Langit senja berwarna jingga menampakan wujudnya dengan lantang kepadaku. Aku melewati jalanan soedirman yang letaknya kurang lebih berjarak empat gedung tinggi itu dari rumahku. Sendiri dan aku merasakan sendirian padahal yang lain terlihat tersenyum bersama gadgetnya ataupun bersama orang yang special dalam hatinya, entahlah mungkin aku saja yang sedang kurang beruntung merasakan hal yang sama.
Sekitar dua puluh lima menit aku berjalan dan sampailah aku di tempat biasa beristirahat setelah seharian di luar. Perkenalkan aku tatat, orang orang biasa memanggilku paling tidak kakak kakakku demikian, aku anak terakhir dari tiga bersaudara dan sekarang sedang mencoba untuk hidup sendiri di sebuah rumah sederhana yang aku sewa dengan uang tabunganku dulu, kira kira cukuplah untuk tinggal hingga tiga tahun kedepan.
Setelah menghela napas panjang aku rebahkan tubuh ini di lantai berlapis karpet setengah kumal. Mencoba berbaring meregangkan otot otot serta persendianku, dengan sedikit menguap aku melihat langit langit rumah dan mencermati seekor cicak yang sedang diam disana. Sedikit bergeser, tanganku coba memegang Koran pagi tadi yang belum ku baca, disitu aku melihat beberapa profil seseorang yang sedang diangkat menjadi topic minggu ini. Terpanalah mataku, bagaimana tidak disitu seorang gadis manis bersuara merdu sedang dibicarakan, tentu saja mataku dibuat kaku karena gambar diri yang ada di Koran, aku tak peduli dengan isi profil yang sedang dibahas.
Aku pun tertidur meninggalkan sholat magrib yang biasa terlewatkan, lagi dan lagi.
No comments:
Post a Comment
welcome kids