan, karena alih alih semakin dekat, mereka justru akan makin menjauh karena gap antara yang tua dengan yang muda makin jauh. 

Atau saya memberikan dugaan lain, bagaimana bila film itu memang memberikan dampak negative pada kesehatan mental mereka, atau bagaimana jika film ini terasa begitu nyata bagj mereka yang merasa terwakili dengan ceritanya. 

Terimakasih. 



Thursday, October 10, 2019

Cara Biar Instagram Kamu Dark Mode

Kali ini gue bakal membagikan cara biar aplikasi Instagram di ponsel kamu bisa dark mode. Fitur dark mode ini sebenarnya sudah bisa dinikmati oleh beberapa merk ponsel di android seperti di beberapa ponsel vivo dengan mengaktivkan fitur dark mode pada setelan pengaturan ponsel, secara otomatis beberapa aplikasi yang terinstall di ponsel akan mengikuti setelan tampilan dark mode. Di ponsel apple pun fitur dark mode ini juga sudah disertakan, namun di beberapa ponsel android lain terutama yang belum kebagian pembaruan software ke android terbaru belum bisa menikmati. Nah gemana biar tetap bisa menikmati fitur dark mode? Gini nih caranya;

Pertama coba kamu cek pembaruan sistem di pengaturan hape kamu, bila ada pembaruan software ke android terbaru silahkan kamu unduh dan install, biasanya pembaruan itu akan membawa fitur dark mode.

Namun bila ponsel android kamu enggak ada pembaruan software bisa kamu coba buka playstore lalu cari aplikasi Instagram dan scrolling sedikit sampe kamu temui opsi untuk mendaftar ke beta version. Setelah kamu klik dan menyetujui untuk mencoba beta version, silahkan tunggu beberapa menit, waktu gue coba gue nunggu sekitar 15menitan untuk proses penyetujuan. Kalo udah disetujui untuk beralih ke beta version kamu akan di berikan opsi update aplikasi. Silahkan unduh pembaruan itu.

Dan kini kamu bisa mencoba dark mode di Instagram.
(Disclaimer) ponsel yang gue pake adalah samsung A6 dengan android versi 9 dan one UI yang secara default sudah ada fitur dark mode.

Walaupun sudah didarkmode* gue belum bisa menikmati Instagram darkmodenya secara otomatis, berbeda dengan di ponsel Vivo tadi. Akan tetapi setelah menginstal Instagram beta, Instagram gue mengikuti setelan si ponsel. Ketika ponsel gue gak disetel darkmode, tampilan Instagram gue putih seperti biasanya, tapi setelah didarkmode* tampilannya jadi ikut gelap.

Tapi perlu diperhatikan versi beta ini belum stabil dan update nya juga akan sering, dan juga mungkin enggak 100% berhasil di semua ponsel, tergantung versi android, custom UI nya, dan merk ponsel masing masing.

Thanks guys.

Love Hate Relationship

Tipis Perbedaan Antara Benci dan Cinta
Well, it seems to be true. Profesor Semir Zeki dari University College London dalam penelitian yang dirilis jurnal PloS ONE 

menyatakan bahwa perasaan benci dan cinta direspon oleh jaringan syaraf yang sama di dalam otak.

Secara logika, kalau masih merasakan benci terhadap si dia, artinya Anda masih peduli padanya, dan rasa peduli juga masih bagian dari rasa cinta Anda padanya. Mungkin sulit bagi Anda untuk mengakuinya,

Belajar Kompromi
Seiring dengan pertengkaran demi pertengkaran yang muncul ke permukaan, Anda akan belajar berkompromi dan menemukan cara terbaik menyelesaikan masalah dengannya. Dan jangan kaget kalau Anda pun berubah menjadi orang yang lebih fleksibel dan pandai berkompromi dari waktu ke waktu.

Persamaan dan perbedaan

Dari hasil studi yang dipublikasikan dalam 3 makalah terpisah di Neuro Report pada 2000, Neuro Image pada 2004 dan PLOS ONE pada 2008, Zaki menunjukkan bahwa cinta dan benci punya persamaan dan perbedaan.

Cinta erotis mengaktifkan bagian sistem penghargaan di otak yang kaya akan penerima rangsang hormon oksitosin dan vasopresin. 

Pada saat yang sama, cinta erotis menonaktifkan bagian otak yang berkaitan dengan penilaian dan pembuatan alasan.

Sementara itu, benci mengaktifkan bagian yang kaya dengan penerima rangsang serotonin sehingga bisa memicu stres. 

Bila saat merasa benci bagian penilaian otak banyak dinonaktifkan, maka saat merasa benci hanya sebagian kecil saja bagian tersebut yang dinonaktifkan.

