Sunday, February 15, 2015

Penyamun dari selatan mencari makam

Melihat matamu berkerut
Menggariskan sesuatu dan matamu berbeda
Engkau tertawa
Rasanya sama tanpa sesak di dada

Menunggumu ketika angin menyapa wajahku
Tak sama lagi dengan kekasih yang dulu
Kataku runtuh bersabar menyepak waktu
Berdiri diam dan tak ada deru

Ku lihat kau duduk memberi waktu
Layaknya samudera ku coba menampar karang
Jiwaku hilang sejenak dari raga
Biarkan diam dan bertanya aku kenapa

Tidak ada alasan yang bisa ku tulis
Untuk apa ku bermalam dalam tenda yang basah
Mencoba mengeringkan tikar dikala derasnya hujan

Mengertilah

No comments:

Post a Comment

welcome kids