Melihat matamu berkerut
Menggariskan sesuatu dan matamu berbeda
Engkau tertawa
Rasanya sama tanpa sesak di dada
Menunggumu ketika angin menyapa wajahku
Tak sama lagi dengan kekasih yang dulu
Kataku runtuh bersabar menyepak waktu
Berdiri diam dan tak ada deru
Ku lihat kau duduk memberi waktu
Layaknya samudera ku coba menampar karang
Jiwaku hilang sejenak dari raga
Biarkan diam dan bertanya aku kenapa
Tidak ada alasan yang bisa ku tulis
Untuk apa ku bermalam dalam tenda yang basah
Mencoba mengeringkan tikar dikala derasnya hujan
Mengertilah
No comments:
Post a Comment
welcome kids