Saturday, February 28, 2015

Rindu seorang kawan

Nanti, bila cukup waktu semua ini
Tutup sementara buku sedikit terkunci
Memakai sebuah topi yang tak sedikitpun ingin ku beli
Dan bergaun hitam kelam seperti penyihir melawan peri
Aku tak apa bila sendiri

Nanti, bila cukup nyali hadapi bayangan sendiri
Ku bawa lari rasa emosi
Untuk diluapkan di tempat sepi
Tidak ada yang mengerti
Ku simpan rapat sendiri

Bila malam sepi sendiri
Begitu pun kamu setelah senyum sehari lelah bawamu kembali
Kata tak terucap tapi jangan anggap aku mati
Masih ada disini tersimpul malu rasa senang menyelimuti kawan
Hingga rerumputan sengaja berdiam
Agar jejakku tidak ketahuan

Bila janjiku termakan dusta
Buat kamu ragu akan hubungan kita
Itu bukan sebuah perkara
Karena bernapas di dalam roda kau tahu polanya seperti apa

Bila hari itu telah tiba
Dimana kini diambang nada
Kecapi lama tergeletak di pojok tanpa senarnya
Kau bangkitkan lagi kenangan lama saat bersama
Aku hanya bisa berterima kasih pernah selalu ada
Walau seringnya aku merepotkanmu karena sikapku mengarah ke dusta

Ku pendam luapanku
Hanya inginkan satu
Engkau tahu setelah hidupku tlah berlalu

No comments:

Post a Comment

welcome kids