Monday, January 3, 2022

Mencuri cahaya mercusuar

Kamu bisa lihat mencusuar di ujung pulau itu?
Bisa, sepertinya tak jauh
Kenapa? 
Tidak apa, aku hanya berpikir sudah berapa lama tempat itu sepi, nyaris tidak ada kapal besar yang lewat dan singgah di pulau seperti ini. Hanya nelayan nelayan kecil yang setia datang, dan aku pun sangsi kalau mencari ikan adalah satu satunya hal yang mereka lakukan untuk bertahan hidup, pasti ada sumber lain.
Kenapa kau memikirkan itu? 
Tidak apa, selamat mengarungi lelaki aneh ini, selamat datang di dalam dunia imajinasi tak berujung. 
Aku tersenyum malu dan geli, mengakui keanehan di depanmu.
Deru ombak dan kerumunan pasir putih mengekang kami
Mencengkeram tubuh untuk tetap diam
Menikmati angin serta senyuman satu sama lain
Melepaskan masing masing potongan cerita ke angkasa tanpa ada ragu, tanpa ada batas. 
Kau tau tak? 
Tak, kau menyela, tertawa, dan aku menyubit pipimu
Kalau tak, biar ku beri tau
Di sepertiga malam di setiap hari, mercusuar itu memancarkan cahaya misterius yang entah darimana datangnya, tapi tak kunjung ada yang datang, tak ada yang satupun yang memberi tau bahwa keberadaannya terlihat, lalu dia akan berhenti sebelum panggilan solat bergemuruh luas
Setiap hari, bertahun tahun, hingga suatu waktu ributlah nelayan nelayan kecil tadi, mereka bilang, mercusuar tak lagi berfungsi, tak lagi menyala seperti tahunan waktu yang berlalu. Mereka sepakat untuk menghampiri mercusuar itu esok hari, mendayung sedikit demi sedikit agar sampai ke pulau tempat mercusuar itu berada. 
Lalu?, kau menyela, sambil melihat mataku dan ku pun melihat aku ada di matamu
Mereka membuka paksa pintu yang tergembok parah dengan rantai rantai keras yang sudah berkarat. Susah payah mereka membuka pintu, jam jam berlalu, Pintu pun terbuka, beterbangan pula burung burung serta kelelawar pergi. 
Kemudian.. 
Sambil membenarkan letak ponimu yang berantakan diusap angin
Kemudian mereka berbondong masuk dan tersadar bahwa di sana hanyalah bangunan kosong, tidak ada properti apapun yang bisa digunakan untuk memancarkan suara. Salah satu dari mereka nyeletuk, pasti ada yang sudah mencuri sumber cahaya.. Aku sangat yakin!. Lalu salah satu yang lain mengiyakan juga pernyataan itu sembari berpikir, lalu menambahkan, tapi bila dicuri bagaimana bisa pintu depan masih tergembok kencang tadi? Seharusnya dia rusak kan??, mereka bingung kemudian membawa rasa penasaran itu pulang. 
Apa sih? Kamu cerita apa?, kau bingung dan mulai sadar bahwa aku aneh. 
Belum selesai, sabar. 
Sekarang ku tanya menurutmu sumber cahayanya kemana?, tebak aja.. Tebak.. 
Aku gak taulah.. Hmmm kayanya dicuri, pencurinya memanjat masuk lewat atas, jadinya pintu depan gak rusak. 
Tepat sekali!! 
Sumber cahaya itu dicuri
Coba kau tebak lagi, sekarang ada di mana sumber cahayanya? Ayo tebak
Hmmm, kamu aneh aneh aja mah
Udah deh tebak ajaa
Hmm yaa di tangan pencurinya lah!, jawabmu kesal
Kamu gak salah! 
Sumber cahaya itu ada bersama pencurinya saat ini
Dan dia sangat dekat sekali dari sini
Di mana?, kau menyela
Nih, tepat di hadapanku, aku yang mencuri lewat atas, lewat pintu depan terlalu mainstream, ku panjat tembok tinggi itu dengan doa doa dan kesungguhan 
Lalu ku curi dia dari kesendirian dan dinginnya pengabaian
Ku ajak dia menikmati rasanya duduk di pantai dan hangatnya perhatian
Ku curi agar hanya aku yang bisa menikmati arahan jalan pulang yg dia pancarkan
Cahaya itu kamu, dan aku pencurinya
Jangan bilang siapa siapa ya!! 
Kita sama sama tertawa
Sambil menahan malu


No comments:

Post a Comment

welcome kids