Sunday, October 29, 2017

Semai Semi Arang

Tatap sendu
Bibir merekah
Tajam bersuara
Dalam hati dalam dalam
Lima bohlam kuning menggantung tak sama panjang
Wanita wanita bernyanyi di antara kepul asap dari bibir lelaki
Kenang yang terlepas tenang
Bersembunyi di balik beribu tulisan
Ibarat anak yang lahir dari rahim sang pena
Hidup dengan sejarahnya sendiri
Berdiri lama atau mati muda
Pram mengatakannya padaku
Aku bertanya
Walau pita suara tak bergetar dan menggema
Atau ku coba menuliskanmu di atas kertas jingga
Kini ku kian hilang kendali
Di balik tawa tawa berterbangan melewati lima bohlam tadi
Kau terlihat sepanjang jalan ku berkelana
Namamu disebut sebut manusia tanpa ku beri tahu
Tinggalkan aku sekarang
Atau kau kan terus ku kenang

No comments:

Post a Comment

welcome kids