Wednesday, November 4, 2015

Sebuah diorama yang ku pajang di lantai kamar tidur

AKU sakit

menyeruak elegi pagi itu

aku menunggu,begitu jua kamu

saling tak bertemu

dalam hati ingin begitu

senandung ku ciptakan kala hening

tertidur tanganku tergeletak

mainkan cangkir hitam pemberian kita

urat mengeras kerut dahiku hinggapi wajah

wajah wajah ketidaksabaran

api di dalam mataku seolah melambai

minta diri menciptakan,,

Ia ingin memeluk diorama kita

seperti tukang pos yang dengan segera antarkan suratmu kepadaku

lama,,,lama,,, ketika tak segera bangun tulis tanganmu sudah ada

mengapa!

telapakku masih menempel 

ruas jemari masih santai pegangi itu

terlentang tubuhku pandangi kamu 

layarnya terang basahi kerut dahiku

pilu, suaramu, rindu ku pendam selalu.



No comments:

Post a Comment

welcome kids