Aku terdiam, menyendiri, kamar sempit pengobat sepi
Rebahkan tubuh, diri ini terguncang
Tiada pagi seperti pagi, tiada malam yang menyenyakan
Merelakan waktu berdenting, kemerincing kian memicing, matanya menaruh harap ,menaruh kencing
Tepat di wajah mengikis malu
Ku kira hidup tak sesulit itu
Menua, membekas dosa pada raut yang terus menua
Aku berdiri di persimpangan mimpi
Kosong tak mendengar bukan ku tuli
Sepi.... Sepi.... Sepi...
Bila ku tak jongkok pagi nanti
Arti perutku penuh kerontang
Gemetar wajah kini ku naik pitam
Memakan saudara memakan jumawa memakan smua di hadapan hitam
Friday, March 3, 2017
Berdengung
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
welcome kids