"Dalam cinta erotis, orang yang dicintai kurang kritis dan menilai. Saat benci, si pembenci mungkin ingin lebih menilai, memperhitungkan bahaya, luka, dan aksi pembalasan," kata Zaki dalam publikasinya di PLOS ONE.

Meski demikian, cinta dan benci diketahui mengaktifkan dua bagian otak yang sama, insula dan pitamen.

Inilah persamaan cinta dan benci.

Insula biasanya aktif saat ada stimulus yang menyusahkan atau memicu kegelisahan. Cinta dan benci, oleh insula, dianggap sebagai stimulus yang sama.

Sementara, pitamen berperan merancang tindakan agresif yang bisa muncul akibat cinta ataupun benci. Dalam konteks cinta, tindakan agresif bisa muncul ketika ada pesaing.

Persamaan tersebut menunjukkan bahwa cinta dan benci itu dekat. Manusia mudah berganti rasa dari benci menjadi cinta dan sebaliknya.

Kebencian terkait penurunan serotonin dan peningkatan kyuronic. Menurut Taruna, kebencian berlebihan bisa bersifat patologis.

"Dampak peningkatan serotonin dan kyuronic dalam jumlah besar adalah depresi, kecemasan, dan muncul pembelaan ego yang menyebabkan rasa kebencian semakin meningkat," jelas Taruna.

Kebencian memicu stres dan depresi sebab menurunkan level dopamin dan endorfin yang berefek melegakan dan membahagiakan.

Dalam bahasa Yunani, ada tiga kata yang digunakan untuk mengungkapkan cinta, yakni: eros, philia dan agape. Eros adalah cinta seksual, yang didasarkan pada nafsu/birahi. Di sini, orang lain tidak dipandang sebagai person/subyek melainkan hanya sebagai obyek. Penghargaan terhadap orang lain sebagai pribadi tidak ada. Satu-satunya yang ada ialah nafsu “ego”. 

Eros merupakan cinta yang terarah kepada orang lain tetapi ditujukan demi kepuasan pribadi orang yang mencintai. Dengan kata lain, cinta ini terarah kepada diri sendiri. Orang lain dilihat bukan karena pribadi melainkan didasarkan pada jenis kelamin semata.

Philia adalah cinta persahabatan. Di sini, cinta bersifat relasional. Orang lain telah dipandang sebagai pribadi yang mempunyai kekhasan/keunikan dan kualitas tersendiri: cantik, lembut, pengertian, dan seterusnya. Cinta philia tidak dibatasi oleh jenis kelamin tetapi terbuka kepada semua, baik pria maupun wanita.

Agape merupakan cinta yang tertinggi. Cinta ini tidak lagi tergantung pada bakat, kualitas-kualitas yang ada di dalam pribadi orang lain (cantik,lembut, ramah, pengertian, dsb); tidak memandang orang lain terbatas sebagai “pribadi yang lain” melainkan melihat orang lain sebagai bagian dari diri sendiri. Gabriel Marcel (seorang filsuf Perancis) membahasakannya dengan ungkapan: “Aku” dan “Engkau” menjadi “Kita”. Dalam konteks ini, “Aku” melihat diriku di dalam “dirimu” dan “Aku” menemukan “Engkau” di dalam “diriku”. Di sini, cinta agape merupakan cinta yang sanggup menderita dan berkorban (sebab “engkau” adalah bagian dari “aku” atau ”diriku” dan demikian juga sebaliknya). Ia keluar dari “ego” dan terarah serta terbuka kepada yang dicintai. Cinta agape melampaui jenis kelamin, cantik-jelek, kaya-miskin, pintar-bodoh; dan mengatasi segala tembok-tembok pemisah seperti perbedaan agama, suku, budaya, dsb.

Psikolog sekaligus Kepala Psikologi Riset dan Terapan Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha Bandung Efnie Indrianie mengatakan hal tersebut juga terkait dengan mekanisme pertahanan alami yang dimiliki manusia. Ketika merasa terancam, manusia secara tidak sadar akan mengeluarkan mekanisme pertahanannya.
Salah satu akibatnya adalah memutar sudut pandang 180 derajat sehingga menganggap hal-hal yang mengancam jiwanya, bisa dilalui dengan baik “Mekanisme ini adalah dasar-dasar perlindungan manusia secara alami yang menimbulkan reaksi berkebalikan.” 

