Setiap langkah setelah sanggup berjalan
Hitunglah seberapa banyak terbuang
Bila tak mampu padahal terasa dunia runtuh
Maha cinta dari sang kuasa
Sesederhana mata berkedip tanpa diminta
Semudah dada saat menghela
Fitrah rasa dariNya begitu tiba tiba
Waktu menjadi relatif masanya
Mungkin juga fluktuatif rasanya
Hal ini biasa kau sebut apa?
Ada dasar yang paling utama
Tanpa hiasan gemerlapan malam dan minuman
Karena rasa bukanlah tidur semata
Bukan senyum peluk cium dan ada saja
Ketika dibuai rasa enggan merasa
Sebenarnya muara langkah ini kemana
Aku lihat mereka yang bekerja
Peluh melekat hebat dan pekat
Menolak malu menahan ragu
Ingin berucap tapi enggan mengaku
Bayi menangis dalam rumah terbakar runtuh
Ibunya juga tertahan tangan tangan tetap gaduh
Lepasnya dari dekapan berlari lari ke dalam muara suara tangisan
Mendekap si buah hati hendak bawa pergi tapi mati bersama api
Di balik sebuah rasa ada pemantik sederhana
Namun melesatkan jiwa ke udara
Tinggi
Sesederhana kau berucap
Yang aku punya hanya cinta
Untukmu dan sekitar sentuhan jemariku
Logika miris menyindir membodohi aku dan kamu
Mungkin saja mereka tak tahu betapa besar kekuatannya.
Karena cinta bukan hubungan laki perempuan semata.
Percayalah
No comments:
Post a Comment
welcome kids