Di bawah awan yang terayak
Duduk menyepi
Melihatmu di sela daun jendela
Seorang gadis bermata cokelat
Menggenggam hebat selembar kertas
Hari ini bukanlah hari yang lalu,
Senyum dan tawa riang seolah runtuh ke dasar karang
Yang ingin ku nikmati bukanlah ia yang sekarang
Di bawah awan yang terayak
Selembar kertas tertulis janji
Janji yang lahir sejak bulan sabit di tahun lalu
Ku lihat air mata menetes lembut membelai hati
Hati lembut yang terbungkus kerasnya tawa di setiap hari
Surya pun merana
Ditariknya terik yang mencekam
Lalu turunlah hujan
Gadis bermata cokelat
Yang berdiri di bawah awan yang terayak tadi
Melukis luka
Di atas genang air tepat di bawah kakinya
Keheningan yang bening
Luruh harapku
Basahi lembar kertasmu
Terhapuslah janji itu
Aku menggenggam payung
Di sela daun jendela ku bersenandung
Coba merasa apa yang kau rasa
Berharap sembuhkan hatimu yang terluka