Musim panas membakar gelapnya kulit
Panorama dari sudut pandangku kian hari makin menyempit
Pasir putih tempat jejak telapak tersapu ombak yang berlari
Aku di depan matamu
Dialogku menahan tangan di uluh hati sempat terhenti
Dimana mosi tak percaya meracuni jiwa ini
Robekan kertas yang penuh coretan warna warni menguning tak biru lagi
Tak lagi ada getaran ku temui
Saat mata memanah sosokmu misteri
Lututku rapuh santapan rayap
Aku di depan matamu
Dimensi pisahkan wujudmu sedang bayangan tak mampu direngkuh
Kau tak ada tapi nyata
Kau nyata tapi tak ada
Aku di depan matamu
No comments:
Post a Comment
welcome kids