Efnie mengatakan hubungan yang berlandaskan rasa benci tetapi menjadi cinta, nyata terjadi karena dipengaruhi oleh mekanisme proteksi diri tersebut. Dia mencontohkan hal itu terjadi dalam pernikahan, seperti pernikahan pada laki-laki atau perempuan yang dibenci, pernikahan karena keterpaksaan, atau pernikahan karena politik.
Namun, kasus yang lebih ekstrem adalah ketika mengetahui bahwa orang yang dibenci dan melakukan kekerasan justru dibela karena cinta. Oleh karena itu, saran Efnie, fungsi otak bisa dimaksimalkan untuk mengubah keadaan. 
Harus ada kesadaran dan keberanian melepas ikatan tersebut dari orang tersebut. Lalu, bagaimana bila belum lepas dari memori masa lalu dari hubungan  buruk tersebut? Pemetaan ulang memori bisa menjadi alternatif solusi.
“Memori memang tidak bisa hilang begitu saja, tetapi dengan terapi ini setidaknya membantu menemukan alternatif ‘susunan jalan yang lain’,” kata Efnie.

Salah satu contoh ekstrem tentang hubungan benci dan cenderung takut karena terancam jiwanya, tetapi mendadak berubah menjadi rasa sayang adalah kejadian di Stockholm,
Swedia pada 1973. 
Saat itu, terdapat kasus penyanderaan oleh perampok pada beberapa pegawai bank. Anehnya, setelah dibebaskan, para korban tidak menuntut perampok. Bahkan para sandera menyatakan polisilah yang menjadi ‘orang jahat’ pada kejadian itu. Hal ini kemudian disebut dengan Stockholm Syndrome.






Review Film Joker

Artur tinggal bersama ibunya, yg di tengah2 film tunjukan problem dari ibunya yg tiap kali menuliskan surat utk thomas wayne,mantan majikannya 30tahun lalu, di suatu waktu artur membaca surat ibunya dan menemui kalimat bahwa ia adalah anak dari thomas, namun berlanjut ke cerita selanjutnya diketahui bahwa ibu artur memiliki kelainan mental juga yaitu delusi, di sini agak membingungkan apakah yg ditampilkan sepanjang film sebuah fakta ataukah delusi artur dan ibunya saja.

Ketika artur mencoba mencari jawaban soal ini, ia mendatangi rumah thomas wayne dan tanpa sengaja bertemu dengan bruce wayne kecil yg sedang bermain si taman, dia sempat menampilkan atraksi sulapnya dan memainkan mulut bruce dg membentuk senyuman sama seperti yg artur lakukan pada mulutnya sendiri di awal film, sebelum kemudian di berhentikan oleh bodyguard keluarga wayne yg menurut orang2 adalah alfred, yg juga tau soal kondisi ibu artur dan isu delusi percintaan antara ibu artur dg thomas itu.

Tiap orang yg artur temui selalu bilang ibunya gila dan sakit jiwa, hal itu membuat artur makin geram, sampai akhirnya artur membuntuti thomas ke acara opera (dg judul opera yg sama dg opera sebelum pembunuhan orang tua bruce di cerita2 batman) dan menemui thomas di wc, di sana mereka berbicara dan artur menyampaikan kegundahan ttg ibunya itu, yg didapatkan jg sama yaitu penolakan dan thomas bilang ibu artur gila dan fakta baru bahwa sebenarnya artur adalah anak yg adopsi oleh ibunya.

Hal itu membuat artur makin stress dan penyakit tawanya kambuh, (sepanjang film saya menyimpulkan ketika artur dilanda kecemasan/stres penyakit tawanya selalu kambuh), thomas memukul artur lalu meninggalkannya di wc. Artur yg pulang dg mulut berdarah serta kecewa menemui ibunya tengah digotong di depan gedung apartemen hendak dibawa ambulan oleh perawat, ibu artur kena stroke setelah ada 2 orang polisi yg mengintrogasi ibunya terkait pembunuhan yg dilakukan artur di sebuah kereta malam malam sebelumnya.

(disclaimer) Di situ artur mengalami delusi menganggap tetangga perempuan yg jd obsesi love interestnya menemani ia di rumah sakit, karena di scene depan diperlihatkan ketika artur pulang ke apartemen dan masuk ke kamar perempuan itu, si perempuan itu tidak mengenali artur dan memintanya utk meninggalkan kamar apartemennya. setelah kejadian itu artur yg semakin gila karena tak lagi meminum obat dan karena program konseling yg dihentikan pemerintah karna lembanganya tak lagi mendapatkan asupan dana. Artur mulai mengecat rambut dan wajahnya sama seperti waktu dia bekerja menjadi badut di haha's.

Sebelumnya artur dipecat karena tanpa sengaja menjatuhkan pistol saat menghibur anak2 di rumah sakit. Pistol itu ia dapatkan dari rekan artur sesama badut, rekannya membujuk ia menerima dan membawa pistol itu ketika sesaat setelah artur dikerjai sekelompok anak2 ketika bekerja, scene ini diperlihatkan persis di awal2 film. Namun ternyata artur dijebak oleh rekannya itu yg membual ke bos perusahaan. Itu yg membuat artur memiliki dendam ke rekannya itu.

