Wednesday, October 25, 2017

Kembali ke Ngarai

Remang malam tak menghentikan kemelut aku memikirkanmu

Antara puncak dan ngarai

Jarak adalah benalu dalam hubungan ini

Garis garis yang terukir oleh tangan basah,
Bukan tanganku

Jerit suara angin dari kipas di atas sana

Dan dengkur mereka yang saling beradu

Ku bersimbah darah di ngarai yang pernah kita singgahi

Rasanya kau masih hidup di sini

Jarak adalah rencong yang ku apit dengan kedua belah tangan

Dan waktu adalah gerakan tanganmu yang membuat rencong itu berputar

Perpisahan adalah darahnya

Tumpah ruah, riuh ruang,

ku ingin beradu denganmu lagi di sini

Selagi rindu mulai pasang

Selagi genangan merah ku kesampingkan

Selagi aku mampir

Selagi dia kau tinggal pergi

No comments:

Post a Comment

welcome kids