Satu, satu, satu,
Mereka jamak bukan sendirian
Satu per satu perlahan mendekam dalam isi kepala
Mintalah padaku, haruskah tangan bergerak maju?
Ucapmu dalam hati,
Mencabik cabik sepi merogoh dalam celanaku
Kosong, tak bersisa dalam rindu yang menggelora
Bersuara barang sedikit, tampaknya cerah namun basah
Jumawa berkata padaku bilamana kau mau berpaling pasti senang gerogoti hati seperti tetesan palsu madu itu
Namun jiwa tak bergeming, kadung menjadi napsu jiwa jiwa nan merana
Satu, satu, satu
Satu, perlahan pergi namun suaranya masih berisik
Teriakan wanita terperosok dalam bebatuan
Lehernya hampir patah
Biru lebam, satu per satu keluar saripatinya
Entahlah
Sunday, December 20, 2015
Risih
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
welcome kids