Friday, February 20, 2015

Lirik

Dan tak bisa melihat kamu lagi
Belai lembut dan tawa candamu

Tak bersama bukan karena berpisah
Hatiku masih ada untukmu

Karena mimpi
Lebih berarti
Untuk waktu bersama kita

Ku lepaskanmu tuk sejenak
Menangislah bila tak sanggup
Bila kau bersedia
Tunggulah sang waktu
Mengembalikan kisah kita

Dalam senyum sedikitku terluka
Genggam erat tanganku padamu
Bila kau bersedia
Tunggulah sang waktu
Mengembalikan kisah kita

Dan untuk selamanya

Tuesday, February 17, 2015

Andai kata

Dia cukup bahagia
Dengan hanya melihat mata dan bibirmu tersenyum
Dalam maya dan nyata

Lengannya disisingkan dalam wajah lesu menyeringai
Hanya kamu mampu buatnya lesu
Dalam lensanya batu biru bercahaya
Berkaca berhadapan dengan kamu

Andai saja kamu sedia bentar menunggu
Dia titipkan rencana pada sang kuasa
Menebus janji dan mengikat rasa yang tidak biasa
Tentulah sepoi angin bisikkan namamu

Bersabarlah

Sunday, February 15, 2015

Kamu kenapa

Bissmillah
Jemari kaki setapak menghampiri
Tatapnya lesu hingga absen untuk tatap belakang
Dunia di tangannya
Panorama dunia dapat dengan mudahnya
Mungkin cara mengusap luka

Bissmillah
Setelah jauh berjalan berbeda
Disentuhlah pipi olehNya ketika air mata ada
Rintisan indah ajakan rindu untuk pulang
Berpaling berpulang lalu apa
Dia menerimanya
Janganlah menangis, jangan lagi
Yang terluka tak hanya kamu bila selalu begitu

Bissmillah
Ketika dalam anganmu tidak ada aku
Penghuni tenda basah di kala hujan itu
Bisakah palingkan wajahmu ke kanan,  aku di seberang

Bercinta semudah bermain lidah mengucap sajak
Tapi aku bukan dulu lagi
Menunggu reda hujan tak semudah padamkan sebongkah bara api.
Maafkanlah

Penyamun dari selatan mencari makam

Melihat matamu berkerut
Menggariskan sesuatu dan matamu berbeda
Engkau tertawa
Rasanya sama tanpa sesak di dada

Menunggumu ketika angin menyapa wajahku
Tak sama lagi dengan kekasih yang dulu
Kataku runtuh bersabar menyepak waktu
Berdiri diam dan tak ada deru

Ku lihat kau duduk memberi waktu
Layaknya samudera ku coba menampar karang
Jiwaku hilang sejenak dari raga
Biarkan diam dan bertanya aku kenapa

Tidak ada alasan yang bisa ku tulis
Untuk apa ku bermalam dalam tenda yang basah
Mencoba mengeringkan tikar dikala derasnya hujan

Mengertilah