Monday, September 20, 2021

DI PANGKUAN BULAN

Hai sayangku nan jauh di sana
Maaf akhir akhir ini aku dengan mengalir
Menuruti permintaanmu untuk mengabaikan keberadaanmu

Aku menemukan seseorang sayang
Orang yang membuatku nyaman, dan dia bilang aku juga begitu
Tapi, kami tidak bisa berhubungan seperti kita dahulu
Dia tidak bisa. Entah apa alasannya. Walau sudah ku lawan diam diam untuk selalu ada, berharap dia berubah pikiran.
Tapi malah aku diusir, hehe. 

Sayang, bayang bayang cerita kita mempersulitku
Ternyata bermodal baik dan jujur saja belum cukup
Dulu, kita hanya mabuk dengan cinta
Seiring aku menua sedangkan kau abadi
Ternyata hidup bersama lebih dari sekadar ada bersama

Tapi sayang, aku senang sekali. 
Aku sudah melakukan hal yang sangat ingin aku lakukan denganmu waktu dulu tapi tidak bisa karena keadaan.
Keadaan keuanganku. 

Aku bisa membelikan ini itu semauku, aku sudah berani mengajak ke sana kemari, menuruti permintaan ini itu dan memberi kejutan. 

Hal yang ingin sekali aku lakukan padamu
Tapi baru terwujud sekarang
Tapi kepadanya

Sayang, maafkan aku menghubungimu ketika terluka saja
Karena tidak ada tempat yang mau mendengar ceritaku
Tidak juga dengannya

Masalah yang dia punya banyak sayang, aku tidak tega untuk menceritakan kepahitanku walaupun sangat ingin. 
Aku tahan tahan sampai sering kali ngambek kepadanya. 
Sampai aku lupa bahwa kami bukan siapa siapa. 

Tapi, entah. Kami pernah larut dalam waktu. Sama seperti yang pernah kita lakukan dulu. 

Sesuatu yang membuatku enggan melupakanmu. Tapi dia seolah mudah melupakan. 

Ohya
Dia marah padaku, tentang hal yang sama, hal yang membuatmu pernah mendiamkanku selama seminggu. 

Tapi bedanya, aku sudah bisa meredam, sayang. 
Aku tidak memaki maki dan marah marah seperti yang pernah ku lakukan padamu. 

Tapi sayang, kenapa dulu kau masih sabar menghadapiku? 
Kenapa? 
Padahal sangat banyak alasan untuk pergi. Walau akhirnya kau pun kini pergi. 

Apakah surga itu indah sayang?

Ingin sekali aku mampir
Memelukmu dan menceritakan hal tadi tepat di depan wajahmu
Bila itu terjadi, kau harus tahan melihat wajahku tertekuk lusuh karena menangis. 

Aku kesepian sayang

Tapi aku sudah mencoba, dan gagal

Lalu mereka menamaiku penjahat, menyamakanku dengan mantan pasangan pasangan mereka. 

Mereka tidak paham bagaimana kita pernah bersama. 
Aku tidak pernah meninggalkanmu kendati aku marah. 

Aku tidak pernah mendua walau godaan datang dari belakang layar. 

Aku jadi teringat bagaimana kau cemburu saat perempuan remaja itu mengelilingiku dan mengajak berfoto

Kau pulang ke kos sendiri dan tidak bisa dihubungi

Lucu sekali ekspresimu

Senang sekali merasakan rasa diinginkan dalam hidup

Senang sekali merasa menjadi sesuatu berharga yang tidak ingin dilepaskan

Senang sekali merasa dimiliki kamu. 
Waktu dulu

Tidak bisakah kau doakan aku disamping orang tuamu? 

Doakan aku bahagia dan merasakan hal hal tadi lagi

Tanyakan kepadaNya masih adakah kesempatan aku menemukan seseorang yang menyayangiku dan aku pun sayang padanya? 

Tapi sayang, aku lelah
Aku sangat lelah

Peluk aku sekaliii lagi
Biarkan aku memelukmu erat sekalii saja

Aku sangat membutuhkannya malam ini


No comments:

Post a Comment

welcome kids