Monday, April 25, 2022

terangkum

Terlepas dari semuanya. Keraguan yg sedari awal muncul dan mengembang yg selalu coba bersama tutupi untuk jadi sempurna. Kisah ini sangat tidak mungkin menjadi lagi indah. Kendati kini ku rasa mencintai seorang diri, ditinggalkan dan remuk terbuang.

Entah tuhan bolak balikkan hati atau mengungkap jati diri kita yang sesungguhnya. Segala janji dan ucap manis tertelan mentah dikala kamu tak ada lagi takut akan kehilangan. Segala tangis dan tawa bersama yang seolah fana masa lalu yang sakit sekali untuk diungkap. Ku pegang sendiri pinta jangan aku kau tinggalkan, kini kau yang meninggalkanku dengan genggam janji jadi benci.

Salahku melahirkan rasa cemburu atas orang masa lalu. Atau membuatmu berangan besar tentang masa depan kita, takabur ku anggap karena sejatinya pada tuhanlah berharap penuh.

Di kondisi sekarat dan mengemis pertolongan dengan kasar kau injak injak. Cinta yang bersemi saling menyakiti.
Diammu menyakitkan sedangkan ku tahu di malam malam larut matamu masih terjaga. Ku tak lelap tidur tak lepas hidup sepanjang waktu. Diracuni angan anganku sendiri.

Hingga tiba hari ini aku masih tidak sepenuhnya mengerti penyebab perpisahan ini. Harta benda, amal perbuatan, atau soal keturunan. Karena selalu ada saja cela untuk diri salah sedangkan kau tak ingin disalahkan, aku pun memaklumimu karena ku sayang. Sayang yang menyakitimu, menambah beban hidupmu.

Tak ada lagi kata halus, berkali kali kau maki, berkali kali ku umpat. Aku hanya kecewa, amarah, sedih, rindu, dan rasa ingin memiliki yang membabi buta. Membangunkan sisi jahatku yang terpendam.

Ucap maaf yang tak menenangkan. Sebenarnya apa yang terjadi?. Seseorang memberi ayat ayat agar terpisah kita, atau sejatinya aku hanya pelampiasan agar kau kembali?. Itu tanya tanyaku, itu bisik bisik yang masuk ke telingaku.

Ku hanya ingin jaga dan lengkapimu. Karena kita sama sama tahu lebih kurang yang dalam tersimpan. Dan terlanjurku upayakan, taruhkan segala masa depanku. Itu bukan salahmu. Hanya aku yang merasa yakin dengan dasar cinta tulus padamu.

Tidak wajarkah bila ku kecewa? Merasa sakit hati? Aku kalah dan salah. Tiada tempat bercerita sedangkan duniaku terlanjur tersimpuh padamu. Aku jatuh. Masa terkelam sepanjang hidup sampai saat ini.

Batin tak karuan. Panas melingkupi tiap detik melihat yang tertulis dan terpampang, benarkah ini benarkah itu.
Aku merasa terbuang. Sungguh sungguh hilang tampang.