Kegilaan yg makin menjadi jg membuat artur membunuh ibunya sendiri, lalu ia merayakan hal itu di apartemennya, rekannya yg tadi berdua bersama teman kantor yg boncel itu berniat utk menjenguk artur, namun ternyata ia dibunuh dg kejam oleh artur, sedangkan rekan yg boncel itu dipersilahkan pergi karena menurut artur hanya dia lah yg berperilaku baik.

Berulang kali artur ditelpon oleh 2 polisi yg hendak mengintrogasinya tadi namun  artur selalu menghindar. Di suatu pagi artur menerima telpon dari tv show host favoritnya, muray franklin, host ini jg yg menampilkan video artur tengah melakukan pertunjukan standup comedy sbg bahan candaan di acaranya, awalnya artur senang, namun kemudian dia merasa diolokolok oleh host itu dg jokes yg seolah menuding artur terlalu percaya diri namun tidak lucu. Ajakan utk tampil di acara tv itu ia ambil. Dan di sini lah cerita menuju klimaks itu terjadi.

Artur mempersiapkan semuanya, disamping itu kondisi masyarakat yg chaos makin menjadi dan mendewakan sosok clown yg dilahirkan artur pada pembunuhan 3orang pemuda yg ternyata karyawan di perusahaan wayne. (Pembunuhan itu dipicu oleh tindakan tidak sopan 3 pemuda td terhadap seorang wanita yg enggan merespon godaan mereka, artur yg melihat mulai merasa stres hingga penyakit tawanya kambuh, diperlihatkan jg sebenarnya artur berusaha keras menahan tawa dan ingin menjelaskan, namun 3pemuda ini terus menekan artur hingga memukulinya, artur yg mengalami hari buruk dan kebetulan tengah membawa pistol yg ia dapat dari rekannya 'randall akhirnya meledak dan menembak ketiga pemuda tadi hingga tewas, setelah penembakan itu artur berlari dan sembunyi, dia pun menari seperti merayakan kemenangan)

Di belakang panggung artur bilang ke muray sbg host agar dipanggil joker, sebutan yg muray berikan sewaktu acara tv sebelumnya. Awalnya tv show itu berjalan agak mulus, agak, karena di awal acara artur malah mencium dokter sbg tamu sebelumnya, di sana mulai awkward, namun masih ada tertawaan dari penonton yg hadir di studio. Di tengah acara artur melakukan pengakuan bahwa yg membunuh 3 pemuda di kereta itu ialah dirinya, suasana kian kacau karena artur tidak tampak menyesal dan terus beralasan, host yg masih ingin mengontrol acara bertanya mana punchline dari ucapan yg dikira jokes itu tapi artur menjawab tidak ada punchline dan ini bukan bercanda. Di saat tendensi makin memuncak artur yg makin kalap mengeluarkan pistolnya lalu menembak host hingga terbunuh, seisi studio tegang,dan scene artur memegang kamera yg ikonik dari sosok joker heath ledger itu ditampilkan.

Joker berlari kabur dan bergabung dg kerumunan, jauh sebelumnya ada scene sesaat setelah artur dg kostum joker yg menari di anak2 tangga diiringi musik(scene ini adalah sejenak sebelum artur menuju studio tv show tadi). 2 polisi td ternya berdiri di belakang artur, ketika artur diteriaki,artur lari dan polisi itu mengejarnya, berlarian hingga masuk ke salah satu kereta yg berisi orang2 pendemo yg memakai topeng clown. Di sana chaos dan berujung 2 polisi td berhasil masuk ke perangkap artur hingga kritis krn digebuki seisi pengunjuk rasa.

setelah itu adalah scene epik saat artur keluar dari stasiun namun saat bersamaan polisi berlarian masuk dan mengabaikan artur yg berjalan ke arah sebaliknya.

Artur yg tertangkap polisi tertawa melihat chaos sepanjang jalan, polisi menyuruhnya diam tp tak lama mobil polisi yg membawanya ditabrak dari samping oleh mini bus yg dikendarai pengunjuk rasa, mobil polisi itu hancur, polisi beserta artur terluka, namun supir mini bus ini mengeluarkan artur dari dalam mobil dan menidurkannya di di atas kap mobil polisi yg ditabrak tadi, artur yg pingsan tdk tau apa2,

setelah itu muncul scene pengunjung opera yg keluar dari gedung, di situ jg ada thomas wayne, bruce wayne dan marta yg keluar menghindari kerumunan, di salah satu gang mereka bertiga yg tengah berjalan dipanggil oleh seseorang dari belakang, mereka bertiga menoleh lalu thomas dan marta dibunuh dg cara ditembak dg pistol. Ternyata orang yg menembak itu adalah orang yg sama yg menolong artur dan menidurkannya di kap mobil.

