Pendayang bertahan di antara buah kata yang menjamur
Yang lahir dari puja puji manusia akan bahagia
Ataupun cerca gelisah relung hatinya
Kata kata yang slalu melibatkan pagi dan senja
Teh dan kopi
Bukit dan pantai
Gelap dan terang
Kering dan hujan
Serta patah dan tumbuh
Kata kata yang lahir tanpa rahim
Yang kosong dan tak bernyawa
Pendayang berceloteh
Hampanya hidup tanpa kasih
Tanpa tempat bersandar yang mudah disentuh
Remuk erat digenggam
Jiwanya mudah meremang bila yang ia ingin tak juga datang
Seolah diburu waktu
Sejatinya waktu acuhkan pendayang itu
Kenal pun tidak
Menjaja manja berselirak kemana mana
Membuai di setiap penjuru dengan kata kata kosong itu
Kopi dengan abu
Senang dengan sendu
Hanya itu itu
Dalam hati, kau lah nirmala
Kau yang menjadikanmu pendayang
Dan aku sungguh menyenta
Berubahlah!