Sunday, November 29, 2015

Jiwa dalam kerinduan

Merusak malam hadirmu menyejukan
Ku berdiam di antara udara dan terengahnya napas sore hari
Gelap, ku pejamkan mata pula tertidur
Bergetar dalam hati beruntungku hidup detik ini
Dengung kecil nyanyian mereka tak memekakan telingaku,
Menghamba pada yang maha kasih
Hanyalah tulang belulang diselimuti daging
Pula manusia malang
Ku bersandar pada nyali yang menciut hari demi hari
Desahanmu bagai suara ombak yang menyentuh telapakku di tenggara pantai
Menyentuh dengan kerinduan, seperti saat memanggil namaku
Aku masih tergeletak
Setidaknya masih ada kemarin untuk ku pelajari
Atau mungkin bila untung, ada hari esok untuk ku perbaiki
Tanah terpijak, tapak kaki pun tak tampak,
Namaku bukan untuk kau pelihara atau kau pajang besar tanpa muara
Dinding kokoh tiada arti karena semua pasti kembali
Kemarin hingga kini ku dititipkan rasa
Sekiranya bisa bersama bersanding di surga hamba pun tak mengapa
Selagi bersandar pada dinding, dan kerinduan,
Pada bait yang tak kunjung ku suarakan,
Aku merindukanmu

No comments:

Post a Comment

welcome kids