Scene penembakan marta jg mirip dg yg di film batman sebelumnya, scene kalung mutiara yg ditarik hingga putus dan berantakan jg ditampilkan.

Setelah itu artur siuman di tengah masyarakat yg chaos,
orang2 ini melingkari artur dan makin merasa gembira bersorak sorai ketika melihat artur bangun dan berdiri di atas kap mobil.
Artur awalnya bingung namun pelan2 menyadari dan menikmati sorak sorai itu, kemudian dia menari seperti tarian yg dia lakukan setelah membunuh 3 orang pemuda di kereta tadi.

Scene berikutnya artur sudah ditangkap dan tengah diintrogasi oleh perempuan di sebuah ruangan yg kemungkinan itu adalah ruangan rumah sakit jiwa.
Di sana artur membicarakan hal yg di scene sebelumnya selalu ia bicarakan, yaitu ttg jokes, ketika perempuan ini mendengarkan artur yg tertawa terus2an, ia menanyakan apa yg sedang ia tertawakan, artur menjawab ia sedang memikirkan jokes,
(Disclaimer, scene di ruangan putih atau artur ditahan di rumah sakit jiwa jg muncul di awal film ketika artur membenturkan kepalanya ke kaca pintu, ciri fisik antara pengintrogasi di awal film dan di akhir jg identik, yg memunculkan dugaan cerita sepanjang film adalah cerita yg ia sampaikan kpd pengintrogasi dan cuma delusi artur)

dan ketika ditanya apa jokesnya.. scene beralih artur yg keluar ruangan dengan noda merah yg menempel di lantai sepanjang dia berjalan, lalu dia menari seperti tarian tadi, kemudian scene ini berlanjut ke kejar kejaran antara dia dan penjaga rumah sakit jiwa. Kemudian film selesai.

Sewaktu artur bilang tengah memikirkan jokes, visual yg ditampilkan adalah gambar bruce wayne sesaat setelah orang tua nya dibunuh. Yg memicu dugaan sebenarnya artur menganggap ia lah yg melahirkan batman dan membuat bruce menjadi sama dg dirinya karena kini menjadi seorang diri, sama seperti yg ia rasakan.

Thursday, April 18, 2019

Gembira manusia dari masa lalu

Kepadamu
Yang larut dalam kerut dunia, mengerucutkan benci seolah muara di pihakmu seorang.

Aku tersenyum kecil saat lentik jarimu memainkan rantai arloji kesayangan, sambil bergurau kau tarik ia ke posisi yang tak lazim, pelan pelan menuju lengan.

Membawaku pada gembira biar sedetik.

Apa yang membuat semuanya istimewa?
Garis wajahmu menyuarakan hal yang sama, lalu menularkannya padaku yang letaknya entah di mana.

Bahkan ketika kau sebenarnya keluhkan acuhnya perhatian, aku membacanya gemas, segemas ketika kau mencium wangi dari pipi bayi bayi.

Keibuanmu
Mencubit kekarnya egoku

Selain itu, sebenarnya aku sangat iri dengan garis waktu yang kau lewati dengan suka cita.

Sebuah perasaan yang sangat bias, yang bahkan untuk benar benar tahu bahwa aku merasakan itu pun sukar.

Jiwaku dibanjiri sedih, selepas apapun tawa yang ku buang.

Ku iri hingga ingin sekali tuk dilibatkan dalam keisengan keisenganmu yang sempat membawaku pada gembira.

Tapi bagaimana caranya aku melarungkan aku pada duniamu itu?

Dan sejujurnya aku tahu bahwa dunia itu tak semulus gembira yang kau cipratkan itu.

Aku mencoba merasakan kamu, membaca tiap senyum dan sorot mata yang terekam dan kau bagi di setiap garis dimensi.

Iri yang bergemuruh
Meletup letup malu
Mungkin sama seperti milikku.

Hanya saja kau lebih lihai bersembunyi dari kosong kosong ruang yang kau tinggal, kau sisakan satu yang bersih tuk di huni manusia dari masa lalu,

Apakah kau cermin yang memantulkan deritaku?
Mengapa kau sejahat itu?

Adakah celah kita untuk bersatu selagi masih saling menyisakan ruang kosong tuk manusia dari masa lalu?

Apakah perasaan semacam ini terus lalu lalang di sepanjang tarik napasku? Aku lelah, bila harus menyerah, aku bermimpi pulang ke ruang kosongmu.

Aku rela saja bila harus menata ulang meja kerjamu, menyapu debu debu tebal yang telah lama menghinggapi lantai tempat kau dulu menari.

