Seperti itu ku melihat seketika aku tertawa, ini apa
Sejenak itu menawarkanku obat dari racun dalam dada
Hingga kini tak berasa apa apa
Senandung hanya senandung saat itu hanyalah itu, aku bingung
Jam jam kemarin mendung datang, lalu deraslah hujan
Dia dan beliau beliau menuntutku dengan tanya mengapa
Sesakit itukah kau? Aku cuma diam
Dihardik dan ku menghindar, detik ini entahlah apa.
Kau tak pernah baca apalagi mengerti
Dia yang lalu sebelum dirimu kembali atas tangis wanita yang lahirkanku
Dia marahi dan hakimiku atas menghadapku dalam bayangan
Ini deritaku, itu pasti ucapmu.
Apa yang harus ku jawab?
Haruskah ku bilang setelah sekian penghujan ini datang rindu ini tak jua padam? Aku seperti kotoran.
Kita pohon yang dibelah petir, retak lalu jatuh saling menjauh ditarik gravitasi, hukum alam.
Kau tetap ditumbuhi daun dari akar yang kuat
Aku kering terbakar matahari.
No comments:
Post a Comment
welcome kids