Diam tak seperti biasanya
Membuka mata yang buram
Membasuh muka yang kusam
Berulang kali mengiang
Kata-katamu
Kali ini air tak semenyegarkan itu
Walau habis mandi peluh
Tak seperti biasanya
Dingin yang menusuk
Hangat yang menghilang
Ku dihadang gelombang
Yang kau sebut jatuh bangun berjuang
Bukanlah aku
Aku masih sibuk berdiri di kamar mandi
Sedangkan ia rela mati angkat besi pulang pagi demi hidup dalam mimpi,
Menikah denganmu hingga mati
Karena kau sebut berulang kali jatuh cinta pada orang yang sama
Dusta mana lagi yang kau sematkan?
Di dadaku kau berkelakar
Menusuknya hingga dalam, lalu ku terluka beribu bulan
Dalam ketidakwarasan
Kau tertawa
Aku bisa apa?
Aku bisa bangun
Membuka mata yang buram
Membasuh muka yang kusam
Berdiri di dalam kamar mandi
Berdandan ku berkali-kali
....Hingga bosan
Hingga istriku memanggil
Menanyakan hal
Memperlihatkan surat darimu belasan tahun lalu
Lalu menertawakannya
.......Kita selucu di masa lalu