Aku rela menjadi satu satunya penonton tarian itu, lalu ku duduk teramat dekat, mengagumi setiap sendi yang bergerak, dengan bunyi bunyi sepi kegembiraan ini.

Tapi kerelaanku tak berpenghuni karena nyaliku dipecundangi keadaan yang enggan sekali ku ceritakan.

Atau mungkin memang harus selalu seperti ini, menikmati setiap tetes kegembiraan yang terciprat. Entah, ku tak lagi pandai memuji.

Sunday, April 14, 2019

Dalam Beluam

Lama kelana
Menyisir keras
Tanya besar yang mengecilkan kami
Paksa merenggang
Lenggang tangan sebelah nadi

Badan Terasak sesak
Menyelinaplah ia
Terbunuh sang citraleka

Namun jauh di dalam sumpah
Jiwa kami telah menikah
Mencumbui susah
Berguling kebah, merindukan bunga
Janin atas ia dan aku

Jika suram melenda
Aku menyelir dalam tubuhnya
Kibaskan tabir yang merungkau
Membawanya bersembunyi
Menatarnya berhenti mengelabuhi diri

Ia menyengamku
Tak bersisa
Aku lah kekam
Bersemayam di lekuk dadanya
Merasa setiap debarnya
Terbakar oleh marah dan cemburunya
Korban dari ia yang menempikkan derita
Jarak tak bersisa
Yang tersimpan dalam beluam

Saturday, March 9, 2019

Burung burung kecil

Pada pekat malam yang merundung
Tangan itu kencang
Menggulung aku ke perapian
Dihadapkan kepalaku padanya
Ibu jarinya mengusap air mata

Ia berbicara
Sedih selazimnya sedih
Rasa memang harus dirasa
Tetapi yang hidup tetap harus hidup

Bergelimang kosong
Ia bercerita, meletakkan telapak telapak tangannya ke sumber cahaya
Lalu burung burung kecil itu terbang sepanjang tembok yang membentang

Kau masih bisa terbang
Yang tersungkur akan terkubur
Namun tidak mati
Ia akan abadi
Di sini,
Ujung telunjuknya menyentuh dadaku

Thursday, March 7, 2019

Nara Lari

Tabur bunga orang ketiga
Di laut lepas ia semayamkan abu sisa keabadiannya

Kau tahu?
Disanggahnya pikiranku
Menjadi biru atas tangan yang kau genggam
Hanya milikku

Nara hadir dalam sekoci tempat ia menghela takdir
Menutup celah merengkuhmu kembali
Membuka sketsa baru tempatmu bersembunyi

Dalam jannah kau kekal
Seruan lalu yang tak ada aku
Tiga ribu di atas mata kaki
Sejengkal terpulas di kekang sunyi.

Tuesday, January 15, 2019

Melancong 1

Kata orang yang selalu meluangkan waktunya untuk melancong ia selalu merasa pikirannya segar setelah lelah berkeliling di tempat lain.

Jauh sebelum hari pemberangkatan, kami sudah merencanakan untuk melancong ke tempat itu.

Sedikit demi sedikit menyisihkan hasil otak yang kami peras dengan ditambah keinginan belanja kami yang masif ditahan.

Kami juga mencari cari kabar tentang pihak lain yang buka jasa untuk itu, tentu saja perlu karena kami tak mungkin mosak masik di sana tanpa pembantu.

Hingga akhirnya bertemu dengan pihak itu dan diberitahu berapa jumlah yang harus kami bayarkan.

Dan sekali lagi kami diminta untuk sedikit mengencangkan ikat pinggang dan kepala untuk itu karena ternyata jumlahnya belum cukup.

Hari ke hari
Bulan ke bulan
Hingga terhitung lebih dari 12
Kami menyambangi mereka lagi via aplikasi chat.

Kami sudah bersiap jika sewaktu waktu jumlahnya harus berubah karena satu dan lain hal.

Kami menyesuaikan jadwal
Lalu membayar uang muka sebagai tanda jadi, untungnya mereka bukan orang jauh bagi salah satu dari kami sehingga semuanya tidak terlalu sulit.

Kami mengurus segala keperluan dan berkas sendiri sendiri termasuk belanja  pakaian pakaian dingin.

Hari itu hampir tiba
Kami sepakati akan bertemu di jakarta

Beberapa minggu sebelum menembus belasan jam perjalanan, kami sempatkan mengkonfirmasi semuanya.

Kami minum kopi ataupun teh di meja yang sama setelah sekian lama.

Bicara mondar mandir menerobos waktu kini, lampau, hingga ke depan.

Dan seperti yang sudah sudah, akan selalu ada hal yang membuatku iri dalam perjamuan ini.

