Rumah, menggelikan..
Gagak bermata merah mencari pengisi lapar perutnya
Pandangannya jeli tiada kepastian dapat tertidur nanti
Apa rasanya menahan lapar?
Apa rasanya lemas hingga tulang kering gemetar menopang tubuh
Kau kalah dengan hewan
Manusia adidaya itu kamuflase imajinasiku sendiri
Meremas remas tanganmu membelai tawa, sungging senyuman menampik waktu
Hewan berbentuk manusia
Imaji kita
Gemercik air, menggelikan
Dia bilang menenangkan tangan membasuh kemaluan
Tak bermakna apa apa
Jalan jalan jalannya berjalan jalan dalam pikiran
Rambutmu terhempas, wangi direnggut hidung mereka dari udara
Ah, aku sudah biasa, rupawan dalam bayangan
Tak seberapa menenangkan dalam pelukan
Gagaknya masih di langit, perutnya masih lapar
Meluapkan air yang iya hela, hela?
Hahaha hahaha
Aku tidak tertawa, kau percaya?
Ambigu itu tidak ada
Hanya tidak mengerti atau sengaja kau tutupi
Jangankan aku tertidur pulas
Makan pun entah kapan dan dimana
Kemarilah kau turun kepakan, di bahuku atau lenganku saja
Bisa kau ku santap atau kau menungguku mati tergeletak
Kita akan saling menguntungkan, tinggal menunggu waktu
Lebih dulu tinggalkan dirimu, atau aku.
Monday, December 28, 2015
Gagak bermata merah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
welcome kids