sesungguhnya
dalam gelap malam ku berjalan
lampu kota terangi ku sedikit sepanjang langkah
aku terdiam
duduk ku sejenak seketika anak kucing lewat
bersandar dia di kaki kiriku
lucu
ku belainya
tapi bicaranya tanpa suara
mungkin dia lapar atau hilang induknya
membelainya sedikit hilangkan penat
lucu
ku pangku dan dia menguap
sedikit kusut bulunya yang putih
sedikit kusam wajahnya diterpa debu dan sapuan kaki manusia yang tak mengerti
ku berdiri tak seberapa letih
tapi kau kini hidup seorang diri
ku bawanya pulang
ku bawanya dalam rumahku, masalahku
andai dia secerdik anjing ku suruh pergi ke baw dan tidur di lantai
tapi anak kucing tak seperti itu
sejenak dia kebingungan
kini bicaranya mulai bersuara
rindu induknya
heran akan rumahku
ku nikmati itu,mungkin ku yang tak mengerti
dalam sangsinya ku bisa senyum tertawa
roti lapisku tadi pagi terlipat tipis di antara lembaran kertas dalam tas
ku bagi setengah untuknya dan sisanya untuk perutku malam ini
makanlah selagi ku mampu memberi
aku bisa mencari lagi esok hari
kawani aku mulai sekarang
bicaralah semampumu
anak kucing itu lahap sesekali bermain dengan kakinya sendiri
aku mandi dan dia menunggu sembari kesana kemari
handukku pun ku bagi biar debunya enyah berpindah ke plastik laundri
kadang jenuh menghampiri
kadang berubah sikap manis ini
tapi selagi ku ingat selagi ku mampu
ku gantikan indukmu, gantikan saudaramu
ubah sedikit bagian yang berputar kemarin dan lagi kemarin
jangan pergi,biarlah mati yang membayangi
No comments:
Post a Comment
welcome kids