Kami memutuskan menginap di satu atap.

Pagi harinya kami bersiap untuk menemui mereka, memeriksa segalanya agar tak ada yang tertinggal.

Kami mengecek semua
Lalu duduk terpencar
Jujur saja itu lah kali pertama, berbeda dengan mereka yang sudah sering berkelana.
Aku cuma anak rumahan.

Dari awal sudah ku niatkan untuk berhemat, aku tak tanya keadaan mereka yang jelas sudah pasti berbeda dengan diriku yang bawa seadanya.

Di perjalanan itu aku lebih banyak habiskan dengan tidur dan musik musik yang sudah ku unduh, sesekali bangun hanya untuk makan minum dan kamar kecil.

Sesampainya di tempat ramai itu, aku limbung, rasanya pusing dan mual.

Wajah wajah aneh ku lihati dengan mata kepala, wajah wajah yang berbeda dengan kami, yang acuh tak seperti orang kami.

Setelah semua barang barang sudah di tangan, kami keluar, dan hal pertama yang sama sama kami lakukan adalah menodongkan gaman kami, yaitu ponsel.

Melihat lihat langit yang tak jauh beda, hanya memang hawa dan dinginnya bikin linglung.

Kami menangkap apapun di hadapan.
Aku pun.
Tapi aku sudah janji tak mau ambil gambar selfie.

Walau sesekali ia memaksa tapi sudah ku rayu rayu jangan disebarkan kemana mana, cukup untuk kita berdua.

Ia, kita.
Waktu yang istimewa.
Dengan menumpang kafilah ini, mencoba merekatkan kembali ikatan dengan sunyi tanpa bunyi.
Aku tak ingin kehangatan gagal melebur.
Aku ingin kali ini masih sebatas rahasia.

Lalu kami mencari makanan pengganjal.
Karena jajan diluar biaya tadi, kami harus pintar pilah pilih. Harganya jauh seperti yang di rumah. Katanya hitung hitung berdietlah.

Pembantu kami lalu mengantar semuanya menuju tempat yang akan kami habiskan bermalam beberapa malam.
Yang penting ada tempat, kami tak mengharap sesuatu yang hebat, namun nyatanya tempat itu pun tak terlalu buruk.

Aku mulai gelisah.
Kalau di rumah, aku tak bingung mengepulkan asap dari tembakau yang ku sulut.
Ini tempat lain, aku tak ingin sembrono, tapi agak sedikit tak tahan juga rasanya.
Mau ngudud dimana ya kira kira, kataku dalam batin.

Kami berkeliling.
Kata pembantu kami kebetulan di sini sedang ada festival tahun baru.
Kami mampir, bergabung dengan khalayak lain.
Memperhatikan teriakan teriakan itu.
Pemuda pemuda yang bersemangat saling mendorong dan membopong.

Pelan pelan
Diam diam
Yang jadi nomor satuku dalam perhatian ialah ia.

Ia yang sibuk menangkap dengan kameranya.
Ku perhatikan
Aku perhatikan
Setelah berapa detik berlalu dan ia menoleh padaku, berganti aku yang pura pura menangkap khalayak itu.

Sial,
Kenapa ya, seseorang yang sedang dipandangi orang lain selalu merasa tahu sedang dipandangi.
Aku jadi malu.

Kami diberitahu pukul sekian waktunya kami untuk berpindah, katanya jangan sampai kami terlalu lelah, perjalanan tadi cukup panjang untuk menguras energi badan.

Kami beristirahat.

Bersambung......

Saturday, January 12, 2019

kesetanan

Kesetanan
Ketakutan
Kedinginan
Kebingungan
Kelanjutan
Kehidupan
Kesian
Kesian
Kesekian
Kerusakan
Kebisingan
Keberanian
Kelewatan
Kekerasan
Ketidaktahuan
Ketidakmampuan
Ketahuan
Kesulitan
Kehidupan
Keluarga
Kesurupan
Kepindahan
Keramaian
Kelihatan
Kedengaran
Kebatilan
Kebusukan
Kehimpitan
Kelimpungan
Kecolongan
Kemasukan
Kesukaran
Kemungkaran
Tuhan
Kesetanan

Thursday, January 10, 2019

KAMKA DALAM LAMINA

Pagi 24 juli
Semestinya gelisah ini tak perlu mampir

Karena tempat ini cukup sesak untuk kita berdua
Tapi ia menjejali kita
Membuang semua benda benda
Biar jadi cukup tuk dia berdiri di sana

Sisa semalam yang berantakan
Sisa pesta pora
Yang mana aku turut bahagia walau hanya hadir di pesan suara

24 juli, pagi pukul 7
Yang mampir membangunkanmu ialah aku
Membawakanmu roti dan susu
Seperti yang kau beri padaku saat pertama kali aku menemuimu

Bagaimana semalam? Tanyaku
Baik, mereka semua baik padaku, jawabmu

Aku iri, tak pernah aku diperlakukan sepertimu, ucapku
Jangan iri, suatu saat nanti kau pasti merasakannya, jawabmu

Tak mungkin, tapi kalau kamu yang memberikan itu aku sangat bersedia, aku menggoda

Mungkin, kau orang baik, kawan kawanmu pasti tau, kalau soal aku, kau tak usah bertanya, jawabmu sambil memegang tanganku yang mengepal.

