Kamu terdiam
Dia pun diam
Membuat kencang urat yang meregang
Sesekali palingkan mata dari sorot amarahnya
Serasa pentas drama
Sekitarlah milik bersama
Ketika terik dan kita tertawa
Atau gemuruh petir kita gelap getir
Kamu melihat jam seolah bosan
Menunggu mata bicara bukan mulut yang bersuara
Dia menunduk
Mungkin malu mungkin hindari kamu
Semuanya terputar roll yang membawa ke masa lalu
Datang dengan tiba tiba namun pergi meninggalkan luka
Kamu dan dia pergi
Membawa raut amarah dalam peti
Lalu pergi
Aku minum kopi di seberang sini