Jika ada yang benar benar aku butuhkan saat ini hanyalah kembali, pulang dalam peluk dan pangkuanmu
Jika kau bertanya adakah yang mampu menyeka mata sembabku? , ya.. Ada, ia hanyalah sedikit waktu saat kau berada tenang di sisiku
Detik ini, mulai hari ini, mungkin rinduku tak akan pernah mampu terbayar lunas
Mulai hari ini, segala sesuatu tentangmu menjadi rajah dalam kesunyian malam malamku menahan rindu
Aku masih menolak untuk meyakini bahwa kau benar benar pergi
Bagiku kau masih ada, menyatu dalam tubuhku yang kering diperas kefanaan dunia
Aku teringat di suatu pagi di hari minggu,
Kau membangunkanku pagi pagi sekali, mengangkatku dengan kedua tanganmu lalu menciumi seluruh permukaan wajahku
Hari sebelumnya kau pernah berjanji akan membawaku pergi melihat bunga bunga, dan kau pun berjanji akan memberiku salah satu dari mereka, yang paling mekar dan merona, ucapmu
Sesungguhnya, saat itu aku belum terlalu memahami tindak tanduk serta rencanamu,
akan tetapi, kini, harini,
aku sangat menginginkan momen itu kembali, aku sangat ingin menyimpannya bukan hanya dalam memori di kepala,
aku sangat ingin menyimpanmu dalam ponselku, jadi, ketika rindu datang menagih tiba tiba,
Peredam rasa sakit ini telah ku punya, alasan agar rindu itu pergi seharusnya bisa dia terima
Walaupun hanya sementara
Jika kau bertanya apakah saat ini aku sudah bahagia, jawabannya tidak,
aku tidak bahagia, aku tidak akan pernah merasa cukup, aku akan selalu meminta kepadamu,
lalu membuatmu kerepotan hingga kau mengomel dan berbalik arah mendekatiku lagi
memelukku, mengusap air mata, dan membuat aku merasa jadi manusia yang paling dikasihi di seisi alam semesta
Hari ini aku mengandaikan seluruh pertanyaan tadi, bunyi bunyi dalam kepala yang mewujud bentuk suaramu.
Hari ini aku hanya berharap
Kau tak akan pernah pergi