Yang lebih panas dari terik matahari
Yang tak hanya menggugurkan keringat
Tapi juga air mata
Yang berjalan pelan
Menuruni lekuk pipimu
Kita tak cuma bertempur hebat
Perundingan dan gencatan senjata sudah kita upayakan
Tapi nihil menemui titik temu
Kau dan aku
Tak lagi padu
Ada yang lebih cantik dari dirimu
Yaitu kamu
Kamu yang waktu itu merengek dan tersenyum
Kamu yang waktu itu itu menangis dan memelukku
Kamu yang waktu itu menghangatkan dada
Membuat aku merasa nyata
Ku akui dengan penuh kejujuran
Bahwa berbohong, satu satunya jalan untuk dilakukan
Aku tak lagi mencintaimu
Tak ada lagi panjang dalam umur yang kita tanam.
Dia hidup selamanya
No comments:
Post a Comment
welcome kids