Di setiap helai keangkuhan yang jatuh
Ada benih kesabaran yang akan tumbuh
Lalu mengakar kencang
Menguatkan jiwa yang rapuh
Ia bercerita pada kalanya
Ia mendekatimu dengan romannya
Mengajakmu berjalan
Menjauhi kerumunan
Demi telapak kaki yang menyentuh rerumputan
Aku bersaksi bahwa tiada lagi yang sanggup mati
Dalam peluk kasihmu
Aku tertusuk duri
Kertas merobek dirinya sendiri
Pada ibu ku bersimpuh
Membasuh kaki, mengecup kening, menyapu setiap tetes air mata yang mengalir darinya..
Baru ku bisa mati!
Di setiap helai keangkuhan yang jatuh
Sunyi tak terbendung
Getir menyibak perih
Aku menantang takdir!
Di setiap helai keangkuhan yang jatuh
Menolehlah sekali lagi
Peluk aku tuk terakhir kali.