Saturday, August 5, 2017

Hening

Di bawah awan yang terayak
Duduk menyepi
Melihatmu di sela daun jendela

Seorang gadis bermata cokelat
Menggenggam hebat selembar kertas
Hari ini bukanlah hari yang lalu,
Senyum dan tawa riang seolah runtuh ke dasar karang
Yang ingin ku nikmati bukanlah ia yang sekarang

Di bawah awan yang terayak
Selembar kertas tertulis janji
Janji yang lahir sejak bulan sabit di tahun lalu
Ku lihat air mata menetes lembut membelai hati
Hati lembut yang terbungkus kerasnya tawa di setiap hari

Surya pun merana
Ditariknya terik yang mencekam
Lalu turunlah hujan

Gadis bermata cokelat
Yang berdiri di bawah awan yang terayak tadi
Melukis luka
Di atas genang air tepat di bawah kakinya

Keheningan yang bening
Luruh harapku
Basahi lembar kertasmu
Terhapuslah janji itu

Aku menggenggam payung
Di sela daun jendela ku bersenandung
Coba merasa apa yang kau rasa
Berharap sembuhkan hatimu yang terluka

Monday, July 31, 2017

Asmara

Asmara,
Aku tertidur pulas pada jalan pulang
Duduk dan terlentang
Hingga..
Tlah datang petang
Cahayamu pun hilang
Terjebakku di jenggala mnunggumu datang

Asmara,
Jemariku mati rasa
Mungkin tak lama ku hipotermia
Jangan bersenandung lagi dinda..
Peluk rekat aku dengan sgenap raga
Jiwa ingin engkau di sini lalu di sana

Kelu,
Segenggam tangkai kembang layu
Merayu hangatkanku walau tak mampu
Embun pagi yang selimutiku
Manis senyum sangat bisa tuk membunu

Cepatlah datang,
Ku tak bertahan hingga pagi
Rebahkan sejenak segunung mimpi mimpi
Biar smakin cepat kau dalam berlari
Aku janji..
Saat berdua pulang kembali
Aku yang gendong segunung mimpi tadi