Tatapmu kosong, tatapmu kosong
ingin kau ku percayakan aku tapi tak kunjung bisa ku begitu
ucapmu sama sedari dulu kau mengenal diriku..
dalam dimensi yang lain kita bersama saling tertawa
nyatanya tak pernah ada kita pun bersama
hela napasmu membakar amarahku yang segera melebur bercampur keringat
hela napasmu memaksaku membayangkan rupa sang penari dikala senggang
dan jemarimu masuk dalam rongga jemariku
isyaratkan janji aku hidup dan mati di sini.
baruli berkata dalam firmannya, tak cukuplah satu untuk mahluk sepertimu
dua entah tiga tak akan jadi masalah
dia orang yang selalu ingin benar dan disegani ucapannya
bibirku melengkung sedikit, hatiku geli.
Rambut yang tumbuh dari kepalamu tak nampak lusuh
tiap rembulan penuh dengan sinarnya kau selalu berbeda
makin membungkuklah aku, membungkuk nianlah diriku
tersenyumku dalam kepalsuan
diammu racun dalam aliran darahku
memaku kata orang lain dan
kau mematahkan tulang rusukku
serpihannya sedikit melukai jantung
berbulan bulan lebih dari dua puluh purnama ku tergeletak
aku tak pernah kemana mana
kau tikam aku dengan tawamu yang mengasyikan
mengintip sorot matamu hatiku layu terjatuh lagi
tatapku kosong, tatapku kosong..
di atas luka yang menganga kini ku tampakkan muka
No comments:
Post a Comment
welcome kids