Kami saling melempar senyum
Beberapa sampai jatuh berdebum di lantai rumah
Beberapa lagi sampai, mengendap hingga ke urat.

Kalau aku orang baik mana mungkin kita bertemu, aku melanjutkan.
Jangan mulai lagi, jangan buat aku sedih, kau memelas.

Yang paling sulit bukanlah berhasil duduk di atas pelana
Melainkan memegang kendali di atas mau

Sering kali batas batas bias tenggelam euforia
Sering kali lupa bahwa hidup bukan cuma soal berdua

Aku anggap waktu itu ajal hampir tiba
Kau dan aku terlena tanpa tahu kuda ini  tengah sekarat menopang kita

Pagi, siang, sore, malam
Aku selalu di sebelahmu
Berbuat apapun, membicarakan apa saja
Seolah tak ingin lepas
Walau sesekali kuda ini menahan napas
Meluangkan waktumu
Menemui yang selain aku

Kau mengerti aku cemburu
Aku mengerti kau hanya mencoba adil

Kau bersandar di tubuhku
Memeluk lamina yang terpasang
Sembari kau berkelana aku tak pernah palingkan mata
Wajahmu ku pasang di dalamnya

Detik berlari, lambat terasa
Kita bercinta dengan mesra
Dikepung dentuman yang bernyanyi, kita menari, berputar, di atas pelana ini.

Keesokan pagi engkau bisu
Engkau tuli
Engkau lumpuh
Kuda yang berlari telah berhenti
Menghempaskan kita, jatuh melintang ke dua sisi
Sedangkan ia mati dengan mulut berbui

Pandanganku berbayang
Aku merangkak
Memungut kamka yang terlepas dan memakaikannya lagi ke tubuhmu
Aku tak ingin kau telanjang

Kau meraihku
Membantuku berdiri dengan kaki separuh pincang

Kau menopangku
Menuntunku berteduh

Kita ketahuan, ucapmu
Bagaimana bisa? Tanyaku

Aku khilaf, aku lupa, aku terlalu bahagia, katamu lagi

Katamu, sambil menunjukkan layar teleponmu yang berisi foto itu

Apa katanya? Aku bertanya
Dia marah, dia ingin melepasku, jawabmu

Lalu?

Aku tak mau, 

Ucapanmu merobek laminaku
Tak sampai berkeledar sejatinya aku tlah pudar

Kita saling diam
Memunguti batu batu yang terlihat
Mengeruk tanah tandus dengan kuku
Sebelum terbenam kita harus mengubur kuda itu

Di langit jauh sesuatu mulai datang
Dan aku tahu perpisahan itu kini menjelang

Kita menyublim di segenap redup oranye dan kumandang adzan
Mendekatkan diri satu sama lain
Melemaskan sendi sendi
Dan mengamplas gerak gerik ini

Dari atas
Tak ada bukit
Tak ada hidup
Hanya kita yang mulai redup

Menciumimu untuk terakhir kali
Merekam garis garis matamu di resolusi tertinggi
Untuk ku simpan
Karena setelah ini tak ada lagi aku
Tak ada lagi kita

Dua menit berlalu
Aku mulai hilang daya
Yang berdarah mulai musnah
Aku melebur
Bercampur udara yang kau hela

Sedangkan dia datang
Mengambilmu dan memberi maaf
Kau tak berucap tapi sembari memeluk dia
Menangisi hari ini sejadinya
Aku dan dia sama sama tidak tahu
Sebenarnya apa yang menjadi penyulut tangis itu

24 juli
Menjadi awal yang berbahagia
Menutup satu pintu dosa, dusta

Keesokan hari aku terbangun
Aku bermimpi menciumi seorang kekasih
Menghidupinya, memberi serat dalam tinta yang ia usap
Dan pagi itu sungguh aku sangat ingin bercerita
Tapi dengan siapa?
Aku lupa

11:30, adi sucipto di tengah semua orang
Wanita itu membangunkanku
Menepuk nepuk pipi
Memanggil manggil nama
Memeras meras jari
Berujar jangan nakal
Berpesan untuk sabar

Aku ingat mata itu
Itu kamu.