Saturday, March 9, 2019

Burung burung kecil

Pada pekat malam yang merundung
Tangan itu kencang
Menggulung aku ke perapian
Dihadapkan kepalaku padanya
Ibu jarinya mengusap air mata

Ia berbicara
Sedih selazimnya sedih
Rasa memang harus dirasa
Tetapi yang hidup tetap harus hidup

Bergelimang kosong
Ia bercerita, meletakkan telapak telapak tangannya ke sumber cahaya
Lalu burung burung kecil itu terbang sepanjang tembok yang membentang

Kau masih bisa terbang
Yang tersungkur akan terkubur
Namun tidak mati
Ia akan abadi
Di sini,
Ujung telunjuknya menyentuh dadaku

Thursday, March 7, 2019

Nara Lari

Tabur bunga orang ketiga
Di laut lepas ia semayamkan abu sisa keabadiannya

Kau tahu?
Disanggahnya pikiranku
Menjadi biru atas tangan yang kau genggam
Hanya milikku

Nara hadir dalam sekoci tempat ia menghela takdir
Menutup celah merengkuhmu kembali
Membuka sketsa baru tempatmu bersembunyi

Dalam jannah kau kekal
Seruan lalu yang tak ada aku
Tiga ribu di atas mata kaki
Sejengkal terpulas di kekang sunyi.