Saturday, September 18, 2021

mati

Mengobatimu dan
Aku
Terbunuh

mengapa

Uluh hatiku perih ditikam tajam
Lemas terbius 
Hilang rasa
Sakit sekali

PAYAH

Diambil sebagian dariku
Tersembunyi jauh di dalam
Tertutup tangis, gelisah, amarah
Milikmu seorang

Setangguh tanah dipijak kaki
Badan melindungi terpaan 
Payungi siang malam turun hujan
Mendalam dirasakan
Sebelah perasaan

Anggun bermain
Tarianmu membutakan mata
Hati
Dan luka hilang ntah kemana

Tapi yang terluka
Melukaiku atas salah salah mereka


RUMAH UNTUK PULANG


Rumah adalah bangunan, dinding dinding yang berdiri dia atas hamparan pondasi dan saling menempel satu sama lain, biasanya direkatkan dengan semen yang dicampur pasir dan bebatuan.

Terdapat atap yang berfungsi melindungi isi rumah dari terik dan hujan, dari hal hal jahat dan dingin. Walau konsekuensinya menutup pandangan orang yang terlentang untuk melihat gugusan bintang bintang di kala terang.

Rumah biasanya berisi orang orang, jin, perabotan, sesampahan, kebahagiaan, juga kesedihan.

Rumah juga biasanya terdiri dari ruang ruang, ada juga yang hanya memiliki satu ruang, tapi paling tidak dia mempunyai satu ruang untuk dihuni, untuk penghuninya hidup dan berlindung. Walaupun tidak semua yang hidup mempunyai rumah dalam bentuk bangunan untuk hidup.

Ada yang menjadikan buasnya kehidupan sebagai tempatnya untuk hidup

Rumah adalah tempat melepas Lelah, duduk dan pulas tertidur, bersenggama dan mengikrarkan adzan pada telingan kecil anak anak mereka

Rumah adalah tempat di mana ayah mengomel dan memberi hal hal menyenangkan, tempat ibu mengusap rasa sedih dan mengajarkan cara membaca dan beribadah

Rumah adalah sesuatu tidak berwujud dimana Ketika aku masuk ke dalamnya, aku merasa nyaman dan ingin berlama lama merebah di sana.

Rumah adalah keterbukaan yang juga menyimpan misteri secara bersamaan

Dimana menemukan uang di pakaian bekas dan mainan masa kecil terasa cukup membahagiakan dan membawa waktu waktu lampau yang terbuang

Maka dari itu rumah juga adalah mesin waktu.

Tempat apa apa saja yang hidup di dalamnya berkembang dan tumbuh, menyusut dan menghilang.

Rumah juga merupakan investasi

Kata mereka yang tidak mendiaminya

Rumah itu hanya bangunan

Karena rumah itu kamu

Tempat singgah semua rasa dan emosi, romantisme beserta hal hal hiperbolik dan kemurnian

Tempat semua ingin ku tambatkan dan di setiap waktu ingin ku libatkan

Rumah juga sesuatu yang ingin ku ketuk pintunya untuk masuk dengan sopan

Dan tidak buru buru untuk duduk sebelum dipersilahkan

Tapi kamu, rumahku sendiri, aku tidak perlu ijin darimu untuk melakukan segalanya

Karena rumahku, kamu, adalah kejutan yang tidak pernah ku duga sebelumnya

Tempat di mana ku ingin pulang

Tempat di mana aku rindukan setelah perjalanan jauh

Kau lah rumah impian itu

Dan ingin sekali ku gantikan menjadi kalian